
"Kau bisa melihatnya, Jiang Jiang?"
"Kupikir itu pertarungan yang sangat gila tuanku."
"Oh. Kau memikirkan hal yang sama denganku."
Fu Hei tidak bisa terus menahan napasnya saat melihat bagaimana Baek Tian beraksi, jika terus berlanjut seperti itu maka dirinya akan benar-benar mati karena lupa bernapas.
Dia sungguh terpana dengan kekuatan yang ditunjukkan dari pemuda itu.
"Dia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang tetua dulu, kurasa itu sekarang menjadi jelas."
"Aigo. Kau ini benar-benar memalukan, bukankah dia sudah jelas seorang tetua?"
Jiang Jiang melihat ke arah Patriaknya dengan tatapan tidak percaya. Padahal orang yang sangat meragukan identitas Baek Tian sebagai tetua dulunya adalah orang tua ini sendiri. Kenapa dia sekarang menjadi berbalik?
Patriak Fu bahkan sampai mengancam akan mengirimkan surat tidak terima ditujukan pada salah satu sekte legenda yang seolah sedang bermain dengan mereka, Patriak Fu tidak sampai memikirkan jika bocah dan orang tak berpengalaman itu memang seseorang yang sangat hebat.
"Kurasa aku telah menemukan orang yeng tepat untuk cucuku kesayanganku."
"Eh. Anu... apa maksud anda, Patriak?"
***
__ADS_1
"Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi, dan tulang juga harus di balas dengan tulang. Pertumpahan darah? Harus dibalas dengan kematian."
Sesepuh itu menghela napas sebentar sebelum menunjukkan aura dari seseorang yang berada di tahap Epik.
Tubuh Baek Tian seketika merinding dan tidak dapat bergerak di tempat, perbedaan dua tahap dari tingkat bela diri mereka menunjukkan jurang yang sangat dalam.
[ Ada apa ini, Baek Tian. Kau terlibat konflik dengan seseorang yang jauh di atasmu lagi. Kenapa kau ingin cepat sekali mati huh, sialan. ]
Baek Tian tiba-tiba merasakan panas di tubuhnya.
[ Bangun-bangun aku harus merasakan aura dari tahap Epik, sat! ]
Raja Vampir terus menggerutu di dalam pikiran Baek Tian.
[ Aku akan membantumu untuk kali ini saja, kau mengerti? ]
[ Hah? Sat! Apakah kau mengerti? ]
Baek Tian kemudian menganggukkan kepalanya.
[ Baguslah jika kau sudah mengerti itu sekarang. ]
Sesepuh itu tiba-tiba menarik auranya, matanya menatap ke arah Baek Tian dengan pandangan yang tidak percaya.
__ADS_1
Baek Tian menunjukkan hawa haus darah yang melebihi dirinya, orang yang bisa membuatnya gentar seperti itu jelas hanya mereka yang tingkatan bela dirinya berada jauh di atas dirinya.
"Aku tidak percaya ini? Kau pasti sedang bercanda..."
Sesepuh itu dibuat ragu untuk menyerang atau tidak, tetapi rasa haus darah yang keluar dari Baek Tian bukan bercandaan saja.
Sesepuh itu lalu menarik kerah Su Lian dan mereka berdua memilih untuk menarik diri dai pertarungan.
"Guru, apa yang anda lakukan?"
"Kita pergi Su Lian, dia bukanlah seseorang untuk kita lawan setidaknya sekarang."
Jika saja sesepuh itu tidak kabur dan memilih bertarung di sana, dirinya akan menemukan bahwa hawa membunuh itu hanyalah sekedar tipuan, dan Baek Tian masih seseorang dari tahap Grand Master.
Melihat musuhnya yang telah pergi, Raja Vampir mulai secara perlahan menarik hawa membunuhnya kembali.
[ Jika kau ingin melakukan ini lagi, setidaknya kau harus memikirkan apa kekuatanmu yang kecil itu telah sebanding dengan musuhmu atau tidak! ]
Begitulah kata Raja Vampir sebelum melanjutkan kembali tidurnya.
Baek Tian menghela napas panjang dengan melihat ke arah langit.
Perjalanan untuk menjadi yang terkuat ternyata masih sangat jauh dari apa yang dibayangkan.
__ADS_1
"Hem. Ehem!"
Baek Tian yang berbalik bisa menemukan Patriak Fu yang sudah berdiri di belakangnya.