
'Begitu ya, jadi dia itu, si manusia serigala...'
Baek Tian mengawasi keduanya dari jarak yang cukup dekat, dari situ dia bisa mendengarkan percakapan mereka. Baek Tian berniat akan terus mengawasi dari tempatnya berdiri tanpa menyadari seseorang mendekat ke arahnya.
Duk!
"Hei, berhati-hatilah saat kau berdiri!"
"Ah. Maaf."
Seseorang tiba-tiba menyandung Baek Tian dari belakang. Orang itu kemudian marah-marah meski tahu itu adalah kesalahan dirinya.
"Permisi, bukankah kau yang seharusnya meminta maaf?"
"Hah?! Apa maksudmu? Kau tidak mengenal siapa aku?"
'Siapa kau itu memangnya?' Baek Tian hampir saja keceplosan mengatakannya.
"Melihat tampang bodohmu itu, sudah cukup untuk mengetahui bahwa kau sama sekali tidak mengenaliku."
'Benar sekali.' Baek Tian lagi dan lagi hampir saja keceplosan mengatakannya.
"Namaku adalah Mo Xian, aku berasal dari keluarga Mo. Sekarang kau mengerti?"
"Ho... Jadi kau itu Mo Xian."
"Benar."
"Mo Xian, Calon Pemburu Iblis. Seseorang jenius dari keluarga pemburu iblis yang terkenal."
Mo Xian mengangguk dengan penuh kebanggaan.
__ADS_1
'Mo Xian. Dia adalah orang yang akan menjadi tangan kanan Tang Zihan di masa depan nanti. Orang ini adalah orang yang penting. Kekuatannya sudah tidak perlu diragukan lagi.'
Baek Tian mengamati Mo Xian dari atas ke bawah. Mo Xian memiliki aura gelap di sekitarnya karena itu dia terlihat mengintimidasi.
"Kalau begitu aku akan pergi. Aku perlu memberikan salam kepada rivalku. Hahahaha."
Mo Xian tertawa di sepanjang jalan. Tempat yang ingin ditujunya ialah tempat Tang Zihan berada.
"?!"
Setelah Li Guanji dan Mo Xian, seseorang kembali datang dan menghampiri Tang Zihan.
'Orang itu jelas sangat terkenal...'
Baek Tian yang melihatnya merasa lelah sendiri, dia tidak mengerti apa yang sedang dirasakan Tang Zihan saat ini tetapi orang itu jelas tidak menunjukkan ekspresi apa pun.
Tang Zihan masih seperti dirinya yang biasa dingin dan cuek pada sekitarnya.
Baek Tian turut berduka cita untuk Tang Zihan.
Orang yang baru-baru menghampiri Tang Zihan itu bernama Qian Hu. Dia juga merupakan anak jenius.
'Qian Hu, Gagak Pemakan itu huh?'
Baek Tian bertanya-tanya kenapa tiba-tiba ada banyak sekali anak jenius yang berkumpul di sekte ini. Hal itu bukanlah masa depan yang dia tahu.
Tapi Baek Tian tidak mempedulikannya.
Masa depan jelas agak berbeda dari yang dia tahu dan menjadi tidak dapat ditebak.
Karena ini akibat dirinya menulis ulang nasibnya.
__ADS_1
'Apa pun yang mendatangiku, siapa pun itu, apa yang coba dilakukan langit padaku.'
Baek Tian mengepalkan tangannya.
'Aku akan tetap menang.'
***
"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul. Mari kita mulai tes ini..."
Chang Yi berdiri dihadapan ratusan orang.
Di belakangnya ada dua buah pintu yang entah menuju kemana.
Chang Yi kemudian menjelaskan tentang kedua pintu tersebut.
"Tes kali ini cukup berbeda dan unik. Di belakangku ada dua buah pintu. Pintu ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Karena itu sebagai bonus akan ada hadiah di pintu yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi."
Semua orang mendengarkan dengan seksama, tidak ada suara yang keluar sedikit pun dari mereka sehingga membuat suasana di dalam gedung sunyi.
Apa itu hadiahnya?
Semua orang menjadi bertanya-tanya.
"Pintu yang pertama memiliki tingkat kesulitan ringan. Tidak ada hadiah yang akan diberikan. Sedangkan pintu kedua memiliki tingkat kesulitan paling berbahaya, bagi siapapun yang lolos akan langsung... menjadi murid Inti."
"Hah?"
"Eh."
"Huh?!!"
__ADS_1
Semua orang tiba-tiba menjerit.