
Glegar!
Xiao Nuwa muncul dengan membawa aura dari tahap Grand Master.
Mata semua orang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, selain Baek Tian dan Tang Zihan yang banyak diakui orang-orang, ternyata masih ada satu lagi seseorang yang bisa mencapai tahap Grand Master.
Xiao Nuwa yang berasal dari generasi yang sama, berhasil melampaui ekspektasi semua orang.
"Xiao Nuwa, apa kau--"
"Sst! Ini bukan waktu yang tepat, kau tahu. Jika ingin memuji pilihlah waktu dan kondisi yang sesuai."
Xiao Nuwa sekarang telah berdiri di samping Baek Tian, dia menunjukkan pada pria yang paling dikasihinya itu, sebuah senyuman manis yang paling lebar.
'Syukurlah, aku berhasil. Aku sekarang mampu berdiri di samping Baek Tian.'
Ini adalah mimpinya. Dimana suatu saat dirinya akan mengejar dan sebanding dengan kekuatan dari Baek Tian.
Banyak sekali pikiran yang mengganggu Xiao Nuwa sebelumnya, meski mereka sedang di tengah situasi yang kacau. Tetapi yang paling ingin dia tahu adalah,
'Apakah mulai sekarang dia akan melihatku?'
***
Baek Tian menemukan sebuah kesempatan untuk membalikkan keadaan.
"Apakah kau bisa melawan Instruktur Goh sebentar?"
Saat ini yang paling mengganggunya adalah kombo dari kedua Instruktur, sedangkan Fan Misa dan Han Zhongyun sama sekali bukan tandingan untuknya.
__ADS_1
Xiao Nuwa yang mendengar itu mengangguk menjawabnya, dia mengeluarkan pedangnya dan berlari membawa Instruktur Goh bersamanya.
"Kenapa kau tidak memilihku?"
Instruktur Oh tiba-tiba muncul di hadapan Baek Tian.
"Bukankah akan lebih bijak untuk menahanku terlebih dahulu, lalu bergabung dengan Xiao Nuwa untuk mengalahkanku?"
Baek Tian tersenyum mendengarnya. Sebenarnya dirinya juga sempat terpikirkan cara tersebut, karena yang menjengkelkan dari kombo kedua Instruktur adalah tekniknya yang mampu menyegel Sword Dancing.
Namun mengetahui bahwa Instruktur Oh juga bukanlah orang sembarangan, Baek Tian memiliki firasat jika orang itu masih belum menggunakan semua kemampuannya.
"Termasuk juga diriku."
"Apa maksudmu?"
Instruktur Oh tercengang mendengar fakta tersebut.
Instruktur Oh semakin terhibur, dia ikut tersenyum di sana.
"Baiklah mari kita lihat sejauh mana kekuatanmu."
Instruktur Oh memutuskan akan mengeluarkan segalanya tanpa ada yang ditutupi lagi darinya. Dia ingin melihat apakah benar yang dibicarakan Baek Tian mengenai kemampuannya.
'Ataukah itu hanya kepercayaan dirinya saja?'
Baek Tian orang yang pertama melakukan serangan dan membuat Instruktur Oh sedikit tersentak.
"Oho."
__ADS_1
Dia terkejut dengan lonjakan energi tiba-tiba dari Baek Tian.
Kedua pedang mereka saling berhantaman dan menciptakan suara yang nyaring.
Keduanya saling melakukan jual beli serangan yang sangat sengit. Baek Tian dan Instruktur Oh tidak saling mengalah mereka mengincar bagian vital dari masing-masing lawan.
Sampai sebuah momen tercipta dan Baek Tian segera merubah kuda-kudanya.
"Sword Dancing..."
"Hah! Serangan itu lagi?"
Sebaliknya Instruktur Oh dengan cepat segera mempersiapkan tekniknya yang membuat teknik Baek Tian tidak berdaya.
"Komet slasher!"
Namun apa yang dikeluarkan Baek Tian, nyatanya sangat berbeda dengan gerakan yang sebelumnya.
"Gerakkan kedua, Menari Di Atas Darah!"
Api pada pedang Instruktur Oh yang terus meledak-ledak entah bagaimana menghilang.
"Apa itu..."
Hal itu sangat membuatnya terkejut padahal selama ini api yang ditelan oleh Baek Tian akan selalu gagal dan meledak sebelum dirinya melakukan serangan balasan.
"Itu..."
Tubuh Instruktur Oh gemetaran, dia baru pertama kali melihat yang seperti ini.
__ADS_1
Ternyata apa yang terjadi sesungguhnya bukan tekniknya yang ditelan melainkan itu hanya ditiadakan, Baek Tian muncul dengan sebuah pedang berdarah.