Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 21: DORIT MENDENGAR KEMBALINYA KEKUATAN AMALTHEIA


__ADS_3


(apa? Yang menyembuhkan Amal adalah Am? Tunggu.. berarti itu pertanda jika Am telah memiliki kekuatan. Dan kekuatan Am kembali? Bukannya seharusnya Am itu lenyap tapi kenapa malah memiliki kekuatan? Aku harus memastikaknya terlebih dahulu.) batin Dorit.


Setelah menyelesaikan tugasnya. Dorit langsung pergi menuju rumah Furqon. Dia ingin memastikan apakah benar jika kekuatan Am kembali.


Dorit datang lewat jendela kamar Am.


“Malaikat Amaltheia, apa yang telah terjadi?” Tanya Dorit.


“malaikat Dorit. ah, aku tertimbun pohon di hutan. Tapi sudah tidak masalah sekarang. Karena Am telah menyembuhkan lukaku 80% nya. Mungkin mulai besok aku bisa bertugas kembali.” Kata Amal.


“Am? Apakah Am telah mendapatkan kekuatannya?” Tanya Dorit.


“iya, dia telah mendapatkan sebagian kekuatannya kembali. Jika Am mendapatkan kekuatan seluruhnya. Dia akan segera menjadi malaikat kembali.” Kata Amal.


“oh, jadi masih sebagian yang kembali belum sepenuhnya. aku doakan semoga berhasil ya Am.” Kata Dorit.


“iya malaikat Dorit. Aku pasti berhasil.” Kata Am.


“lalu… jika kamu mendapatkan kekuatanmu kembali, bagaimana dengan manusia itu?” Tanya Dorit.


“kata Tuan, semua akan menjadi seperti apa yang seharusnya terjadi.” Kata Amal.


“yang seharusnya terjadi? Berarti manusia itu akan mati?” kata Dorit.


“Dorit, jaga perkataanmu. Kenapa kamu berkata seperti itu?” kata Am.


“aku hanya menebak.” Kata Dorit.


"bukankah, manusia itu ditakdirkan mati saat dia terjebur di laut saat berumur 10 tahun yg lalu ya?" tambah Dorit.


Mendengar perkataan Dorit Amal dan Am dalam sekejab terdiam. Dan tak dapat melontarkan satu patah katapun.


“baiklah, sepertinya sudah cukup aku disini. Aku pamit pulang dulu. Karena masih banyak tugas yang harus aku kerjakan. Cepat sembuh malaikat Amaltheia.” Kata Dorit.


“iy, iya, terimakasih atas kunjunganmu malaikat Dorit.” Kata Amal.


“Am, sepertinya yang dikatakan Dorit ada benarnya.” Kata Amal.


“aku bahkan tidak pernah memikirkannya sampai situ.” Kata Amal.


“entahlah Amal, cepatlah sembuh dulu. Dan jika Nabastala terbuka sampaikan pertanyaanku pada Tuan.” Kata Am.


“aku pasti sembuh. jangan khawatir.” Kata Amal.


“aku akan kebelakang dulu.” Kata Am.


“baiklah.” Kata Amal.


(kenapa yang dikatakan Dorit mengganjal sekali dipikiranku. Furqon, dimana dia?) batin Am.


“ibu... Furqon dimana?” Tanya Am.


“tadi dia pergi ke pasar nak.” Kata ibu.


“bukankah beberapa hari ini dia belum berlayar?” Tanya Am.


“ah, iya tadi temen menjalanya mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Jadi dia meminta bantuan Furqon untuk menjualnya.” Kata Ibu.


“baiklah ibu.” Kata Am.


Sebelum berangkat, Am berpamitan terlebih dahulu kepada Amal bahwa dia hendak pergi untuk melihat Furqon sebentar. Am ingin memastikan keadaan Furqon. Karena kekuatannya yang mulai kembali padanya.

__ADS_1


Dia pergi kepasar dimana tempat Furqon berada. Terlihat Furqon dari jauh, dan terlihat jika dia baik-baik saja saat itu. Melihat demikian, Am telah tenang dan tidak khawatir lagi.


“Furqon.” Sapa Am.


“iya, kenapa kamu kesini?” Tanya Furqon.


“aku hanya ingin memastikan. Apa tidak ada yang aneh pada dirimu?” Tanya Am.


“aneh? Apa? Diriku?” Tanya Furqon.


“maksudku seperti badanmu terasa mati rasa atau apa gitu.” Kata Am.


“tidak, kamu tenang saja. Kenapa tiba-tiba?” Tanya Furqon.


“aku hanya merasa bahwa kamu terlalu banyak kegiatan. Jadi aku takut kamu sakit.” Kata Am.


“hah, kamu ini. Bilang saja kamu merindukanku kan?” ledek Furqon.


“tidak, siapa yang merindukanmu. G-R sekali. Ya sudah aku pulang saja. Daripada menemani orang yang kepedean ini.” Kata Am.


“loh tapi beneran kan?” kata Furqon.


“hei kenapa buru-buru pergi?” kata Furqon.


“dasar!” kata Am.


Am menuju kembali ke rumah. Karena Am harus menjaga sahabatnya.


Hari telah menjelang sore. Keadaan Amal cepat membaik karena telah dibantu oleh Am. Amal segera berpamitan untuk kembali ke tugasnya.


“Am, terimakasih atas bantuanmu selama ini. Aku harus segera kembali sekarang.” Kata Amal.


“walau sebenarnya aku ingin kamu istirahat lebih lama lagi, tapi aku tahu apa yang kamu maksud. Tentu tugas malaikat lah yang paling penting. Baiklah, tapi ada satu syarat. Kamu harus aku antar.” Kata Am.


“tapi Am, jarak sini dan kota rumayan jauh.” Kata Amal.


“apa?” kata Amal.


“iya, beberapa kali aku telah diajari naik sepeda oleh Furqon. Jadi aku bisa menaikinya sekarang.” Kata Am.


“kamu benar-benar seperti manusia Am.” Kata Amal.


“benarkah? Bukankah bentuk tubuhku juga demikian? Ayo berangkat!.” kata Am.


Saat mereka hendak berangkat. Kebetulan Furqon pulang. Mereka bertatap muka didepan rumah.


“mau kemana?” Tanya Furqon.


“aku harus mengantar Amal ke kota.” Kata Am.


“kenapa tidak bilang? Ayo aku antar.” Kata Furqon.


“tidak perlu. Kamu pasti lelah dari pasar. Aku akan berangkat sendiri.” Kata Am.


“kamu lupa pernah diganggu oleh beberapa laki-laki?” kata Furqon.


Akhirnya Furqon duduk dibelakang Am dengan naik sepeda bersama.


Furqon mengayuh dan menyetir sepeda. sedangkan Am duduk di depannya.


“ehem. Sepertinya aku jadi orang ketiga disini.” Kata Amal.


“apa yang kamu bicarakan. Tidak ada orang ketiga atau kelima. Kita semua adalah keluarga.” Kata Am.

__ADS_1


“baiklah.” Kata Amal.


Tiba-tiba kuku Am bercahaya satu waktu itu.


“Am lihat kukumu.” Kata Amal.


“benar, sekarang jari kelingkingku yang bercahaya.” Kata Am.


“kamu hampir berhasil.” Kata Amal.


Melihat yang terjadi Amal dan Am sangat senang, begitu juga Furqon.


Namun dibelakang itu, Furqon merasakan kakinya semakin lemas. Sehingga gayuhannya lebih lambat dari semula.


(kenapa kakiku menjadi tak bertenaga seperti ini?) batin Furqon.


“Furqon, kenapa kamu melambat?” Tanya Am.


“kenapa? Apa masalah jika aku melambat?.” Kata Furqon.


“tidak, tapi apakah kamu masih baik-baik saja?” Tanya Am.


“tentu, lihatlah aku masih sangat kuat.” Kata Furqon.


“aku harap selalu seperti itu Furqon.” Kata Am.


Akhirnya mereka sampai dikota Permadani. Dikejahuan Dorit melihat kedatangan mereka. Karena Dorit juga penasaran tentang kembalinya kekuatan Am. Dia mendekat dan mendengarkan pembicaraan mereka secara sembunyi. Memang Dorit memiliki kemampuan untuk mendengar sesuatu dari jauh menggunakan kekuatannya. Namun jika Dorit menggunakan kekuatannya, para malaikat disekitarnya akan merasakan kekuatannya. Jadi dia memilih untuk mendekat dan sembunyi.


“cukup disini Am,Furqon, terimakasih telah mengantarku. Am, tetap semangat. Sudah ada kuku lagi yang bercahaya, tinggal lima jari lagi. Furqon cintai Am lebih dalam lagi ya?” kata Amal.


“tanpa kamu minta pun aku akan melakukannya.” Kata Furqon.


“Maaf aku harus segera pergi. Lain kali kita bertemu lagi ya?” kata Amal.


“iya Amal. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati.” Kata Am.


“baiklah. Sampai jumpa.” Kata Amal.


Dorit yang mendengar pembicaraan mereka paham jika kuku yang bercahaya itu adalah tanda kekuatan Am kembali


“jadi sudah lima jari yang bercahaya? Jika jari Am telah sepuluh jari, Am akan mendapatkan kekuatan sepenuhnya. Dan setelah itu dia akan kembali menjadi malaikat dan bertugas penjaga laut. Ah sial, padahal aku ingin sekali bertugas disana. Dari pada membujuk manusia yang penuh dosa itu. Belum lagi berdebat dengan para syaitan. Menyebalkan, Tuan pilih kasih kepada Am.” Gumam Dorit.


“aku harus cari cara agar Am tidak dapat kembali sebagai malaikat.” Gumam Dorit.


Malam ini mereka langsung kembali menuju rumah.


“maaf jika selalu merepotkanmu.” Kata Am.


“aku senang.” Kata Furqon.


“apa?” Tanya Am.


“aku senang jika selalu kamu repotkan. Jadi jangan meminta maaf.” Kata Furqon.


“terimakasih juga kamu telah mencintaiku.” Kata Am.


“jika kamu ingin, aku akan lebih mencintaimu dari ini.” Kata Furqon.


Mendengar perkataan Furqon, Am tersenyum.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2