Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Harta Karun(5)


__ADS_3

"Apa artinya itu?"


"Itu berarti, aku bisa berubah wujud menjadi dirimu dengan menggunakan kekuatanmu sebebasku di masa depan."


Baek Tian baru pertama kali mendengarnya, Gagak tua di depannya tertawa bahagia. Sayang sekali dirinya sudah terlanjur menekan kontrak dengan gagak tersebut.


Setelah menjalin kontrak dengan seseorang, Gagak itu dapat merubah wujudnya menjadi pemiliknya dan menggunakan kemampuannya.


Rupanya itu adalah syarat mutlak sebelum dirinya dapat menggunakan kemampuan magis utamanya.


"Sayangnya aku tidak bisa membawa juga apa yang ada di dalam tubuhmu, tetapi dengan kekuatan dan bakatmu ini kurasa semuanya sudah cukup."


Yang dimaksud Gagak Tua itu adalah Raja Vampir Cecilion yang sekarang sedang bersemayam di dalam tubuhnya. Karena Gagak Tua itu tidak dapat menirunya, dirinya jadi tidak bisa mengerahkan seratus persen kekuatan yang dimiliki Baek Tian.


"Apa yang harus kukatakan, terlalu serakah juga tidak baik."


Gagak Tua itu berkata dengan sok bijak, membuat alis Baek Tian berkedut mendengarnya.


"Baiklah, kupikir aku sudah menemukan apa yang kuinginkan dan sekarang saatnya kita untuk keluar."


Baek Tian menghabiskan dua harinya yang berharga di dalam ruangan harta dan setelah dirinya keluar, alangkah terkejutnya Baek Tian saat melihat Xiao Nuwa dan Tang Zihan yang sudah ada di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan?"

__ADS_1


"Bukan hanya dirimu yang mampu melakukannya juga, minggir kau kepar*t!"


"Hehe. Aku berhasil menjadi tetua yang baru juga!"


Baek Tian melihat kepergian Tang Zihan dan Xiao Nuwa menuju ruang harta secara bersama-sama.


Baek Tian berjalan-jalan bersama Gagak Tua yang bertengger di pundaknya. Keduanya mencium aroma udara segar dengan ekspresi bahagia seolah mengatakan, inilah yang dinamakan hidup.


"Nak, aku akan terbang sebentar. Pergilah kemanapun kau mau, aku akan menemukanmu nanti."


Baek Tian merelakan Gagak Tua itu pergi berpetualang.


Sampai seorang muncul tiba-tiba di depannya dan memberikan surat.


"Salam pada tetua yang baru."


"Ada apa?"


"Ada sebuah berita darurat. Semua tetua telah dipanggil menuju ke gedung utama. Hanya anda saja yang tersisa, tetua."


Baek Tian menganggukkan kepalanya mengerti dan berjalan menuju gedung utama.


Saat Baek Tian masuk ke dalam aula, dirinya melihat semua orang yang telah duduk dan menempati tempatnya masing-masing.

__ADS_1


"Anda datang terlambat tetua, Baek. Sekarang silakan pilih tempat duduk anda dimanapun."


Baek Tian meminta maaf atas kedatangannya yang terlambat karena dirinya baru saja keluar dari ruangan harta karun. Mendengar hal itu semua orang memberikan pemakluman.


Baek Tian mengambil tempat duduk di sudut.


"Jadi ada berita apa sampai membuat para tetua berkumpul?"


Baek Tian bertanya pada Instruktur Oh yang memimpin rapat.


"Di selatan, tepatnya perbatasan wilayah kerajaan. Seekor monster sedang mengamuk bersama para pasukannya, setiap sekte diminta untuk mengirimkan dua orang tetua mereka ke sana."


"Hanya itu?" Instruktur An menghembuskan napas panjang. Memanggil para tetua hanya untuk hal seperti itu, bukankah mereka hanya membuang waktu? Batin Instruktur An.


"Aku belum selesai tetua, An."


Instruktur Oh kemudian mengatakan monster apa yang akan ditaklukan mereka.


"Monster ini memiliki tingkatan Kelas-A, yang berarti dia sekuat kultivator tahap Elite atau di atasnya."


Instruktur Oh memberikan sebuah gambaran mengenai kemampuan monster itu, tetapi yang lebih mengejutkannya di sana ada ras iblis yang berpangkat jenderal juga.


"Jadi bagaimana?"

__ADS_1


"Itu..."


Instruktur Sol tidak bisa menjawabnya. Seorang Jenderal Iblis muncul bersama dengan monster Kelas-A di sana. Tingkat kesulitan misi ini jelas diluar kemampuan manusia.


__ADS_2