
Tidak lama kemudian mata Xiao Nuwa terbelalak.
Dia tidak percaya fenomena yang berada di hadapannya, pedang api dari gaya poeniks berhasil dijinakkan oleh Baek Tian.
Tidak hanya itu cahaya itu perlahan menyatu dengan gerakkan Baek Tian yang sedang menari. Keduanya memciptakan harmoni sehingga membuat Baek Tian semakin diperkuat.
"Inilah teknik berpedang tidak menyerang dan juga tidak bertahan."
Kata Baek Tian yang membuat Luo Yan tambah bersemangat.
Setelah energi itu berhasil dijinakkan dan berkembang menjadi lebih kuat di tangan Baek Tian.
Baek Tian mengarahkannya menuju Xiao Nuwa.
Syuuuuuuuuuuung-!!!
Sebuah cahaya api tertembak dan bergerak seolah seperti kilat yang sedang menyambar. Kilat itu melewati pipi Xiao Nuwa tanpa menggoresnya, setelah itu sebuah ledakan tercipta dari belakang Xiao Nuwa dan meluluhlantakkan semuanya.
Baek Tian yang telah mencapai tujuannya segera berbalik dan pergi secepatnya dari sana bersama dengan teman-temannya.
Namun sebelum itu, Baek Tian melirik ke arah Xiao Nuwa untuk sesaat dan berhenti berjalan.
"Kau sudah tumbuh menjadi perempuan yang sangat kuat. Jika orang lain yang menerima serangan barusan maka kujamin bahwa mereka tidak akan bisa selamat."
Baek Tian kemudian menambahkan, "Dan ketika kau bertarung melawanku tidak perlu untuk menahan diri seperti ini lagi, kumohon tolong gunakkan kekuatanmu sepenuhnya."
Baek Tian tiba-tiba tertawa kecil, "Yah, tapi kau tidak pernah mendengarkanku bahkan setelah aku mengatakannya padamu dulu beberapa kali."
Baek Tian teringat saat beberapa kali mereka dipasangkan latih sparing dulu di kelas dan Baek Tian yang terus mengomel pada Xiao Nuwa karena selalu mengalah.
"Dadah, Keindahan nomer satu di kerajaan. Hahaha. Yah, meski itu masih terjadi jauh di masa depan."
__ADS_1
Baek Tian melambaikan tangannya pada Xiao Nuwa di sana.
Entah ekspresi seperti apa yang dibuat oleh Xiao Nuwa setelah mendengarnya, Baek Tian tidak ingin tahu hal itu dan berjalan pergi tanpa berbalik.
***
"Apa ini kenapa tubuhku tiba-tiba menjadi berat?"
Luo Yan merasakan suatu perasaan yang tidak nyaman di dalam tubuhnya.
"Dasar penakut!"
Plak!
Bing Suinyuan yang melihat tingkah lebay dari rekannya kemudian menepuk punggung Luo Yan dengan keras.
Sekarang tiga Naga Langit telah menjadi musuh mereka dan tidak ada jalan untuk mereka kembali. Mereka memprovokasi ketiganya begitu saja tanpa memikirkan dampaknya.
"Hoho. Lalu kenapa kau beralasan tubuhmu tidak bisa bergerak?"
"Aku tidak mengatakannya sampai seperti itu."
"Aku tahu kau pasti akan mengatakan itu nantinya!"
"Apa?!"
Bing Suinyuan dan Luo Yan mulai berdebat, mereka bertengkar tentang siapa diantara mereka yang penakut sebenarnya.
Setelah lelah bertarung karena selesai berdebat sampai seperempat jam. Keduanya kemudian mengalihkan pandangannya pada Baek Tian.
"Bukankah kau mengatakan semuanya akan baik-baik saja karena ada Baek Tian?"
__ADS_1
"Tentu saja, karena Baek Tian adalah yang terkuat di sini. Aku yakin itu!"
Pandangan keduanya kemudian tertuju kepada Baek Tian.
"Ahaha. Teman-teman kumohon jangan terlalu berharap padaku."
Baek Tian tertawa canggung setelah selesai mendamaikan keduanya.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Baek Tian?"
Luo Yan bertanya kepada pemimpinnya.
"Apa kita akan mengacau lagi sama seperti sebelumnya?"
Bing Suinyuan menjadi bersemangat, dia berkali-kali meninju udara kosong di depannya karena sudah tidak sabar lagi.
"Tidak,"
Baek Tian menggelengkan kepalanya dan seketika semangat bertarung Bing Suinyuan runtuh.
"Kita tidak bisa menyerang markas mereka seperti sebelumnya, karena setelah perbuatan kita keamanannya pasti akan ditingkatkan."
"Kupikir itu adalah langkah bijak. Lalu apa yang akan kita lakukan?"
Luo Yan orang bertanya di sana sedangkan Bing Suinyuan yang sudah tidak semangat lagi sedang berjongkok di pojokkan dengan wajah cemberut.
"Kita akan menunggu salah satu dari mereka untuk menggigit kita kemudian melancarkan serangan penuh."
Setelah kata-kata itu, Bing Suinyuan menjadi bangkit kembali dan Luo Yan tiba-tiba merasakan tidak dapat bergerak.
"Mari kita lihat siapakah orang yang terlebih dulu menyerang kita."
__ADS_1
Seringai tipis muncul di wajah Baek Tian.