
Ifrit melihat Baek Tian dengan mata yang tidak percaya. Dia bertanya bagaimana bisa seseorang dari tahap Grand Master melakukan hal yang seperti itu?
Baek Tian ada dua meski dua-duanya sangat mirip tetapi jelas ada perbedaan dari keduanya, sayang Ifrit masih belum mengetahui yang asli diantara mereka.
Ifrit membuka sayapnya dan sekarang dirinya mengambang di udara.
"Apa pun trik sulap yang ingin kau lakukan, dirimu itu tidak akan pernah mencapai diriku!"
Ifrit sempat terganggu dengan Baek Tian, entah kenapa dia merasakan ada sesuatu yang salah pada bocah ini. Maka dari itu, dirinya sekarang terlihat sedang marah.
Bagaimana hal itu bisa dia rasakan dari sosok makhluk rendahan di bawahnya?
Di sana sudah ada ratusan pasukan monster yang sangat kuat, dirinya akan membiarkan Baek Tian bersenang-senang dengan mereka.
"Sekarang takutlah kepadaku."
Ifrit mengharapkan ekspresi sedih dan penuh keputusasaan dari wajah Baek Tian namun dirinya tidak pernah menyangka, akan ekspresi bahagia darinya.
Dia mengarahkan senjatanya itu sekilas terlihat seperti untuk membidiknya.
'Bocah manusia ini sangat bodoh karena ingin menyerangku dari jarak sejauh itu. Hahaha. Manusia tetaplah manusia mau berapapun umur mereka.'
Namun yang tidak pernah disangka dari Jenderal Iblis Ifrit di sana adalah bayangan mengenai skenario bila Baek Tian berhasil menembak jatuh dirinya. Lagipula manusia mana yang bisa melakukannya?
__ADS_1
"Seni Takdir,"
"Sword Dancing,"
"Takdir Sang Tombak!"
"Gerakan kedua, Menari Di Atas Darah!"
Bayangan Baek Tian juga tidak tinggal diam di sana, sementara Baek Tian yang asli sedang berurusan dengan Jenderal Iblis, dirinya merubah setengah pasukan di sana menjadi boneka untuknya dengan menggunakan qi darah.
Ifrit tidak dapat menghindar dari serangan super cepat Baek Tian dan terpaksa terjun bebas pada ketinggian yang ekstrem.
Padahal energi itu hanya menyerempet sedikit saja pada sayap Jenderal Iblis tetapi hasilnya langsung terlihat dan menciptakan luka yang fatal di sana.
Dan sekarang Jenderal Iblis yang sedang tersungkur di tanah, sedang melihat ke arah Baek Tian dengan mata yang sangat haus akan darah.
"Serang bocah itu....!!!!"
Mengikuti bayangannya, Baek Tian secepat mungkin merubah kuda-kudanya dan menggunakan seni berpedang yang sama.
Keduanya kemudian mengambil semua kendali atas tubuh semua monster.
"Sia, ada apa, apa kalian semua tuli?!"
__ADS_1
Jenderal Iblis berteriak berulang kali di sana tetapi tetap tidak ada perubahan yang terjadi pada pasukannya, entah kenapa mereka semua lumpuh dan buta dengan perintahnya.
Dua Baek Tian itu memainkan tangannya dan seluruh monster kemudian saling menyerang antara satu sama lain.
"Ini..."
Fu Hei terkesima dengan keajaiban yang dibuat Baek Tian. Fenomena seperti itu baru pertama kali ini dia melihatnya.
Para Monster saling bertarung dan menikam jantungnya satu sama lain.
"Ini adalah akhirnya, tolong menyerah saja Jenderal Iblis, Ifrit."
Dua orang Baek Tian sekarang sedang berdiri di depan Ifrit sembari mengacungkan pedang mereka.
"Apa maksudmu, aku tidak akan pernah menyerah kepada manusa rendahan!"
Ifrit masih belum berputus asa, harga dirinya sebagai jenderal iblis masih tetaplah ada walaupun dirinya sekarang tidak dapat terbang.
"Sayang sekali, hei Ifrit."
Suara seseorang muncul entah darimana, dan karena itu Baek Tian mulai mengedarkan energi qi miliknya untuk mencari tahu.
"Tidak perlu seperti itu kawan."
__ADS_1
Seseorang iblis sebaya dengan Baek Tian muncul dari kehampaan.