Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Harta Karun(2)


__ADS_3

"...Menang. Hah... Hah... Akhirnya aku menang!"


Napas Baek Tian tersengal berulang kali dan jantungnya terus berpacu setiap saat seperti terasa akan meledak kapan pun saja.


Di bawahnya Instruktur Oh tergeletak tak sadarkan diri dengan sebuah luka yang tertinggal.


"Sial... Meski sudah kugunakan semua energi qi itu, aku hanya meninggalkan luka yang tidak terlalu parah? Apa-apaan dengan ketahanan itu?"


Baek Tian bersyukur mengikuti instingnya untuk tidak menahan diri dan mengerahkan segalanya. Alhasil segalanya terbukti di sana.


Apabila dirinya hanya menggunakan setengah energinya maka hasilnya pria tua itu atau Instruktur Oh, akan bisa bertahan dan melakukan serangan balik terhadapnya. Saat itu terjadi maka dirinya akan tamat.


Meski begitu setelah Baek Tian menang, dirinya tidak mendapatkan tepuk tangan maupun pujian sorak sorai satu pun dari para penonton.


Suasananya terlalu sepi di sana bahkan membuat Baek Tian yang sudah berjuang dengan segalanya, jadi bingung untuk melakukan apa.


'Baek Tian...'


Xiao Nuwa sendiri yang melihat hal itu sampai tidak bisa berkata-kata.


Di dalam pikiran semua orang, mereka sepakat jika Baek Tian terlalu berlebihan dan juga kejam. Mereka tidak sampai berpikir bagaimana kekerasan tubuh yang dimiliki Instruktur Oh pada saat itu.


"Aku tidak menyangka hal ini sampai terjadi."

__ADS_1


Seseorang kemudian menghampiri Baek Tian.


"Kau..."


Baek Tian dapat mengenali wajah orang itu. Seingatnya, orang itu memiliki status yang tinggi juga seperti Instruktur Oh.


"Aku adalah tetua nomer dua di sekte sekaligus seorang Kepala Instruktur. Panggil aku dengan namaku, Tetua Na atau Instruktur Na."


Instruktur Na menghela napas sebentar sebelum menundukkan kepalanya.


"Instruktur Na memberikan salamnya kepada tetua yang baru!"


Mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Tetua Na, mereka semua memberikan salam kepada Baek Tian secara beramai-ramai dengan cara menundukkan kepalanya.


Setalah itu para murid bubar dan Instruktur Oh dibawa untuk disembuhkan, Instruktur Na kemudian membawa tetua yang baru berjalan-jalan bersamanya.


"Selamat telah menjadi tetua yang baru."


"Terima kasih."


"Bagaimana perasaanmu menjadi tetua termuda dalam sejarah sekte?"


"Itu... aku tidak mampu mengatakannya."

__ADS_1


Mendengar jawaban itu membuat Instruktur Na tertawa terbahak-bahak.


"Kau memang pemuda yang menarik, persis seperti yang dikatakan oleh Instruktur Oh."


Dalam perjalanan yang entah menuju kemana mereka saling mengobrol dan sesekali mendiskusikan mengenai pemahaman ilmu silat masing-masing, sampai Instruktur Na meletakkan tangannya di depan sebuah pintu.


"Kita sampai."


Dia memegang sebuah pintu hitam raksasa di depannya.


Tok. Tok.


Instruktur Na kemudian mengetuk pintu itu dan tidak ada jawaban dari dalam sana.


"Ini dimana?"


"Kau sama sekali tidak tahu? Di depan adalah tempat penyimpanan ruang harta milik sekte."


Mata Baek Tian melebar mendengar hal tersebut dan pintu besar itu akhirnya terbuka juga setelah sekali lagi Instruktur Na mengetuk pintu tersebut.


Baek Tian melihat ke dalam ruangan yang memiliki seolah luas yang tidak terbatas. Di sana banyak sekali benda-benda unik dan buku-buku yang berjejeran.


"Aku tidak bisa menemanimu masuk ke dalam, kau memiliki cukup banyak waktu di sana selama dua hari. Pilihlah satu yang sangat kau inginkan dari sana, kalau begitu semoga beruntung mendapatkan apa yang kau inginkan."

__ADS_1


Instruktur Na melambaikan tangannya pada Baek Tian dan berjalan pergi.


__ADS_2