
"Luo Yan?"
Long Fei langsung mengenali Luo Yan.
Bagaimana tidak, Long Fei tidak akan pernah melupakan wajah orang yang membuat dirinya harus menerima hukuman meski hukumannya untuk saat ini sedang ditunda.
"Kalau begitu orang yang berdiri di sampingnya itu pasti..."
Padahal mereka baru bertemu kemarin, apa yang Luo Yan pikirkan main pergi menemui bos mereka begitu saja? Kali ini dirinya tidak akan mudah dilepaskan dan Luo Yan akan menerima akibatnya bersama orang yang ada di sisinya.
"Baek Tian?"
Pandangan Long Fei berganti pada Baek Tian.
Aneh memang, dia belum pernah bertemu dengan Baek Tian sebelumnya, tetapi dia sudah langsung bisa mengenalinya. Long Fei secara tidak sadar keceplosan menyebutkan nama itu.
Di depan Long Fei, Baek Tian tersenyum, tanpa dirinya perlu memberitahukan namanya rupanya seseorang sudah mengenal dirinya.
"Baek Tian?"
Han Zhongyun bertanya sembari menaikan salah satu alisnya. Apa yang diperbuat Baek Tian di markasnya?
"Aku ingin bertanya sesuatu."
Han Zhongyun kemudian maju dan membuat dirinya sejajar dengan Baek Tian.
"Ada apa memangnya, sampai kau repot-repot kemari?"
"Apakah tawaran untuk bergabung masih tersedia?"
Han Zhongyun terbelalak, dia melihat teman-temannya di sekitar seolah menanyakan apakah benar yang barusan telah dia dengar itu?
Sedangkan Luo Yan yang mengawasi sedari tadi di belakang juga ikut terkejut. Dia tidak menyangka hal tersebut, dia awalnya berpikiran jika Baek Tian ingin membuat masalah di markas Naga Petir sehingga dia bersiap dengan selalu meletakkan tangannya pada gagang pedang di pinggulnya.
__ADS_1
'Baek Tian ingin bergabung denganku?'
Ini suatu keajaiban!
Orang yang ingin menjadi anak buahnya adalah Baek Tian. Dia seseorang yang mendapat julukan Super Rookie bahkan sebanding dengan, Anak Tuhan, Tang Zihan. Jadi mana mungkin Han Zhongyun akan melepaskan orang sebaik itu-!
"Hahaha. Rupanya begitu, aku telah salah menilai. Tentu! Tentu saja!! Masih ada banyak tempat yang tersedia untukmu!!!"
"Bukan, bukan itu yang aku maksud. Aduh, aku salah mengatakannya..."
"Apa?
Han Zhongyun mengernyitkan keningnya. Lalu apa yang dimaksud Baek Tian?
Baek Tian sendiri menggaruk pipinya karena malu akan kesalahannya itu.
"Kau, kau adalah orang yang harus bergabung denganku."
Tutup Baek Tian dimana membuat semua orang saat itu berteriak karena terkejut.
Tang Zihan melihat ke arah tangan Yun Nana di depannya.
Yun Nana masih menunggu tangan dari Tang Zihan untuk membalas jabat tangan darinya dan membuat mereka kemudian resmi menjadi satu kelompok.
"Kau sungguh ingin aku untuk bergabung dengan kalian?"
Yun Nana dengan sigap mengangguk menjawab pertanyaan itu.
"Baiklah. Tolong katakan ini kepada pimpinanmu..."
"Hm, apa itu?"
"Lebih baik kau bergabung dengan kami..."
__ADS_1
"Astaga, aku salah mengatakannya kembali..."
"Bergabunglah denganku, Baek Tian!"
"Bergabunglah denganku, Tang Zihan!"
Baek Tian dan Tang Zihan mengatakannya secara bersamaan, namun nama yang mereka bicarakan sama-sama terbalik.
Tapi maksud mereka tersampaikan dengan jelas, keduanya berhasil membuat orang di depannya menjadi marah besar.
"Apa katamu barusan?!" Urat-urat di kepala Yun Nana dan Han Zhongyun perlahan mulai keluar.
***
"Aigo. Aku tidak percaya kau berani mengatakannya langsung di depan orang itu."
Luo Yan tertawa saat mengingatnya.
"Hmph. Begitulah."
Baek Tian dengan bangga menggosok hidungnya.
Kejadian itu jelas sangat menarik dan akan segera membuat Tang Zihan menjadi pusat perhatian. Kabar mengenai deklarasi perang itu akan menjadi topik utama di dalam sekte lalu seseorang yang mendapatkan banyak keuntungan di sini jelas adalah Baek Tian.
"Kau melihat wajahnya?"
"Tang Zihan, sungguh berani. Aku tidak mengira dia akan melakukan hal seperti itu--"
"Ah..."
"...Ah."
Kedua rival itu secara kebetulan berpapasan.
__ADS_1
Dalam hatinya mereka berdua saling tertawa satu sama lain.
Tapi sesuatu diluar dugaan kemudian terjadi dan membuat nama Baek Tian dan Tang Zihan sebagai pusatnya. Mereka dianggap telah melakukan aliansi atau semacamnya.