
Chirp! Chirp!
Suara para burung membangunkan Baek Tian yang beristirahat.
Saat membuka mata dia menemukan matahari yang sudah terbit hampir di atas kepalanya.
"Ah. Apa aku kesiangan?"
Baek Tian tidur dengan pulas.
Kemarin menjadi hari yang sangat berat baginya karena bertarung sampai tiga kali dan melebihi batas tubuhnya.
Baek Tian melihat para burung yang bertengger di kedua sisi pundaknya, rupanya saat dirinya tertidur para burung itu tidak sengaja bertengger di sana. Saat mata mereka bertemu burung-burung itu segera terbang berhamburan ke segala arah.
"Hm?"
Baek Tian hanya memiringkan kepalanya melihat peristiwa yang langka itu.
"Hup. Saatnya kembali bekerja."
Baek Tian masih di tengah-tengah ujian, dia tidak tahu apakah sudah ada seseorang yang melampaui skor miliknya atau belum. Sekilas Baek Tian tiba-tiba terpikirkan tentang seseorang.
Baek Tian berkeyakinan jika orang itu pastinya adalah Tang Zihan. Sudah sejauh mana Goblin yang di bunuhnya hari ini?
Baek Tian penasaran, namun hal itu percuma saja jika terus dia pikirkan.
"Eh?"
Baek Tian tiba-tiba kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
Setelah berubah menjadi wujud vampir yang memberikannya kekuatan dua kali lipat, Baek Tian sekarang menerima dampaknya.
Efek samping hal itu membuat tubuhnya menerima stres berat karena tekanan berlebih yang keluar akibat menggunakan wujud vampir.
Baek Tian sudah mencoba berhati-hati saat melangkahkan kakinya, tetapi efek samping yang tubuhnya terima ternyata lebih berat dari yang diduga.
Bruk!
Dirinya terjatuh dari atas pohon yang tinggi.
"Hei."
Sebuah suara memanggilnya.
"Hei, apa kau tidak baik-baik saja?"
'Apa ini? Sebuah keberuntungan?'
Pikir Baek Tian karena setelah baru bangun, dirinya bisa melihat keindahan di depannya.
"Xiao Nuwa menjauh darinya, dia bukanlah manusia, kau tahu."
Fu Ning yang berdiri di belakang Xiao Nuwa mengagetkan Baek Tian.
Apa dia mengetahui jika dirinya bisa berubah menjadi vampir?
Baek Tian mengernyitkan keningnya karena tidak paham bagaimana cara Fu Ning menemukan hal itu.
"Dia adalah peringkat pertama di papan pengumuman. Bagaimana bisa dia membiarkan dirinya terjatuh semudah itu dari atas pohon."
__ADS_1
'Ah. Rupanya begitu.'
Baek Tian telah salah sangka. Memang benar jika dirinya adalah orang berperingkat satu di papan pengumuman, tetapi yang terjadi sesungguhnya bukan seperti apa yang dipikirkan Fu Ning.
"Meski begitu, dia sudah berjuang keras kan? Apa salahnya jika kita membantunya?"
Xiao Nuwa menghiraukan sahabatnya dan tersenyum sembari menjulurkan tangannya ke arah Baek Tian.
'Xiao... Nuwa?'
Dia sama sekali tidak menyangkan akan mendapat perlakuan seperti ini dari dirinya.
"Hei, apa kau masih juga tidak mengerti?! Dia adalah orang peringkat satu, dia mungkin melakukan hal ini demi menjebak kita berdua. Yang dia inginkan hanya tubuh kita berdua begitulah pria seharusnya!"
Imajinasi Fu Ning sungguh liar terhadapnya. Baek Tian bahkan tidak menyangka hal itu bisa dipikirkan oleh Fu Ning.
"Apa?! B, B, Benarkah itu?"
Dan dengan mudahnya dia bisa mempengaruhi Xiao Nuwa.
"Pastinya! Dia akan menyerang kita berdua saat kita berdua lengah dan menunjukkan taringnya kepada kita nanti. Begitulah mereka semua para pria!"
"Hei, aku tidak seperti itu. Aku adalah seorang pria sejati!"
"Fu Ning, itu yang dikatakan olehnya..."
"Aku tidak percaya! Tidak akan! Nuwa jangan percaya padanya! Janjinya hanya janji manis!!"
Perdebatan ketiganya kemudian masih berlanjut cukup lama di sana.
__ADS_1