Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Ekspedisi(6)


__ADS_3

Mereka telah dikepung. Melalui penglihatan dari udara, Baek Tian bisa melihat pasukan musuh yang tengah menuju ke arahnya.


"Penyerangan kali ini juga akan gagal."


"Hm? Apa maksudmu Tetua Baek, kita tidak boleh berpikiran negatif seperti itu pada rencana mereka."


"Tidak, bukan begitu." Baek Tian menggigit bibirnya. Penyerangan mereka akan gagal karena mereka tidak pernah menyangka jika sebelumnya ada lagi pasukan tambahan dari belakang.


"Tetua Sol, kita harus bergerak sekarang."


"Tetua Baek, apa yang anda lakukan? Kenapa anda meninggalkan pos anda?"


"Tolong ikuti saya Tetua Sol."


"T-Tunggu... Apa?"


Baek Tian tidak bisa membiarkan lagi hal ini, korban yang berjatuhan akan lebih banyak lagi dari kemarin. Bahkan kemungkinan bisa sampai delapan kali lipat meskipun itu hanya dirinya sendirilah yang selamat.


"Hah... Hah... Anda terlalu cepat, Tetua Baek."


"Lihatlah di sana, Tetua Sol."


Ratusan monster bertubuh besar dan setinggi pohon berbaris dan berjalan membentuk barisan.


Setiap mereka berjalan mereka akan meninggalkan sebuah jejak kaki dan gempa kecil. Tetau Sol yang melihatnya menjadi lemas.

__ADS_1


"A... Apa anda tidak berniat mengurungkan kembali niat anda ini, Tetua Baek?"


Baek Tian tidak mendengarkan Tetua Sol berbicara dan langsung saja menerjang musuh di depannya.


"Nak, akan kubantu."


'Suara siapa itu?' Tetua Sol tidak melihat akan adanya sosok manusia lain di sekitar mereka. Saat dirinya mendongak dia juga hanya bisa melihat seekor gagak.


Gagak itu tiba-tiba saja menukik turun dan saat dirinya menyentuh tanah, burung gagak itu berubah wujud menjadi Baek Tian dengan ekspresi kosong di wajahnya.


"Ap... a?"


Apa lagi itu?! Jerit Tetua Sol dengan rahang yang terbuka.


Ada dua orang Baek Tian di sana. Ditambah lagi mereka berdua sama-sama kuat!


Musuh memiliki ukuran tubuh yang lebih besar sepuluh kali lipat dari ukuran tubuhnya tetapi Baek Tian mampu menebas monster tersebut hanya dengan satu kali gerakan saja.


Tetua Sol mencoba mengikutinya, tapi setelah dirinya melancarkan satu serangan, tidak ada apa pun yang terjadi. Dirinya tetap berusaha mati-matian menumbangkan satu ekor musuh di depannya.


'Sialan, siapa yang monster sebenarnya di sini!'


Tetua Sol tertawa canggung saat melihat Baek Tian.


Baek Tian terus memenggal dan membelah musuhnya satu persatu. Para monster yang melihat mereka ketakutan bahkan mulai berlarian, diantara mereka siapa yang sebenarnya yang monster?

__ADS_1


Di sana Baek Tian dan bayangannya berhasil memukul mundur musuh. Jumlah monster yang telah dibunuhnya ada setengah dari ratusan monster itu.


Saat mereka kembali, Baek Tian juga melihat kemenangan dari tim penakluk.


Hampir saja terjadi sebuah bencana di sana.


Tidak ada yang tahu bagaimana proses dibalik kemenangan mereka.


Kejadian pada hari itu hanya diketahui oleh mereka berdua saja, Baek Tian dan Tetua Sol.


***


"Ada apa kau memanggilku kemari, Jiang Jiang?"


"Kumohon lihatlah ini, Patriak."


Patriak Fu, Fu Hei terbelalak. Bagaimana bisa ada gunungan mayat monster yang berukuran persis raksasa berada tidak jauh dari medan peperangan mereka.


"Siapa sebenarnya yang telah melakukan ini?"


Jiang Jiang hanya menggelengkan kepalanya, dirinya juga tidak tahu mengenai identitas pelaku.


Tetapi siapapun itu, berkat adanya orang itu, Patriak Fu dan pelayannya sangat bersyukur sekaligus berhutang kepadanya.


Berkatnya jumlah korban yang tidak perlu berhasil ditekan sangat jauh dan semangat bertarung semua orang berhasil dijaga.

__ADS_1


Tapi,


"Siapa sebenarnya orang itu?"


__ADS_2