
Sekretaris Chang Yi tidak mengetahui bila Baek Tian adalah tetua termuda mereka. Instruktur Oh yang melihat mereka berdua kemudian menghampirinya dengan terpaksa karena tidak ada pilihan lain.
"Sekertaris Chang Yi."
"Ada apa Instruktur Oh? Kau tidak lihat aku sedang apa saat ini?"
"Maafkan saya sekertaris, tetapi anda sepertinya masih belum tahu hal ini."
"Apa yang belum kutahu, katakan padaku?"
Dengan muka kesal Chang Yi kemudian menghadapkan wajahnya pada Instruktur Oh, urusannya dengan Baek Tian masih belum selesai lalu kenapa Instruktur Oh mengganggunya?
"Maaf, sekertaris Chang Yi. Baek Tian di sini sebenarnya juga adalah tetua kita."
"Apa?!"
Chang Yi terkejut mendengarnya. Dia hampir saja melompat saat itu juga jika saja tidak ada orang-orang yang memperhatikan.
Chang Yi kemudian terbatuk, dia menjaga dirinya untuk tetap tenang di sana.
"Wek~"
__ADS_1
"Anak setan...!!!!"
Baek Tian menjulurkan lidahnya pada Chang Yi. Instruktur Oh yang melihat mereka berdua kemudian tertawa kecil.
Sampai seseorang menghampiri mereka dengan membawa haremnya. Dialah Si Guru Besar Lu Huo.
"Bertambah berapa lagi jumlah perempuan yang telah anda taklukan Guru Besar?"
Instruktur Oh hanya ingin berbasa-basi di sana, namun pak tua itu tampak serius dan membuat angka tiga di tangannya. Hal itu membuat Instruktur Oh hanya bisa tertawa canggung.
Sekertaris Chang Yi sangat kesal di sana, "Hmph! Dasar bocah tua nakal!"
"Sudah cepat suruh mereka pulang sana."
Pak tua itu menghela napas panjang dan memijat keningnya saat mengingat sikap Chang Yi yang selama ini masih belum berubah padanya.
"Sekertaris Chang Yi, kau tidak perlu terlalu kesal seperti itu. Setiap hari kerjamu hanya kesal dan mengeluh saja. Apa kau tidak bosan?"
Semua orang yang melihatnya sepakat jika orang yang salah di sana adalah Pak tua, Lu Huo. Mereka juga menyadari alasan Chang Yi selalu naik darah dan mudah tersinggung seperti itu, semuanya disebabkan karena Lu Huo.
"Baiklah, maafkan aku gadis-gadis, tapi kalian hanya bisa mengantar sampai di sini."
__ADS_1
"Apanya yang gadis-gadis, mereka adalah ibu-ibu yang sudah tua."
"Oho. Siapa orang tak sopan dan merusak di sini jika tak lain dan tak bukan adalah, Bocah Baek Menarik sekali omonganmu itu, bocah."
Pak tua Lu Huo memberikan tatapan sinis pada Baek Tian
Baek Tian cukup terkejut karena Pak tua itu masih mengingatnya, meskipun tidak dalam artian yang baik. Pak tua Lu Huo tidak akan pernah melepaskan perbuatan Baek Tian padanya karena suatu insiden di masa lalu, dimana saat itu dirinya hampir saja mendapatkan dara muda.
Jika dirinya kembali mengingat itu, Pak tua Lu Huo hanya akan bertambah marah jadi dirinya pergi menjauh sejauh mungkin dari Baek Tian.
Rapat mengenai laporan misi yang dijalankan Guru Besar Lu Huo dan Sekertaris Chang Yi di dunia luar akhirnya dimulai.
Sebuah nama yang tidak asing lagi di telinga Baek Tian. Apalagi nama itu adalah nama yang dikatakan sejajar dengan empat sekte legenda.
"Nama mereka adalah, Gereja Iblis."
"Gereja Iblis? Apakah mereka memang sekuat itu?"
Sekertaris Chang Yi tidak dapat menjawabnya selain bergidik ngeri di sana. Orang yang mampu menjawabnya tidak lain hanyalah Guru Besar, Lu Huo seorang.
"Baiklah, akan kujelaskan tentang mereka pada kalian."
__ADS_1