Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(3)


__ADS_3

"Waa, waa. Siapa di sini jika bukan Tang Zihan dan rivalnya, Baek Tian."


Er Ling tiba-tiba muncul setelah mengalahkan musuhnya yang pertama.


"Asal kalian tahu, akulah orang yang akan memenangkan turnamen ini dan menikah, bodoh."


Tapi Baek Tian dan Tang Zihan sama sekali tidak menghiraukan Er Ling.


"Hei, halo, apa kalian dengar aku?"


Masih sama, keberadaan Er Ling hanya dianggap seperti lalat terbang di sana.


Setelah kedatangan Er Ling, orang-orang yang lolos ke babak berikutnya masih sama dengan yang telah dprediksi Baek Tian.


Mulai dari Yi Jihye, Pria bertopeng dari Hua San, Fu Ning, Xiao Nuwa, Para anak buah dari Tang Zihan, dan yang terakhir adalah anak-anak dari keluarga kerajaan, Yin Yuze dan Yin Baram.


"Kalian juga lolos?"


Tetapi apa yang paling mencengangkan di sana adalah kehadiran Bing Suinyuan dan Luo Yan. Baek Tian tidak memprediksi akan hal ini. Apakah sebenarnya dia telah merekrut para bawahan yang berharga?


Sungguh takdir yang gila jika dirinya bisa membuat seseorang, yang sebelumnya belum pernah dikenal dan berasal dari latar belakang yang biasa dapat berkemabang sampai sebanding dengan para jenius.


Baek Tian terharu dengan perjuangan mereka.


"Selamat, untuk kalian berdua."

__ADS_1


"Hehe. Terima kasih."


"Ini semua berkat anda tuan."


Lawan untuk babak 32 besar telah dundi dan diumumkan setelah semua orang selesai dengan pertandingannya.


Baek Tian mendapatkan lawan yang sekali lagi belum pernah dirinya dengar namanya di masa depan.


Ada dua pertandingan yang menarik di babak 32 besar kali ini, pertandingan itu adalah Luo Yan melawaan Mo Xian dan Xiao Nuwa yang akan berhadapan dengan Yi Jhye.


Pertandingan keduanya tidak boleh Baek Tian lewatkan, setelah menyelesaikan pertarungannya Baek Tian segera menuju arena tempat Luo Yan bertarung.


"Syukurlah aku belum terlambat."


'Dia adalah tangan kanan, Tang Zihan. Tentu, pertandingan ini akan menjadi ujian yang sangat berat untuk Luo Yan.'


Baek Tian cukup terkejut setelah mengetahui tidak ada perbedaan yang sangat bayak dalam hal kapasitas energi qi yang mereka simpan.


Hasil kerja keras Luo Yan sepertinya telah terbayar sampai dirinya mampu untuk mengimbangi Pemburu Iblis, Mo Xian.


Karena itu pertandingan ini hanya akan ditentukan oleh kedua pilot masing masing.


Sekarang semuanya terserah pada Luo Yan.


Baek Tian berbalik untuk mengunjungi arena bertarung yang selanjutnya, Xiao Nuwa melawan Yi Jihye.

__ADS_1


"Apa dia sedang... marah?"


Baek Tian sangat jarang melihat Xiao Nuwa sekesal itu sebelumnya, dia tidak dapat mengontrol energi qi di dalam tubuhnya dengan baik dan membuatnya sampai terbuang kemana-mana.


"Tapi dia juga bisa mengimbangi murid dari Sekte Lembah Pedang, kemampuan Xiao Nuwa sudah sangat meningkat."


Baek Tian memujinya, menjadi seorang tetua diusia yang sama dengannya ditambah memiliki kekuatan seperti itu tanpa bantuan dari seorang master, menunjukkan seberapa potensi mengerikan yang dimiliki Xiao Nuwa.


Xiao Nuwa mengambil napas dalam-dalam, dia mengepalkan tangannya dengan erat dan mulai menyalurkan energi qi pada pedangnya. Sebuah pedang api pun tercipta.


Yi Jihye juga tidak kalah di sana, dia menciptakan sebuah pisau angin yang sangat besar di belakangnya dengan komando darii tangannya.


"Gaya Sang Poeniks Merah, Lidah Menjulur Api!"


"Roh Dewa Angin Asgar, Teknik Pembelah Petir!"


Duaaaaaaaaaar!


Kedua energi itu saling bertabrakan dan menciptakan sebuah badai api yang sangat dahsyat bahkan hampir mengenai para penonton.


Lalu beberapa saat kemudian, Yi Jihye yang tidak bisa lagi menahan tekanan yang diberikan Xiao Nuwa padanya terpaksa dibakar oleh panas membara itu.


Melihat itu wasit di sana segera mengnterupsi sehingga tidak ada kecelakaan yang terjadi.


Xiao Nuwa kemudian dinyatakan menang di sana.

__ADS_1


__ADS_2