Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Buku(4)


__ADS_3

Secara tidak sadar Baek Tian


"Yap. Tidak salah lagi."


Ini adalah buku tersembunyi yang mencatat tujuh gerakan Sword Dancing. Bab Pertama berbunyi...


[ Tahun Ke-68 Kalender Naga, Musim Hujan, Di bawah air hujan yang setiap hari turun. Fu Juese berlatih menggunakan pedangnya karena bermimpi untuk menjadi pendekar yang hebat... ]


Kemudian Bab Kedua...


[ Tahun Ke-68 Kalender Naga, Fu Juese melukai tangannya sendiri dengan bermain pisau sampai membuat darahnya yang keluar itu tidak bisa berhenti... ]


Jika diperhatikan lebih detail lagi ada satu kata kunci penting pada setiap bab. Bab pertama adalah waktu dimana Fu Juese berlatih di bawah ''Air'' hujan, setelah Baek Tian mencernanya hal itu sangat mirip dengan gerakan pertama Sword Dancing, Menari Dengan Air!


Bab kedua menceritakan tentang ''Darah'', Bab ketiga menceritakan tentang ''Petir'', Bab keempat menceritakan tentang ''Pedang'', Bab kelima menceritakan tentang ''Kegelapan'', Bab keenam menceritakan tentang ''Langit'', dan terakhir, Bab Ketujuh yang menceritakan tentang....


Lalu apa gunanya ketujuh batu nisan yang tersebar di seluruh dunia?


Dia tidak perlu repot-repot mengunjungi alam tersembunyi yang ada di setiap sudut dunia untuk mencari batu nisan yang lain.


Dia bahkan tidak perlu takut mendapatkan penolakan dari batu nisan yang suka pilih-pilih ingin memberi pada siapa pengetahuannya yang berlimpah itu.


Semuanya sudah tersedia di buku ini.


"Sungguh peninggalan yang luar biasa dari anda, Pahlawan Legendaris, Pendekar Fu Juese."


Baek Tian memberikan penghormatannya pada buku itu.

__ADS_1


***


"Uwa! Jam berapa ini?!''


Setengah tahun berlalu dengan sangat cepat, Xiao Nuwa yang terlambat bangun bergegas menuju stadium tempat turnamen bela diri diadakan.


-Turnamen bela diri tahun ini akan berbeda kata beberapa ahli bela diri kuat di dunia.


-Rumornya para anggota keluarga kerajaan juga mengikuti turnamen bela diri pada tahun ini apakah benar?


-Apa? Kalau begitu bukankah sekarang sudah jelas siapa yang akan memenangkan turnamen ini?!


-Haha, normalnya sih begitu, tapi entah kenapa para ahli bela diri yang lain malah menjagokan orang lain di sini.


Dalam perjalanan Xiao Nuwa bisa mendengarkan bisik-bisik semua orang yang sudah tidak sabar ingin melihat para aksi ahli bela diri muda bertarung.


"Tentu saja. Baek Tian maupun murid jagoan nomer satu dari ketiga sekte legenda yang lain, bukan tandingan untukku.''


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Xiao Nuwa bisa melihat wajah yang tampak akrab baginya. Di sana Tang Zihan dan Fu Ning terlihat berdua sama seperti hari-hari biasanya.


''Hmph! Minggir kalian berdua..."


Xiao Nuwa tampak kesal ketika berpapasan dengan Fu Ning, 'Kenapa dia harus ada di sini?' Xiao Nuwa secara tidak sengaj menyenggol lengan Fu Ning di sana.


"Ah. Nuwa?!"


Fu Ning berteriak.

__ADS_1


Fu Ning yang tidak membaca suasana hati Xiao Nuwa langsung main terjang ke arah perempuan itu setelah beberapa detik dia mengenali wajahnya.


''Sudah lama ya..."


''...Fu Ning.''


Dia langsung menempelkan tubuhnya dan memeluk erat sahabatnya di sana.


Xiao Nuwa mengerti jika perbuatannya sudah salah karena marah dengan sahabatnya sendiri. Mereka sudah bersahabat lebih dari sepuluh tahun, bukankah ini menunjukkan sikap yang tidak dewasa?


''Maafkan aku yang sangat terlambat mengatakan ini... Tetapi selamat padamu...''


''Selamat? Untuk Apa?''


Senyum.


''Selamat atas pertunanganmu dengan... Tetua Baek.''


Ekspresi Fu Ning seketika berubah menjadi serius. Dia menggenggam tangan Xiao Nuwa kemudian menjelaskan semuanya.


''Apa... Apa kau tidak menikah dengan Baek Tian, Fu Ning?''


Jeger!


Seketika seluruh badan Xiao Nuwa merasa tersambar petir.


'Apa yang sudah kuperbuat?'

__ADS_1


Bahkan sampai bersikap dingin pada Baek Tian, dia pasti sudah sangat membencinya sekarang!


__ADS_2