
Setelah Baek Tian mengaktifkan gerakan ketiga, sebuah medan petir tercipta di sekelilingnya dan delapan pedang petir tertancap di sekitarnya.
"Jadi seperti ini rasanya terjebak di dalamnya."
Meski tingkat kultivasi mereka berbeda, namun Sesepuh Wu Zong masih bisa merasakan kengerian dari teknik ini.
Baek Tian melompat dan dengan cepat menyambar satu dari delapan pedang di sana, dia tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Sesepuh Wu Zong layaknya petir.
Jleb!
Baek Tian berhasil menusuk tubuhnya sampai menembusnya. Petir pedang itu pun meledak, namun mata Baek Tian melebar karena tidak percaya.
Pedangnya hanya menembus kulit milik Sesepuh Wu Zong saja, Baek Tian yang melihatnya segera menarik diri dan mundur.
Daya rusak pedang petirnya masih belum cukup kuat jika ingin membunuh Sesepuh Wu Zong dengan satu serangan.
"Pantas saja muridku dikalahkan, bahkan meski dirinya sudah menggunakan mode iblis sekalipun, dirinya tidak bisa bertahan dan terpanggang dari pedang pertama."
Dia melihat luka yang ditinggalkan Baek Tian terdapat luka gosong karena terbakar dan darah akibat terkoyak di sana.
"Itu barusan adalah teknik yang menarik."
__ADS_1
Setelah mengatakannya Sesepuh Wu Zong tiba-tiba menghilang, dan Baek Tian yang mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya bergegas untuk berlari mengambil pedang kedua.
Namun tinggal selangkah saja dirinya mencapai pedang kedua, Baek Tian ditahan oleh tangan Sesepuh Wu Zong di sana.
"Kau pikir, aku akan membiarkanmu mengambilnya begitu saja? Jangan harap kau bodoh sialan."
Baek Tian dilempar ke sisi penghalang bahkan samai menabraknya, sesepuh Wu Zong datang beberapa detik kemudian.
"Sekarang bagaimana aku menghukummu?"
Mata Sesepuh Wu Zong dingin dan sangat menakutkan. Dia mengangkat Baek Tian yang tidak berdaya seperti seekor hewan ternak.
Di depannya Baek Tian melihat ke matanya dengan mata menyala dan semangat masih belum menyerah.
Sesepuh Wu Zong kemudian menghukum Baek Tian di sana dengan memukulinya, dia terus memukul dan pukulannya tidak pernah berhenti sampai baik wajah dan tubuh Baek Tian bersimbah darah.
'Baiklah sekarang waktu untuk mengakhiri ini semua sampai di sini, kau sudah cukup menghibur bocah. Sekarang saatnya membunuhmu.'
Saat Sesepuh Wu Zong sedang mengumpulkan energi qi di tangannya, mata Baek Tian yang tertutupi dengan bayangan tiba-tiba menyala terang dengan warna merah.
[ Ini sudah sangat lama, semenjak kau menggunakan kekuatanku. Kuku. Siapa yang akan kita lawan kali ini? ]
__ADS_1
Sesepuh Wu Zong melepaskan cengkeramannya pada Baek Tian dan tiba-tiba melompat mundur.
'Apa-apaan bocah ini, apa dia masih menyimpan sesuatu di belakangnya?'
Wu Zong bisa merasakan keberadaan yang seharusnya tidak boleh diusik, maka dari itu dirinya melepaskan Baek Tian.
''Aha, jika tidak salah ingat, kau juga melakukan ini sewaktu kita pertama kali bertemu di ekspedisi. Apa kau ingin membohongiku sekali lagi hah?"
""Membohongimu?''''
Namun suara Baek Tian tiba-tiba berubah di sana, hal itu membuat tubuh Wu Zong yang mendengarnya bergetar.
Suara itu berat dan juga sangat dalam, bukan hanya itu saja saat Wu Zong menoleh dia juga bisa melihat aura milik Baek Tian yang berubah.
Aura berwarna hitam dan dicampur dengan merah, Wu Zong yang melihatnya sedikit kesulitan untuk mendeskripsikan warna apa itu.
"A-A, Apa lagi ini? Sebuah trik untuk membuatku percaya?"
''''Terserah jika kau ingin percaya atau tidak, yang lebih penting aku datang sekarang.""
"Apa? Datang?"
__ADS_1
Wooooosh!
Baek Tian tiba-tiba menghilang dan muncul dengan sebuah pedang petir di tangannya.