Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(2)


__ADS_3

Turnamen dibuat menjadi 64 babak dengan sistem gugur, setiap murid akan bersaing melawan satu satu sama lain dengan mengerahkan segala hal yang mereka punya.


Pertandingan dimulai, lawan Baek Tian yang pertama adalah seseorang yang memiliki muka mirip binatang buas.


Keduanya dipanggil untuk masuk ke dalam arena.


"Salam. Namaku adalah Ma Gyeong, murid dari Sekte Kipas Emas."


"Salam. Aku adalah Baek Tian, murid dari Sekte Pavilion Harta Karun."


Pertandingan keduanya dimulai setelah wasit mengangkat tangannya. Ma Gyeong langsung berlari di sana.


Senjata keduanya saling berbenturan dan setelah itu Ma Gyeong terus menekan lawannya. Baek Tian yang sedang dalam keadaan terdesak hanya mampu bertahan saja.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau berniat mengalah?"


Tang!


Ma Gyeong melakukan kesalahan.


"Ah!"


"Jangan salah sangka...," Baek Tian kembali ke posisi bertahan seperti semula padahal waktu itu adalah kesempatan yang bagus untuknya menyerang, "Aku hanya memberikanmu kemudahan, aku mengijinkan untuk menyerangku sampai tujuh kali."


"Apa?!"


Ma Gyeong yang tidak percaya dengan apa yang barusan telah didengarnya berteriak.

__ADS_1


Ma Gyeong melihat keseriusan pada mata Baek Tian, jika itu benar-benar sudah menjadi keputusan musuhnya dirinya tidak akan menahan diri lagi.


"Teknik Rahasia,"


Ma Gyeong mengambil ancang-ancang.


"Tebasan Angin Surga Dari Sekte Emas!"


Ma Gyeong mengumpulkan enegi qi dengan jumlah yang sangat banyak pada pedangnya kemudian melepaskan energi itu pada Baek Tian.


Gelombang emas pusaran angin raksasa keluar dan menghancurkan apa pun yang dilewatinya.


Serangan itu adalah teknik rahasia dan yang paling kuat milik sektenya, karena itu Ma Gyeong yakin seratus persen jika Baek Tian akan menggunakan energi internalnya.


"Kau terlalu meremehkanku, rasakan itu!"


"Kau pasti bercanda..."


Namun serangan itu berhasil diblokir oleh Baek Tian dengan sangat mudah melalui gerakan sederhana seperti mengayunkan pedangnya dari dalam pusaran itu.


"Tersisa lima lagi."


Baek Tian lalu memberikan aura intimidasi pada musuhnya dan membuat tubuh Ma Gyeong seketika membeku.


Ma Gyeong masih mau melanjutkan pertarungan, dia memiliki lima lagi kesempatan yang tidak bisa disiakannya.


Ma Gyeong mengumpulkan energi qi di tubuhnya dan sekali lagi berlari menyerang Baek Tian.

__ADS_1


"Tersisa empat lagi."


"Tersisa tiga lagi."


"Tersisa dua lagi."


"Tersisa satu ini..."


Tapi apa pun usaha yang dilakukannya, semua itu berujung buntu di depan Baek Tian. Dia kemudian mengangkat salah satu tangannya ke langit dan wasit seketika muncul dengan menyatakan kemenangan Baek Tian.


Tidak ada sorak sorai maupun pujian untuknya dari para penonton, mereka bahkan tidak melihat pertandingan yang barusan itu pertarungan bela diri.


- Apa-apaan itu tadi?


- Kau bercanda pasti bercanda...


- Apa yang tadi itu layak ditonton?


Mereka semua terus mengeluh dari bangku penonton dan mencecar Ma Gyeong karena tidak mau berusaha dan memilih menyerah.


Ma Gyeong sebetulnya sama sekali tidak bersalah di sana, hanya saja dia sangat tidak beruntung karena bertemu lawan yang tidak seimbang dengannya. Baek Tian hanya terlalu kuat, itu saja.


Baek Tian telah mendapatkan tempatnya dii 32 besar setelah berhasil mengalahkan musuhnya dengan sangat mudah.


Di babak 32 besar, dia bertemu dengan wajah yang telah dia prediksi akan bertemu dengannya nanti di final.


Wajah itu sekarang sedang melihat ke arahnya dengan rasa haus darah. Orang itu, Tang Zihan memulai sekali lagi kontes menatap dengan Baek Tian.

__ADS_1


"Apa-apaan yang tadi itu, kau hanya memberikan tujuh kesempatan pada musuhmu? Hmph, cupu. Aku bahkan membiarkan musuhku untuk terus menyerang..."


__ADS_2