Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Jebakan itu, semuanya sia-sia! Membuat jebakan sekali lagi!(4)


__ADS_3

"Lama tidak bertemu, Baek Tian. Sepertinya kau telah menyelesaikan latihan tertutupmu, ku ucapkan selamat padamu."


"Xiao... Nuwa?"


Baek Tian terperangah.


"Selamat kau sudah menjadi lebih kuat lagi sekarang."


Baek Tian melihat Xiao Nuwa yang menarik pedang dan mengarahkan pedang itu kepada dirinya.


"Baek Tian, apa yang kau lakukan?"


Bing Suinyuan yang bertarung melawan musuh di depannya berteriak karena merasa ada sesuatu yang salah pada Baek Tian saat ini.


"Oh. Sepertinya sudah ada seorang perempuan cantik di sampingmu."


Xiao Nuwa yang melihat hal itu tersenyum.


"Ah..."


Dan membuat Baek Tian kemudian tersadar.


Xiao Nuwa telah tumbuh menjadi perempuan yang lebih cantik lagi dari sebelumnya.


Sosoknya yang sekarang menggambarkan bahwa dirinya adalah perempuan dewasa. Rambut Xiao Nuwa menjadi lebih panjang lagi, dia tumbuh menjadi perempuan yang sangat tinggi dan hampir menyentuh kepala Baek Tian.


Baek Tian bahkan menelan ludah saat melihat bibirnya yang tampak menggoda.


'Tidak. Bukankah ini hampir mirip dengan wujudnya saat kami bertemu di masa depan? Jangan bilang walau usianya sudah sangat tua dia masih tetap tidak berubah?'


Baek Tian kemudian melihat ke arah gunungan milik Xiao Nuwa.


'Ehem! Tidak juga rupanya, ada yang belum berubah di sini.'


Xiao Nuwa yang melihat ke arah dimana mata Baek Tian tertuju, mengetahui isi dalam pikiran Baek Tian, Xiao Nuwa lalu menggembungkan pipinya.


"Hooo. Begitu rupanya, kau sudah tumbuh menjadi sosok orang yang mesum seperti Guru Besar Lu Huo."

__ADS_1


"Ap-!"


Baek Tian tidak dapat berkata lagi.


Orang-orang yang mendengar itu sama terkejutnya dan melihat ke arah Baek Tian dengan tatapan menusuk.


Sekarang Xiao Nuwa mengarahkan pedangnya pada Baek Tian.


"Bersiaplah untuk bertarung, Baek Tian..."


Sorot mata Xiao Nuwa terlihat serius saat mengatakannya, Baek Tian yang kebingungan tiba-tiba memasang kuda-kuda.


'Apa yang terjadi kenapa Xiao Nuwa ada di sini?'


Baek Tian tidak mengerti itu. Namun jika Xiao Nuwa adalah musuhnya maka Baek Tian tidak perlu menahan diri lagi dan bertarung menggunakan segenap kemampuannya.


"Haaaaa-!"


Xiao Nuwa merengsek ke depan dengan kecepatan yang sudah seperti angin. Dia mengayunkan pedangnya secara vertikal dan membuat Baek Tian hampir saja gagal menghindarinya.


'Apa? Dia sekuat ini?'


Baek Tian didorong mundur beberapa langkah, dia tersenyum memuji Xiao Nuwa dari lubuk hatinya.


"Hebat."


"Terima kasih. Bagaimanapun aku berjanji kepada diriku sendiri agar tidak tertinggal denganmu!"


Sebuah seringai muncul dari bibir Xiao Nuwa.


"Oh. Kalau begitu ayo kita coba seberapa kuatnya kau sekarang."


"Apa?"


Xiao Nuwa tidak mengerti kalimat yang diucapkan Baek Tian.


'Apa dia masih menahan diri lagi?'

__ADS_1


Xiao Nuwa mengepalkan tangannya lalu mulai mencengkeram pedangnya lebih erat lagi.


Kali ini kuda-kuda Baek Tian berubah dan orang yang mengenali perubahan Baek Tian lebih dulu yaitu Luo Yan, orang itu berteriak menunjuk ke arah Baek Tian.


"Apa? Sword Dancing?!"


Semua mata kemudian memandang Baek Tian dan menghentikan pertarungan mereka.


"Sword Dancing, apa itu?"


Xiao Nuwa belum pernah melihat teknik berpedang itu sebelumnya karena Baek Tian sangat jarang menggunakannya kecuali pada orang-orang yang telah diakuinya.


"Kalau begitu,"


Xiao Nuwa juga merubah kuda-kudanya dan mempersiapkan dirinya untuk menggunakan teknik terkuatnya.


"Lawan ini juga, Pedang Api Poeniks!"


Sebuah api keluar dan perlahan mulai menjalar menyelimuti pedang Xiao Nuwa.


Api itu semakin lama semakin membesar dan bergejolak di tangannya karena terus disuntik dengan energi ki dengan jumlah yang fantastis.


"Sword Dancing, gerakkan pertama..."


Di sisi lain, Baek Tian juga tidak kalah, dia menyuntikkan energi ki dengan jumlah yang sama persis yang dipakai Xiao Nuwa. Membuat seluruh angin disekitarnya terpecah dan bergetaran.


"Gaya Pertama Poeniks...!"


"...Menari Dengan Air!"


Suuuuuuung-!!!


Sebuah cahaya yang terang yang dihasilkan dari pedang api milik Xiao Nuwa membentuk sebuah lintasan lurus dan sangat tajam mengarah pada Baek Tian.


Baek Tian yang masih mempersiapkan gerakkannya terlambat bereaksi dan cahaya tombak itu berhasil menyerang Baek Tian dan menusuknya.


'Oh, tidak.'

__ADS_1


Jerit Xiao Nuwa dari dalam hatinya.


__ADS_2