
"Dengan senang hati aku akan menerima tantanganmu itu, Luong Lien."
"Cih. Syukurlah kau masih mengingat namaku."
Luong Lien berjalan menghampiri Baek Tian. Terlihat tidak ada satu pun keragu-raguan di setiap langkahnya
Sudah berapa lama dirinya menantikan pertemuan yang seperti ini.
Dirinya empat tahun lalu dikalahkan dan harus turun kelas menjadi Perunggu, dia kemudian mendapatkan penghinaan dan direndahkan karena turun hanya sebab melawan bocah berusia tiga belas tahun yang baru belajar menggunakan tenaga dalamnya.
'Mau dirimu Superstar Rookie atau apalah itu, aku tidak peduli! Aku lahir lebih tua darimu sepuluh tahun, bocah. Akan ku buktikan kepadamu kekuatan dari perbedaan umur kita berdua!'
"Omong-omong, Luong Lien. Sudah berapa lama aku berada di ruangan latihan?"
Namun Baek Tian tidak peduli dengan alasan apa pun di kepala Luong Lien.
"Kau menghilang selama empat tahun bangsat!"
"Lalu berapa lama Tang Zihan keluar dari ruangannya?"
"Dia... Tang Zihan? Kalau tidak salah itu sudah satu tahun yang lalu?"
'Satu tahun huh?'
Baek Tian nampak terkejut mereka masuk ke ruangan latihan bersama, tetapi orang yang keluar lebih dulu dari latihan tertutup adalah Tang Zihan.
'Jadi dia masih Anak Tuhan ya...'
"Jadi benar bahwa kalian berdua adalah sahabat."
__ADS_1
Luong Lien terselip mengatakan hal itu setelah melihat ekspresi rumit dari Baek Tian.
Luong Lien mengatakannya bukan tanpa alasan, dia telah mendengar berbagai rumor mengenai duo itu.
Baek Tian selalu mengungguli Tang Zihan apa pun itu, dia tidak akan kalah bahkan selalu menang ketika bertemu dan saling berhadapan satu sama lain. Setelah itu mereka kemudian mengadakan kontes menatap satu sama lain, seolah mengatakan bahwa mereka adalah rival abadi pada orang-orang.
Sejak saat itu Sekte menjadi lebih hidup dan tidak membosankan karena keduanya.
Di sisi lain orang-orang selalu menghindari dan tidak mau berurusan dengan Tang Zihan, namun Baek Tian selalu berani dan menerima tantangan demi tantangan bahkan pernah beberapa kali Baek Tian yang memulainya.
Tang Zihan juga setiap ada pertandingan latihan atau tantangan akan mencari Baek Tian terlebih dahulu lalu menimbang apakah pertandingan itu layak untuknya atau tidak.
Pernah ada seseorang yang mencoba untuk masuk ke dalam lingkaran keduanya dan Tang Zihan kemudian menolak orang itu secara spontan di tempat.
-Kau bukan orang itu.
Siapa lagi yang dimaksud Tang Zihan selain Baek Tian?
"Kami tidak bersahabat atau semacamnya kalian sudah salah."
"Itu! Itu adalah kata-kata yang juga diucapkan Tang Zihan. Kalian berdua pasti sama-sama saling mengenal sudah sejak lama sampai bisa seperti ini!"
"Apa?"
Mata Baek Tian berubah dingin.
"Kau ingin mati hari ini?"
Sekejap Luong Lien merasakan ketakutan di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"B, B, Baiklah... mari kita lupakan masalah sebelumnya dan mulai bertarung."
"Pemikiran yang bagus, aku akan memaafkanmu untuk kali ini."
Baek Tian melawan Luong Lien.
Baek Tian berlari tanpa senjata apa pun di tangannya dan menyerang dengan tangan kosong.
"Apa kau berniat bertarung dengan tangan kosong?"
Di sisi lain musuh memiliki senjata pedang yang sangat tajam di tangannya.
"Bukankah ada yang pernah mengatakan, tanganmu adalah senjata yang paling kuat."
"Apa?"
Wooosh!
Baek Tian menghindari tebasan yang berasal dari Luong Lien.
"Ayunan yang bagus. Keterampilan berpedangmu sepertinya sudah agak meningkat."
"Berhenti bermain denganku!"
Namun,
Tak perlu waktu lama untuk giliran Baek Tian beraksi, pedang milik Luong Lien terbelah dengan rapi seperti kertas.
"Apa?!"
__ADS_1
Luong Lien tidak percaya dengan fenomena mustahil itu.