Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Perjamuan


__ADS_3

"Ini sama sekali berbeda dengan bayanganku."


Pak tua Lu Huo mengoceh sendirian dengan suara pelan yang hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarkan.


Rencananya mereka akan tiba di tempat acara paling akhir, Pak tua Lu Huo bermaksud ingin menyombongkan kendaran yang digunakannya kepada teman-temannya.


Sayang usahanya harus gagal karena belum ada orang yang datang selain mereka berdua pada saat itu.


"Uh..."


"Pak, bolehkan saya pulang sekarang? Katanya anda hanya menyewa kereta ini satu kali saja. Ataukah anda ingin menyewa kereta kami untuk kembali juga?"


Dengan tidak tahu malu, Pak tua Lu Huo terus merengek agar sopir kereta kuda itu tidak pergi membawa kereta kudanya. Pada akhirnya sopir tersebut membawa kereta kuda itu dengan paksa.


'Apakah orang ini benar-benar patriak kami?'


Baek Tian meragukan identitasnya sebagai kepala sekte.


Selain sifatnya yang sudah terkenal mesum dimana-mana, rupanya masih ada satu lagi sikapnya yang kurang


"Guru Besar, Lu Huo dari Sekte Pavilion Harta Karun."

__ADS_1


Seseorang memanggil mereka, setelah Baek Tian menengok siapa orang tersebut. Seketika matanya menjadi terbelalak, tidak bukan hanya dirinya saja yang begitu melainkan Pak tua Lu Huo juga sama sepertinya.


"Anda datang terlalu cepat Guru Besar Lu Huo. Oh, apakah anak muda ini adalah murid yang anda bawa? Dia memiliki kemiripan dengan anda."


Perempuan itu tertawa, membuat hati Baek Tian dan Pak tua Lu Huo yang melihatnya terbang.


Sebenarnya yang dikatakan olehnya adalah sindiran, karena Baek Tian dan Pak tua Lu Huo menatap orang di depannya dengan intens.


"Anda pasti adalah Ratu Kerajaan Yin, Empress Li Mei. Salam, nama saya adalah Baek Tian. Salah satu murid biasa di Sekte Pavilion Harta Karun."


Baek Tian dengan gaya yang elegan menundukkan kepalanya. Pak tua Lu Huo yang melihat itu juga dibuat cukup terkesan.


"Haha, kau sangat sopan sekali anak muda. Baiklah, kalian berdua silakan masuk ke dalam sembari menunggu yang lainnya datang."


"Kalian memang sangat mirip," Empress Li Mei tertawa melihat sikap keduanya.


Li Mei adalah ratu sekaligus penguasa kedua di kerajaan. Dia memiliki tubuh yang sangat menggoda, dirinya juga tinggi, apalagi wajah rupawannya itu sangat pas untuknya, suaranya juga halus seolah kalian sedang mendengarkan seorang duyung bernyanyi.


'Karena itu dirinya mendapatkan gelar bunga nomer satu di kerajaan saat ini, sebelum Xiao Nuwa dan Fu Ning mekar sepenuhnya.'


Batin Baek Tian karena itu dirinya harus menikmati keindahan di depannya itu sepuas mungkin.

__ADS_1


"Kita sampai."


"Ini..."


Mereka telah masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas dan bercahaya.


Ada meja makan di sana dengan hiasan lilin dan bunga-bunga ditengahnya. Meja makan berwarna emas itu sangat panjang dan lebar berbentuk persegi panjang. Ada tiga belas kursi di sana dan seseorang berdiri untuk menyambut mereka bersama ketiga orang anaknya.


"Salam, untuk Kaisar Kerajaan Yin, Yin Song."


"Salam, untuk Kaisar Negeri ini, Emperor Yin Song."


Sebelum Yin Song berniat mengatakan sesuatu, Pak tua Lu Huo dan Baek Tian yang mengenali aura hebat dari orang di depannya langsung menyela orang tersebut. Yin Song kemudian tersenyum melihat mereka berdua.


"Haha, salam untuk kalian berdua. Anda adalah Guru Besar Lu Huo, saya sangat mengenali wajah anda, tapi siapakah murid yang kau bawa ini?"


"Pemuda di belakang saya adalah murid yang saya bawa untuk menemaniku, Yang Mulia. Namanya adalah Baek Tian. Muridku, silakan perkenalkan namamu."


"Saya adalah Baek Tian, Yang Mulia. Salah satu murid yang masih perlu belajar bagaimana menggunakan ilmu tenaga dalam."


"Haha, kau terlalu merendah, murid dari sekte pavilion harta karun, Baek Tian."

__ADS_1


Baek Tian sekali lagi menundukkan kepalanya.


__ADS_2