Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Perjamuan(2)


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Yin Song menjadi Kaisar dari umat manusia. Dia adalah seseorang kultivator pertama yang berhasil mencapai tingkatan tahap Lord.


Singkatnya, orang yang berdiri di depan Baek Tian saat ini adalah orang nomer satu di umat manusia.


Kaisar Yin Song kemudian meminta anak-anaknya untuk mengenalkan dirinya masing-masing.


"Namaku adalah Yin Yuze."


Yang pertama adalah kakak tertua, Yin Yuze. Yin Yuze lebih tua dari Baek Tian dengan perbedaan usia yang tidak terlalu jauh, hanya selisih dua tahun. Pak tua Lu Huo mengagumi bakatnya yang sudah berada ditahap Master.


"Aku adalah Yin Baram."


Selanjutnya adalah anak kedua, Yin Baram. Dia adalah anak yang sebaya dengan Baek Tian dengan tingkatan kultivasi ada ditahap Great Warrior.


"S-Saya adalah Yin Yuehua."


Dan yang terakhir adalah anak perempuan satu-satunya Kaisar Yin Song, Yin Yuehua mengenalkan namanya dengan malu-malu. Hal itu nampak membuat hati kecil Baek Tian seperti ingin menjahili anak itu.


Seperti kakaknya yang lain, Yin Yuehua juga bisa menggunakan ilmu tenaga dalam, dia adalah kultivator di tahap Warrior.

__ADS_1


Baek Tian yang mengelus dagunya mencoba mengingat kembali suatu kejadian menarik di masa depan. Seharusnya orang yang menemani Pak tua Lu Huo saat ini, tak lain dan tak bukan adalah Tang Zihan namun karena masa lalu sudah berubah, sekarang dirinya yang akan menggantikan posisi Tang Zihan.


'Apakah itu berarti, sebentar lagi aku orang yang akan ditunangkan dengan putri kecil, Yin Yuehua?'


Baek Tian menelan ludahnya, dia mulai membayangkan sebuah skenario yang masih belum terjadi.


"Baiklah, silakan duduk kalian berdua."


Tetapi apa yang terjadi sungguh sama sekali berbeda dari apa yang terjadi di masa depan.


Sesaat kemudian satu persatu tamu undangan mulai berdatangan.


Disusul dengan Guru Besar dari Sekte Gunung Hua, Guru Besar dari Sekte Lembah Pedang, Yi Jin datang bersama dengan murid sekaligus cucunya, Yi Jihye.


Yi Jihye yang melihat ke arah Baek Tian menundukkan kepalanya seolah sedang memberikan penghormatan pada orang di depannya itu. Aksi tersebut membuat Baek Tian kemudian bertanya-tanya.


"Anda di sini rupanya, Guru Besar Lu Huo. Anda sampai lebih dulu daripada saya rupanya, hal ini cukup tidak terduga."


Orang yang mengatakannya adalah Guru Besar dari sekte Naga Kun Lun, Sama Yang. Dirinya datang bersama dengan Er Ling di belakangnya.

__ADS_1


"Huh?!"


Er Ling cukup terkejut saat melihat Baek Tian.


"Apa yang kau lakukan di sini. Ini tidak benar, apa seorang tetua diperbolehkan mengikuti turnamen bela diri untuk para generasi baru?"


Seketika semua orang melihat ke arah Baek Tian, mereka tidak percaya dengan apa yang dibilang oleh Er Ling di sana sehingga menginginkan jawaban langsung dari orang bersangkutan.


Baek Tian menggaruk rambutnya dan untuk sesaat dirinya bingung apakah harus mengatakan identitasnya itu atau tidak.


Namun pada akhirnya, Baek Tian yang tidak memiliki pilihan lain itu menganggukkan kepalanya bersamaan dengan suara gelas yang pecah.


Gelas itu berasal dari tempatnya pangeran pertama dan kedua, Yin Yuze dan Yin Garam.


"Itu tidak mungkin."


"Bagaimana bisa?"


Keduanya menutup mulutnya rapat-rapat sembari mengatur kembali ketenangan miliknya.

__ADS_1


__ADS_2