
Seorang utusan mendatangi Sekte Paviliun Seribu Harta Karun. Dia adalah utusan yang berasal dari kerajaan. Setelah mengenalkan namanya utusan tersebut kemudian mengatakan urusannya berkunjung.
Lu Huo yang mendengarnya kemudian melipat wajahnya, kulitnya memang sudah berkerut karena termakan waktu tetapi kali ini nampak sangat berbeda dan Chang Yi baru pertama kali melihat wajahnya yang seperti itu.
Chang Yi terlihat cemas. Dia berdiri di belakang Kakek Tua Lu Huo dan ikut mendengarkan perbincangan mereka.
"Singkatnya pertemuan darurat sedang diadakan antara empat sekte legenda aliran putih kan?"
Kakek Tua Lu Huo menutup matanya sebelum menghembuskan napas panjang.
'Sampai meminta semua sekte aliran putih untuk berkumpul, apalagi membuat permintaan pada empat sekte legendanya juga... Apakah Raja ingin memulai perang?'
Chang Yi yang melihatnya merasa khawatir. Jika itu benar adalah perang maka skala dari perang ini bukan main-main dan sangat besar sekali.
Sebenarnya apa yang sedang mereka hadapi sampai memanggil empat sekte legenda untuk ikut ambil bagian?
Apalagi empat sekte legenda dilarang untuk ikut campur masalah negara kecuali negara itu sedang dalam keadaan darurat dan sebentar lagi akan hancur atau sebuah ancaman yang dapat meniadakan umat manusia.
Begitulah kekuatan dari empat sekte legenda. Dan ini adalah pengalaman pertama kali Chang Yi menghadapi yang seperti itu.
Setelah utusan dari kerajaan itu pergi, Chang Yi bertanya pada Kakek Lu Huo.
__ADS_1
"Guru Besar, apa menurutmu kita akan berperang?"
"Sepertinya."
Kakek Tua Lu Huo hanya menjawabnya dengan singkat.
"Sampai melibatkan empat sekte legenda? Itu konyol kan?!"
"Kurasa ini adalah yang terbesar dan orang-orang dari kerajaan itu tidak akan pernah salah dalam menilai. Chang Yi, ini akan menjadi kesempatan yang bagus untukmu sebagai bahan belajar."
"Aku? Kenapa aku harus ikut bersamamu?"
Kakek Tua Lu Huo menutup matanya, dia juga terlihat berat dan sangat tidak ingin Chang Yi terlibat, itu karena dia merasa bahwa usia Chang Yi masih terlalu awal untuk menghadapi yang seperti ini.
Chang Yi memijat dahinya karena merasa sepertinya itu pekerjaan yang melelahkan.
"Baiklah, aku mengerti. Aku ijin permisi sekarang Guru Besar."
"Un! Pergilah..."
Setelah menutup pintu, Chang Yi mulai menghela napas panjang.
__ADS_1
Sekarang dirinya harus membuat persiapan untuk meninggalkan sekte. Dia meminta para Guru, Instruktur, dan dewan murid yaitu, mereka 4 Naga Langit untuk sementara menjaga sekte sebelum kepergian orang nomer satu dan dua benar-benar terjadi.
***
Mendengar kepergian dari orang nomer satu dan nomer dua sekte membuat mereka para 4 Naga Langit tersenyum.
Ini adalah berkah yang tidak akan terulang kembali dan mereka melihatnya sebagai sebuah kesempatan.
Mereka tidak akan menyiakannya begitu saja. Masing-masing dari mereka mulai bergerak dan mereka menghimpun lebih banyak lagi pasukan serta merencanakan hal gila.
Mereka juga lebih berani sekarang. Tidak ada lagi orang yang mampu mengekang mereka seperti sebelumnya.
Suasana sekte mulai berubah dari sebelumnya dan berangsur sekte mulai dikuasai seutuhnya oleh mereka 4 Naga Langit.
"Baek Tian, kau merasakan ada sesuatu yang berbeda juga kan?"
Luo Yan yang berdiri di belakang Baek Tian melihat sekitarnya.
Sekte sudah mirip seperti kuburan sekarang, tidak ada orang dimanapun mereka memandang.
Baek Tian tidak mengatakan apa pun pada Luo Yan. Dia juga sudah merasakannya dari dua hari yang lalu.
__ADS_1
'Kemungkinan ini akibat, Guru Besar dan Sekertaris Chang Yi yang meninggalkan sekte.'