
Pertandingan antara Baek Tian melawan Instruktur Oh bukan hanya disaksikan para tetua saja melainkan juga para murid yang membuat keributan di balai latihan.
-Luar biasa. Dia berani menantang Kepala Instruktur untuk berduel dengannya?
-Kau tidak tahu karena kau melarikan diri kemarin, tetapi kemampuan sebenarnya Baek Tian setara dengan nomer tiga di sekte ini, kau tahu.
Di sana juga bisa ditemukan, Xiao Nuwa, Fu Ning, Tang Zihan dan teman-temannya, juga Luo Yan dan Bing Suinyuan yang bersorak demi kemenangan Baek Tian.
"Apa kau memerlukan pemanasan terlebih dahulu?"
Baek Tian tersenyum saat menjumpai Instruktur Oh.
"Apa ini caramu memberikan salam? Hohoho, kau anak muda yang perhatian juga ternyata."
Instruktur Oh membalasnya dengan tertawaan.
"Apa kita bisa memulainya sekarang?"
"Baiklah, jika itu adalah permintaan dari pemuda yang ingin cepat-cepat kalah."
Pertandingan antara keduanya dimulai setelah seorang wasit mengangkat tangannya.
Baek Tian orang yang bergerak pertama.
"Sungguh tidak sabaran sekali."
Instruktur Oh tidak membiarkannya, dia juga melangkah maju.
Pedang keduanya pun bertemu dan itu menimbulkan sorak sorai dari para penonton sedangkan para tetua mulai menganalisis kemampuan Baek Tian.
Tang!
__ADS_1
Hasil yang muncul ternyata berimbang dan keduanya sama-sama terpental mundur beberapa langkah.
Baek Tian kemudian melepaskan seluruh kekuatannya di tahap Grand Master.
Melihat musuhnya yang sungguh tidak sabaran, Instruktur Oh juga melakukan hal yang sama.
Aura keduanya berhasil mengguncang balai pelatihan.
"Sword Dancing, gerakan pertama..."
"Bukankah kemarin gerakan itu tidak berdaya saat melawanku?"
Instruktur Oh merentangkan tangannya.
"Komet Slasher!"
Qi milik keduanya saling bertabrakan dan sebuah ledakan dahsyat terjadi saat itu membuat mata sebagian orang silau. Akibat dari ledakan tersebut asap yang mengepul menyelimuti sampai setengah balai pelatihan.
"Apa kubilang kan?"
Instruktur Oh terkekeh.
Sword Dancing milik Baek Tian tidak dapat melakukan apa pun terhadap energi yang mudah meledak itu.
Sebelum energi qi milik Instruktur Oh dapat diserap seluruhnya, energi itu tiba-tiba meledak yang dimana membuat Baek Tian tidak dapat melakukan apa pun.
"Baiklah, apakah sekarang adalah giliranku?"
Instruktur Oh mulai bersemangat setelah mengetahui serangannya ternyata sangat efektif digunakan melawan musuh.
Dirinya tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat panas dan juga meledak-ledak di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"True Body of Komet-!"
Tubuh Instruktur Oh memang terbakar, dirinya sekarang nampak seperti sebuah komet.
"Sekarang kau tidak dapat menyentuhku, aku penasaran bagaimana kau akan melawanku."
Instruktur Oh kembali tertawa.
"Sword Dancing,"
Tapi segera setelah itu dirinya terdiam, Baek Tian juga menggunakan kemampuan pamungkasnya.
"Gerakan kedua, Menari Di Atas Darah!"
Baek Tian mengunci gerakan Instruktur Oh dengan qi darah miliknya. Dia bergerak ke arah pria tua tersebut, tapi apa yang akan dia lakukan jika pria tua itu menjadi perisai sekaligus pedang?
Baek Tian seketika berhenti tepat di depan wajah Instruktur Oh.
"Seni Takdir,"
.
Dia mengambil langkah ancang-ancang dan merubah kuda-kudanya. Teknik ini sangat berbeda sekali dari Sword Dancing yang sebelumnya, sehingga Instruktur Oh dapat mengenali perbedaan itu secara langsung dan mulai berkeringat.
Tang Zihan yang mendengarnya pun terbelalak.
"Tidak mungkin. Dia bermaksud menggunakan teknikku?"
"Takdir Sang Tombak!"
Seketika energi qi milik Baek Tian meledak dan menerbangkan segala yang ada di depannya, bahkan sampai membuat setengah bangunan balai latihan pun ikut terbang.
__ADS_1
Semua orang di dalam balai latihan dibuat tidak bisa berkata-kata lagi, mereka semua menahan napasnya melihat Baek Tian yang terlalu berlebihan.