Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(9)


__ADS_3

Pertarungan Baek Tian melawan Yin Baram sebentar lagi akan dimulai, namun karena Wasit untuk pertandingan ini masih belum menunjukan dir, pertandingan keduanya sudah ditunda untuk waktu yang lama.


- Apa yang terjadi di sini?


- Kenapa pertandingan masih belum dimulai juga?


Baek Tian penasaran apakah sedang terjadi sesuatu yang serius, tapi wasit pertandingan akhirnya muncul dengan tangan dan pakaian bekas berlumuran darah.


"Apa ada sesuatu yang terjadi tuan?''


"Ah. Ini..."


Wasit itu ingin menghindari pertanyaan dari Baek Tian samai seseorang berteriak dari bangku penonton dan mengagetkan semua orang.


"Keributan apa itu?"


Yin Baram yang melihat situasi aneh juga merasakan ada sesuatu yang salah di sini.


"Tuan bisakah anda mengatakan pada kami apa yang telah terjadi?"


Baek Tian sekali lagi menatap pada wasit.


"Itu... Temanmu. Orang itu sekarat dan sekarang sedang berjuang di alam hdup dan mati..."


"Apa?"


Baek Tian mengernyitkan keningnya. Siapa yang dimaksud wasit itu?


Seseorang kemudian muncul dan membuat Baek Tian terbelalak. Di sana dia melihat Su Lian, murid dari Sekte Gunung Hua, menyeringai dari balik topengnya yang tersisa setengah.

__ADS_1


"....Su Lian?"


Meski setengah wajahnya tertutupi, Baek Tian bisa mengenali wajah khas orang itu.


"Kenapa dia ada di sini, Duke Demon... Su Lian."


Mata Baek Tian bergetar melihatnya.


"Lalu jangan bilang, orang yang sedang sekarat itu adalah..."


...


..


.


"Yaa. Dia adalah muridku yang paling kuat serta paling misterius."


Han Seo kemudian mengingat bagaimana pertemuan dirinya dengan Su Lian.


"Suatu hari aku tidak sengaja bertemu dengan Su Lian, kala itu dia masih belum mengenakan topeng dan masih berpakaian layaknya gelandangan pada umumnya."


Su Lian menunjukkan mata yang penuh semangat untuk belajar ilmu bela diri darinya.


"Aku kemudian meminta Su Lian untuk duduk di bawah pohon bunga plum dan melakukan meditasi selama satu minggu, tidak tidur, tidak bergerak, tidak makan dan juga tidak minum."


"Uwaa. Anda orang yang sangat kejam, Guru Besar Han Seo. Tapi aku setuju denganmu, orang-orang mengatakan niatnya untuk belajar ilmu bela diri, namun semangat itu hanya bertahan selama beberapa hari saja."


"Begitulah yang kupikir, sebelum Su Lian benar-benar bisa melakukannya."

__ADS_1


"Apa? Apa maksudmu dia melakukan selama satu minggu penuh?"


"Tidak. Aku datang di hari kelima, tapi aku tidak menyangka bocah berumur lima tahun bisa bertahan selama itu."


Guru Besar Yi Jin yang mendengarnya menjadi tersentuh.


"Kalau begitu, aku tidak sabar untuk melihat bagaimana bocah itu bertarung."


Nama Tang Zihan dan Su Lian dipanggil untuk masuk ke arena.


Keduanya saling berhadapan satu sama lain.


Baik para penonton maupun guru besar ingin melihat murid nomer satu Sekte Gunung Hua bertarung melawan anak paling jenius di dunia, Si Anak Tuhan, Tang Zihan.


Setelah wasit mengangkat tangannya ke udara pertarungan kemudian dimulai.


Tang Zihan dengan pedang kristal miliknya menusuk berulang kali pada Su Lian, namun orang itu berhasil menghindar dari tusukan tajam Tang Zihan berulang kali.


Keduanya kemudian saling bertukar serangan sangat sengit, tidak ada yang mau mengalah. Lalu tiba-tiba Su Lian memainkan tombaknya dan berhasil menusuk bahu kiri Tang Zihan.


Saat mencabut tombak itu, segumpal darah kemudian terciprat dan jatuh ke tanah dari lubang bekas luka Tang Zihan.


"Apa ini sungguh kemampuanmu? Aku kecewa..."


"Apa katamu?"


"Apa yang Baek Tian lihat dari orang lemah seperti ini?"


Aura yang sangat dahsyat keluar setelah Su Lian memprovokasi Tang Zihan.

__ADS_1


__ADS_2