
"Dimana orang itu?"
Xiao Nuwa berdiri di tengah-tengah medan perang. Matanya bergerak menelusuri semua tempat demi untuk mencari seseorang.
"Apa yang kau lakukan?!"
Sampai Xiao Hongli tiba-tiba muncul dan berteriak ke arahnya. Sebuah panah hampir saja mengenai Xiao Nuwa jika saja dirinya tidak mencegahnya.
Xiao Hongli tidak habis pikir melihat tingkah adik sepupunya yang akhir-akhir ini semakin aneh, mereka sedang di tengah-tengah pertarungan yang serius kenapa dirinya malah menganggap ini seperti berjalan-jalan di taman bermain?
"Buka matamu, adik sepupu! Apa yang ingin kamu lakukan?"
Xiao Nuwa tidak menjawabnya, sampai beberapa saat dirinya menghela napas pelan dan merenungkan kembali apa yang sedang dirinya lakukan.
"Apa itu karena bocah itu, siapa namanya itu? Ah! Baek Tian?"
Pertanyaan Xiao Hongli tepat sasaran ketika melihat adik sepupunya, Xiao Nuwa yang menjadi salah tingkah.
'Ekspresimu itu mudah sekali ditebak.'
Xiao Hongli kemudian berjalan di samping adiknya itu.
"Kau tahu, saat ini musuhmu adalah dia. Bukankah kita telah membahasnya kemarin?"
Xiao Hongli telah melakukan pembicaraan yang serius mengenai Baek Tian dengan adik sepupunya.
Atas perbuatan penyerangan yang dilakukan Baek Tian kemarin, Xiao Hongli menjadi sadar siapa pria yang terus mengganggu pikiran adik sepupunya.
__ADS_1
"Kau telah bergabung dengan Naga Api sekarang, apakah kau juga ingin membantu Aliansi dari pria itu juga?"
Xiao Hongli kemudian mengusap punggung Xiao Nuwa.
"Cinta tak selamanya indah, Nuwa,"
Xiao Hongli kemudian tersenyum dan memberikan suatu nasihat yang berasal dari pengalaman cintanya.
"Kau hanya tengah berada diusia yang memandang cinta adalah segalanya."
?!
Tiba-tiba aura yang menakutkan keluar dan muncul dari segala arah. Hal itu membuat Xiao Nuwa dan Xiao Hongli sempat bergidik.
"Apakah mereka para Instruktur dan Guru?"
"Hahaha. Sepertinya kemenangan sekarang menjadi jelas milik siapa."
'Apa? Bukankah jika begini pihak Baek Tian yang akan menderita?!'
Beberapa detik kemudian aura yang lebih besar lagi muncul dari seseorang, Tang Zihan berhasil membakar semangat semua orang dengan mengalahkan seorang Instruktur saat itu.
'Luar biasa... dia memang rival yang seimbang untuk Baek Tian.'
Namun semua itu tidak berlangsung lama dan seorang kepala Instruktur yang terkenal, Instruktur Na muncul dan bertarung dengannya.
Awalnya Tang Zihan nampak terdesak saat itu tetapi sebuah keajaiban terjadi dan Tang Zihan adalah orang yang membalik papan itu.
__ADS_1
"Uwaaa... gila! Pertarungan keduanya sudah seperti monster! Jika itu aku, mungkin aku sudah jatuh melawan kepala Instruktur sejak pertarungan belum dimulai."
Xiao Hongli tidak berkedip sekalipun dengan pertarungan keduanya.
"Sekarang bagaimana, kau melihatnya kan Xiao Nuwa, kau tidak perlu khawatir lagi pada Baek Tian. Karena disisinya sudah ada monster yang bahkan setara dengan kepala Instruktur?"
Bukan itu yang Xiao Nuwa sedang pikirkan sebelumnya, memang benar bahwa di kubu Baek Tian seolah memiliki banyak pasukan dan teman- teman yang terpercaya.
Namun, Xiao Nuwa sendiri tidak merasakan demikian. Dia berpikir bahwa mereka semua hanya berpihak kepada Tang Zihan bukan pada Baek Tian.
Lalu dimana orang-orang yang berada di sisinya? Bukankah itu sama saja tidak ada.
Di tengah semua itu Xiao Nuwa tiba-tiba merasakannya.
Dia bisa merasakannya.
Dia merasakan kehadiran Baek Tian di tengah peperangan.
Xiao Nuwa kemudian mengepalkan tangannya dan telah bertekad.
"Aku melihat semua orang nampaknya berkumpul pada Tang Zihan bukan Baek Tian."
"Apa maksudmu Nuwa, bukankah keduanya itu sama saja karena mereka teman?"
Xiao Hongli memiringkan kepalanya dengan pernyataan tiba-tiba dari Xiao Nuwa yang aneh.
"Tidak, bukan seperti itu. Mereka tidak ada yang berada disisi Baek Tian. Semua orang menyukai Tang Zihan. Kakak maafkan aku..."
__ADS_1
Xiao Nuwa menundukkan kepalanya kemudian melambaikan tangannya pada Kakak sepupunya.
"Aku memilih untuk berdiri di samping orang itu."