
"Karena urusannya yang lebih besar dan melibatkan keselamatan dunia, hal itu membuat Patriak kita tidak dapat kembali, sehingga kita tidak dapat memilih siapa orang yang akan dikirimkan."
Semua orang kemudian menghembuskan napas lega mendengar berita menyenangkan tersebut. Siapa orang yang cukup gila di sini sampai berani menantang Jenderal Iblis bersama dengan monster Kelas-A?
Baek Tian yang mendengar alasan Patriak tidak dapat kembali menaikan salah satu alisnya.
Dalam hatinya dia bertanya, urusan apa yang membuat Guru Besar, Lu Huo berangkat bersama sekertaris Chang Yi menuju kerajaan?
"Baiklah, aku akan mempersingkatnya saja."
Instruktur Na kemudian mengambil alih rapat karena merasa rapat yang dipimpin Instruktur Oh akan berlangsung lama. Dirinya pun langsung ke inti topik utamanya pada saat itu.
"Siapa diantara kita yang mau pergi menjalankan misi ini. Silakan angkat tangan kalian."
Ekspresi wajah Instruktur Na terlihat serius, sorot matanya memindai wajah semua orang di sana, tetapi tidak ada yang berani mengangkat wajahnya.
"Apa tidak ada yang mau melakukannya?"
Sampai dua orang tiba-tiba mengangkat tangannya.
"Oho. Apa anda mau berangkat menjalankan misi ini, tetua Sol dan tetua Baek?"
Baek Tian dan Instruktur Sol melihat ke arah satu sama lain. Keduanya dengan percaya diri menjawab "Ya" secara bersamaan.
Dan rapat berakhir hanya dengan itu.
Baek Tian mengatakan kepada kelompoknya bahwa mereka akan pergi menjalankan misi menaklukan monster dan juga jenderal iblis.
Ekspresi wajah yang dibuat mereka beragam tetapi intinya keduanya, Luo Yan dan Bing Suinyuan sama-sama membantah keras keputusan Baek Tian.
__ADS_1
"Hah. Dasar penakut..."
"Biar saja, hanya kau saja yang tidak normal!"
"Benar-benar, kau sudah gila! Apa kau pernah bertemu dengan seorang jenderal iblis sebelumnya?"
Baek Tian memiringkan kepalanya, "Tentu saja, aku pernah. Bertemu dengan salah satu dari mereka."
"Apaaaaaa?!"
Bing Suinyuan dan Luo Yan berteriak di sana.
Baek Tian sendiri pernah bertarung melawan jenderal iblis dan kalah di masa depan, memang jenderal iblis terlalu kuat pada saat itu.
"Kau pasti bercanda!"
"Kami tidak mau ikut denganmu!"
Pagi hari, mereka berkumpul dan berangkat bersama dengan tetua Sol. Ada wajah yang terlihat familiar saat melihat rekan dari tetua Sol, yaitu...
"Fu Ning, apa yang kau lakukan bersama tetua Sol di sana?"
"Apa? Apa ada masalah denganmu? Apa pedulimu?!"
Tetua Sol tertawa pada drama pagi itu. Dia melihat wajah Baek Tian yang tak berkutik itu sangat menghibur.
"Kalian rupanya cukup dekat, ahahaha."
Mendengar itu alis Baek Tian dan Fu Ning sama-sama berkedut.
__ADS_1
"Apanya yang dekat!" Jawab keduanya bersamaan.
"Namaku Sol Niger, salam kenal."
Sol Niger memberikan jabat tangan pada Baek Tian.
"Semua orang telah mengatakan kehebatanmu, aku tidak sabar untuk bertarung bersamamu, tetua muda."
Baek Tian meraih tangan Sol Niger, keduanya pun saling berjabat tangan.
"Ah. Omong-omong, soal Fu Ning. Ini permintaan dari Kakeknya."
"Kakek Fu Ning?"
"Benar. Apa kau tidak tahu jika kita akan bertarung dengan Fu Hei? Dia mengirimkan suratnya untuk membawa Fu Ning bersama dengan kita."
Baek Tian kemudian menganggukkan kepalanya.
"Oh, jadi begitu."
Baek Tian melihat ke arah Fu Ning sekali lagi.
'Apa gunanya membawa perempuan gila ini ke sana?'
Baek Tian mendesah karena telah menyerah sedangkan Fu Ning yang tampak terganggu dengan ekspresi Baek Tian membuat wajahnya terlipat.
"Kenapa dengan wajahmu itu?"
"Apa masalahmu."
__ADS_1
"Aku tidak suka melihatnya!"