
"Tuan Muda..."
"Berhenti memanggilku Tuan Muda saat kita sedang berada di luar!"
Tang Zihan berteriak.
Qian Hu menunjukkan kekhawatirannya pada majikannya. Dia tidak mengerti perasaan yang dirasakan oleh tuannya sekarang, namun satu hal yang pasti melihat Tuannya itu kalah untuk kedua kalinya membuat hatinya serasa seperti terbelah.
"Hei, kau baik-baik saja?"
Saat Qian Hu masih ragu-ragu untuk mendekat, di sisi lain seseorang perempuan tiba-tiba menghampirinya.
Fu Ning yang datang segera memberikan bahunya sebagai sandaran untuk membantu Tang Zihan berdiri.
"Kau..."
Tang Zihan tampak ragu menerima bantuan yang diberikan kepadanya, tetapi dengan wajah malu-malu dia akhirnya menerima bantuan tersebut dan berterima kasih.
"Terima kasih."
"Sama-sama."
Setelah mereka berdua berdiri, Fu Ning mulai berbicara sesuatu hal yang konyol dan tidak jelas.
-Apakah aku gendutan? Xuwa sering mengatakan itu. Ok. Baiklah! Aku akan memutuskan untuk berdiet hari ini!!
-Apakah kau tahu, seseorang biksu rupanya bisa merasakan terang***g lho...
__ADS_1
-Aku penasaran apakah di atas sana ada kerajaan langit. Hei, lihat di atas sana, aku menemukan awan yang berbentuk seperti makanan. Ah. Sekarang aku menjadi lapar...
Begitulah sifat bawaan dari Fu Ning, dia tidak ingin melihat siapa pun bersedih.
Jika ada seseorang yang bersedih di depan matanya, dia akan segera menghampiri orang tersebut dan memeluknya. Seperti itulah dirinya.
Perempuan itu mencoba untuk menghibur Tang Zihan yang tertekan dan membantu mengangkat semangatnya, semua itu memang berhasil karena Tang Zihan sempat tersenyum sesaat, sampai kemudian perempuan gila itu mulai menyinggung Baek Tian.
"Cih. Orang jelek itu, dia pasti senang sekali membuli seseorang. Lihatlah wajahnya saat dia menatapmu, dia seolah telah terpuaskan! Wajahnya mengatakan bahwa dirinyalah yang paling keren dan tidak terkalahkan."
"...."
Tang Zihan tidak bisa berkata lagi.
"Tapi kau tidak perlu mempedulikan itu. Tidak! Jangan mendengarkannya! Sejak pertama kali aku melihatnya aku juga sudah tidak suka dengannya!!"
Perlahan senyum Tang Zihan kembali tetapi itu hanya sesaat dan terkesan
Di sisi lain di tempat yang berbeda.
Baek Tian yang menempel di dinding sudah terlihat seperti hewan yang bisa memutuskan ekornya.
Inginnya dia bisa melakukan hal itu untuk sekarang, namun dirinya teringat bahwa dia adalah manusia dan manusia tidak dapat melakukannya.
"Aku tahu itu."
Xiao Nuwa yang muncul tiba-tiba berlari menuju ke Baek Tian.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?"
"Diam. Tolong jangan bergerak dulu."
Baek Tian kesusahan untuk menolaknya dan pada akhirnya memasrahkan apa pun yang ingin diperbuat Xiao Nuwa kepadanya.
"Sudah selesai, bagaimana sekarang?"
Xiao Nuwa tersenyum lalu menepuk-nepuk tangan Baek Tian.
Baek Tian yang melihatnya kemudian mengangguk.
"Ini... dingin..."
Tangan Baek Tian yang terluka sekarang telah mendapat perban dan tidak hanya itu, dia bisa merasakan sebuah sensasi seperti air dingin di dalamnya. Itu membuat tangannya terasa nyaman sekarang dan bisa digerakkan.
"Apa ini salep?"
"Yup!"
Xiao Nuwa tertawa dengan menganggukkan kepalanya.
"Mulai sekarang jika kau terluka, kau bisa mendatangiku kau tahu."
Baek Tian merasakan kelembutan di pundaknya dan aroma yang menggelitik hidungnya.
Xiao Nuwa yang bertengger di pundaknya sembari menutup mata tersenyum. Hal itu membuat Baek Tian terkejut untuk sesaat tetapi Baek Tian tidak menolak apa yang dilakukan Xiao Nuwa.
__ADS_1
"Ini juga sebagian pengobatan lho."
Xiao Nuwa tertawa dan keduanya menikmati momen tersebut sementara waktu.