Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Akhir Turnamen(4)


__ADS_3


Aku akan memikirkannya...



Baek Tian kembali ke ruangannya, dia menghela napas karena berhasil kembali dengan selamat.


Dia mengingat kembali tentang ajakan Sesepuh Wu Zong padanya, entah apa yang akan terjadi jika dirinya menolak di sana, apakah dirinya akan mati di sana?


Baek Tian sekali lagi menghela napas lega.


Dengan alasan akan memikirkannya, dia berhasil kembali dengan selamat.


Memang yang tadi itu sangat berbahaya menyusup ke sana sendirian untuk mencari informasi, bahkan setelah dirinya mengetahui bagaimana kekuatan di pihak musuh dari hasil rapat para tetua setengah tahun yang lalu. Baek Tian masih tetap saja tidak peduli.


"Tapi kenapa dia sangat tertarik denganku?"


Ada sesuatu yang dilihat sesepuh Wu Zong darinya, tetapi apa itu Baek Tian masih belum yakin.


Bisa jadi itu mungkin karena aura hitam yang dikeluarkan oleh Raja Vampir di masa lalu, sehingga dirinya menjadi sangat tertarik padanya dan melihat ada potensi Baek Tian untuk bergabung dengan aliran hitam.


"Semoga saja bukan itu."


***


Orang yang akan bertarung di perempat final adalah tiga orang. Satu dari tiga orang akan lolos ke babak final dengan mudah.

__ADS_1


Setelah diundi seseorang yang mendapatkan hadiah itu adalah Su Lian, yang seharusnya itu adalah tempat milik Tang Zihan. Sehingga Baek Tian akan bertemu dengan dirinya di babak final.


"Salam, apakah anda mengingat saya Tetua Baek?"


"Salam untuk tuan muda pertama, mana mungkin saya bisa melupakan wajah dan kharisma anda Pangeran Yin Yuze."


Yin Yuze tersenyum mendengar perkataan Baek Tian.


Wasit kemudian mengangkat tangannya lalu membuat pertarungan dimulai.


Yin Yuze adalah seorang ahli bela diri yang menggunakan senjata jarak jauh, dia adalah ahlinya menggunakan busur panah.


"Maaf tetapi saya harus menjaga jarak dengan anda di sini Tetua Baek, jangan membenci saya nantinya."


"Mundur demi kemenangan juga merupakan kekuatan Pangeran Yin Yuze, anda tidak perlu meminta ijin seperti itu."


Baek Tian yang melihatnya kemudian memiringkan kepalanya.


'Apa yang ditembak Pangeran pertama bila di sana tidak ada panah?'


Namun setelah itu sebuah peluru angin melesat kencang dan menggores pipi kiri dari Baek Tian.


"Ah, sial. Meleset!"


"Apa-apaan yang tadi itu, anda menggunakan qi sebagai pengganti anak panah?"


"Haha, kau benar sekali Tetua Baek."

__ADS_1


Baek Tian merasa lebih bersemangat setelah apa yang dilakukan pangeran pertama padanya. Pertandingan kali ini akan cukup menarik menurutnya.


Woooosh!


Sekali lagi Yin Yuze menembakan peluru qi di sana, peluru itu kemudian terbagi menjadi dua dan menusuk Baek Tian yang terkejut dengan peluru istimewa tersebut.


"Ini... sepertinya anda telah bermain dengan api tuan muda."


"Sudah kubilang kan Tetua Baek, jangan sampai anda membenci saya setelah ini."


Melihat kepercayaan diri yang begitu tinggi dari tuan muda pertama membuat Baek Tian mulai sedikit serius.


''Haha, mana mungkin saya akan melakukan itu pada anda, tapi jangan salahkan saya setelah pertarungan ini anda akan mengganti senjata."


"Oho, menarik sekali apa yang kau katakan barusan Tetua Baek. Kalau begitu majulah dan coba tangkap aku"


"Sesuai permintaan anda Yang Mulia."


Baek Tian mulai berjalan.


"Ada apa, jika begitu panahku akan benar-benar mengenaimu."


Reaksi yang ditunjukkan Baek Tian sangat berbeda dengan lawan-lawannya yang sebelumnya. Jika itu mereka, orang-orang itu pasti bakal berlarian karena ingin berada di dekat Yin yuze dan menangkapnya.


"Sky of Supreme Sword Dancing..."


"Book 1, Dance with water!''

__ADS_1


__ADS_2