Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Ujian(5)


__ADS_3

"B, B, Bagaimana Ogre bbisa menjadi monster di tempat ini?"


Perempuan itu berbicara dengan tenggorokan yang kering dan karena itu suaranya terdengar bergetar.


Ogre itu tersenyum dengan gada di tangannya, dia melancarkan sebuah serangan pada perempuan itu sedangkan perempuan itu malah menutup matanya dan berteriak.


'Tamat sudah.'


Perempuan itu berpikir cukup sampai di sini.


Perjalanannya berhenti di sini.


Tetapi saat membuka mata, perempuan itu terbelalak. Dia mendapati seseorang sedang bertarung melawan monster itu.


"Kau tidak apa-apa?"


Xiao Nuwa menjulurkan tangannya ke arah perempuan itu.


"T, T, Terima kasih..."


Ucap perempuan itu masih dengan suara yang bergetar.


"Anu..."


"Ya?"


"Apa tidak masalah membiarkan dia bertarung sendirian?"


Perempuan itu menunjuk ke arah Fu Ning yang sedang berhadapan dengan Ogre.


"Tidak masalah. Lagipula orang itu sangat suka bertarung."


Jawab Xiao Nuwa dengan cepat.


"Juga, dia tidak mungkin kalah."


Mendengar itu perempuan barusan mengernyitkan keningnya.


"Bagaimana bisa kau begitu percaya diri? Bukankah kita sama-sama masih belum menguasai Ki atau tenaga dalam?"


Perempuan itu bertanya-tanya.


'Lantas... apakah semua itu dia lakukan dengan hanya kekuatan fisik biasa saja?'


Jual beli serangan terjadi di sana. Dengan pedangnya Fu Ning berhasil meninggalkan luka lebar di punggung dan dada Ogre.


Ogre itu sekarang tampak kelelahan.


'Mustahil. Semua itu... hanya dengan kemampuan fisik saja?'

__ADS_1


Perempuan itu menelan ludahnya, sekarang dia memahami kenapa mereka bisa dipanggil jenius.


Perbedaan mereka sangat jelas terlihat bagaikan langit dan bumi.


'Luar bisa. Jadi itu kekuatan salah satu, Dua Burung dari selatan.'


"Kau tidak apa-apa?"


Fu Ning kembali setelah mengalahkan Ogre dan berjalan dengan menyarungkan pedangnya.


'Jika demikian, bisakah kita orang biasa bersaing dengan mereka?'


Perempuan itu menunjukkan wajah cemburu.


"Ah. Sebentar lagi pengumuman akan diberikan."


Fu Ning melihat matahari yang sebentar lagi akan terbenam.


Setiap matahari terbenam sebuah pesan pengumuman akan muncul. Itulah sesuatu yang juga disampaikan kepada mereka saat mereka baru saja memasuki hutan.


'Apa itu pantas dilihat? Tebakanku tidak ada orang biasa yang menduduki lima besar.'


Perempuan itu kembali murung.


"Hei, apa kau baik-baik saja?"


"Ah, maaf. Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja..."


Ding!


[ Hasil sementara hari pertama. ]



Baek Tian. Skor : 18 Goblin


Tang Zihan. Skor : 17 Goblin


Mo Xian. Skor : 10 Goblin


Li Guanji. Skor : 8 Goblin


Fu Ning. Skor : 8 Goblin


Qian Hu. Skor : 5 Goblin


Xiao Nuwa. Skor : 4 Goblin


.

__ADS_1


.


.



'Hup!'


Perempuan itu tiba-tiba menutup mulutnya.


'Tidak mungkin!'


Sungguh sulit dipercaya. Ada seseorang yang bisa menyaingi para jenius berbakat?


Perempuan itu tersenyum.


"Baek Tian, huh."


Dia kemudian tertawa.


***


"Siapa itu Baek Tian?"


"Hei, apa kau pernah mendengar namanya?"


"Apa Baek Tian sungguh orang biasa?"


"Dia bisa menyaingi skor milik Tang Zihan??"


Banyak pertanyaan menghujani mereka para peserta di pintu kedua.


Mereka yang sebelumnya belum pernah mendengar nama Baek Tian menjadi penasaran dengannya.


"Baek Tian...? Aneh. ku belum pernah mendengar namanya."


Tutup Fu Ning.


Sementara itu Baek Tian berhasil meninggalkan kesan di dalam hati Xiao Nuwa.


"Bukankah dia adalah seseorang yang memperkenalkan namanya kepada kita sebelumnya."


"Eh. Benarkah itu, yang mana?"


"Hmm. Seingatku... Kau pernah mengatakan jika dia adalah orang terjelek yang pernah kau temui."


Duar. Seolah tersambar petir Fu Ning kemudian mengingatnya.


"Kau benar."

__ADS_1


"Fufu. Bukankah ekspresimu sekarang tampak lucu."


Xiao Nuwa tertawa. Entah kenapa ada sedikit perasaan di dalam hatinya yang mengatakan padanya untuk sekali lagi melihatnya.


__ADS_2