Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(5)


__ADS_3


Pertarungan ini akan sangat seru. Sama seperti pertarungan Yi Jihye dan Xiao Nuwa kemarin!



- Benarkah? Siapa yang akan bertarung?


- Mereka masih sama, masing-masing murid dari empat sekte legenda. Jelas kekuatannya akan berbeda dari para peserta yang lain!


Tangan Er Ling tidak dapat menahan diri untuk tidak takut.


Namanya telah disebut oleh wasit untuk yang ketiga kalinya jadi sekarang adalah waktu baginya untuk keluar atau dia akan didiskualifikasi.


Sesampainya dia di luar, sorak sorai yang memberikan semangat menggelegar sampai di seluruh stadium, apalagi sorakan semangat itu semuanya ditujukan hanya untuk dirinya.


Sesaat perasaan Er Ling di sana sudah agak lebih lega, tetapi setelah wasit tiba-tiba memanggil nama Baek Tian di sana, perasaan takut itu kembali muncul dan makin membesar setelah Baek Tian keluar.


"Salam. Saya adalah Baek Tian, murid dari Sekte Pavilion Harta Kaun."


"S-Salam. Na-Namaku adalah Er Ling, berasal dari Sekte Naga Kun Lun."


Er Ling di sini dikenal sebagai cahaya yang sudah ditunggu sektenya sejak sangat lama. Bakat Er Ling adalah yang nomer satu di sana.Orang-orang sering menyebutnya bahwa bakat itu tidak dapat ditemukan seratus tahun sekali.


'Benar, aku tidak boleh mengecewakan mereka.'


Er Ling mengepalkan tangannya.


Karena alasan itu Er Ling tidak boleh menyerah maupun mengkhianati doa serta harapan orang-orang, guru dan para tetua di sektenya.

__ADS_1


Dia sudah membawa nama sektenya saat ini, sehingga Er Ling harus bisa menang di sini!


Er Ling mengedarkan seluruh energi qi ke dalam badanya dan membuat pertahanan di sana.


"Berapa kesempatan yang akan kau berikan padaku?"


"Kesempatan..."


Baek Tian dan Tang Zihan sudah terkenal dengan pertarungannya yang akan memberikan lawannya keuntungan untuk menyerang terlebih dahulu.


"......."


"Kenapa kau terdiam?"


"Apa kau sangat mengharapkan kesempatan? Padahal kau sudah sangat kuat?"


Mendengarnya membuat alis mata Er Ling berkedut. Tindakan yang dirinya lakukan saat ini, tidak ada bedanya dengan sedang mengemis.


"Baiklah, aku akan memberikan lima kesempatan untukmu."


"..Benarkah?"


Meski begitu Er Ling tetap masih tersenyum setelah menerima kemudahan itu, bukan malah marah dan merasa terhina.


Er Ling tidak mempermasalahkan apa pun cara yang bisa dia gunakan, apa pun itu asalkan kesempatan menangnya dapat meningkat maka akan dia lakukan.


Wasit mengangkat tangannya dan pertarungan resmi dimulai.


Seperti janjinya, Baek Tian akan bertahan dengan memberikan selama lima kali kesempatan sebelum menyerang.

__ADS_1


"Ilmu Pedang Naga..."


Er Ling memutuskan untuk menyerang Baek Tian langsung dengan jurus andalannya.


Baek Tian yang melihatnya masih terdiam berdiri dengan pedang yang terlihat sedang dimainkan pada tangan kanannya.


Dia tersenyum seakan menantikan jurus seperti apa yang akan digunakan Er Ling.


"Auman Sang Naga!"


Er Ling menusuk mengunakan pedangnya dengan mengincar langsung ke bagian jantung dari Baek Tian


Trang!


Namun pedang itu ditahan oleh Baek Tian menggunakan pedangnya.


"Itu masih belum berhenti dari sini."


Er Ling mengeluarkan senyuman yang sangat lebar, seketika itu sebuah ledakan tiba-tiba terjadi dan memaksa Baek Tian untuk terseret mundur karena menerimanya.


Er Ling tidak dapat membaca bagaimana ekspresi Baek Tian saat ini, karena wajahnya yang tertutupi bayangan hitam.


'Apa dia marah?'


Pikir Er Ling yang mengkhawatirkan apakah hak istimewanya akan dicabut atau tidak.


'Apa aku sudah berlebihan?'


Namun yang terjadi sama sekali tidak sesuai dengan dugaan Er Ling sebelumnya, Baek Tian malah tersenyum cerah dan menantikan serangan seperti apa lagi yang berikutnya.

__ADS_1


"Tersisa empat lagi."


__ADS_2