
"Kenapa ini sangat berbeda dengan yang kita rencanakan?"
Jenderal Iblis, Ifrit, mengepalkan tangannya sangat erat.
Karena rencananya yang tidak berjalan dengan semestinya, dirinya seperti ingin menjambak rambutnya sendiri dan hampir menjadi gila di sana.
Ifrit mengingat kembali kekuatan pasukan musuh, tim penakluk dari umat manusia nampaknya tidaklah sekuat yang dibayangkan.
"Tapi kenapa rencanaku gagal?"
Apakah pihak manusia masih memiliki kartu tersembunyi?
Dari apa yang telah dirinya amati sampai sekarang, satu-satunya manusia yang harus diwaspadai menurut Jenderal Iblis Ifrit hanyalah Fu Hei. Selain itu dirinya tidak begitu peduli dengan manusia yang lain.
"Kupikir ini sudah waktunya."
Perang telah berlangsung sepuluh hari dan pada waktu itu telah banyak yang terjadi, Jenderal Iblis Ifrit telah menimbulkan banyak kerugian pada umat manusia.
Menurutnya sudah waktunya dia mengakhiri semuanya, pada akhirnya semua ini hanyalah tentang pertarungan antara dirinya melawan seorang manusia yang dijuluki dengan nama Manusia Kekacauan.
"Baiklah, lepaskan monster itu!"
Jenderal Iblis Ifrit memberikan perintah kepada para bawahannya.
***
Tidak ada yang mengetahui bagaimana kejadian mengenai pembantaian ratusan monster disaat perang sedang berlangsung selain dirinya.
__ADS_1
Hanya ada desas desus saja yang terdengar pada saat itu mengenai siapa pelakunya, tetapi semuanya tidak berdasar sama sekali.
"Tetua Baek, jika anda memang sudah sekuat itu dari awal, kenapa anda tidak mengajukan diri untuk bertarung di barisan depan?"
Tentang siapa orang yang telah membunuh ratusan musuh di sana. Hanya dirinya yang mengetahuinya.
"Apa maksud anda, Tetua Sol. Semua hanya memiliki waktunya sendiri."
"Maaf tetapi saya sama sekali tidak paham."
Baek Tian hanya tersenyum mendengarnya.
Melihat ekspresi seperti itu dari Baek Tian membuat Tetua Sol tidak tahan lagi, dia seperti ingn melaporkan Baek Tian sekarang juga.
Dong! Dong!
Api mulai bermunculan dari arah timur dan semua orang segera menuju ke tempat tersebut.
"Sepertinya pihak musuh telah memutuskan untuk memberikan segalanya."
"Apa maksudmu?"
Tetua Sol mengernyitkan keningnya. Tapi sebelum Baek Tian menjawabnya dia menghilang.
Baek Tian bergegas berlari menuju timur, Gagak Tua tiba-tiba datang dan terbang di sampingnya.
"Ke sanalah lebih dulu dan lihat bagaimana situasi di sana."
__ADS_1
Kaoook-!
Gagak Tua mengerti itu dan mulai mengudara.
"Oh,"
Saat penglihatannya terhubung dengan gagaknya, Baek Tian tersenyum melihat sebuah pertunjukan yang lucu.
"Ini menarik."
Di sana Er Ling dengan rombongannya dan beberapa orang lagi lainny sedang berusaha menjaga daerah timur agar tidak dijebol.
Monster itu tidak diragukan lagi sangatlah kuat, tetapi kenapa Er Liing sampai berani memilih berhadapan dengan lawan yang seperti itu.
Baek Tian yakin jika monster di hadapan Er Ling sekarang adalah monster Kelas-A.
Monster itu bernama Hell Dog.
Er Ling bersama para bawahannya terus sebisa mungkin bertahan dan menjaga agar anjing yang terus-terusan menyemburkan api itu merasakan kehadiran mereka.
Sayang sekali anjing itu masih tetap tidak mempedulikan keberadaan Er Ling dan para bawahannya, sungguh menggelikan sekali bagi mereka untuk dipermalukan seorang anjing berukuran raksasa.
Baek Tian telah tiba di sana, namun aura seseorang tiba-tiba meledak dan membuat semua orang mengetahui siapa orang yang melakukannya.
"Jenderal Iblis..."
Nampak wajah yang sangat serius dari Baek Tian.
__ADS_1