Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Pertunangan(2)


__ADS_3

"Kakek aku tidak mau dan tidak akan bisa menikahi orang jelek sepertinya!"


Fu Ning melihat langsung ke wajah Baek Tian.


"Apa maksudmu itu aku?"


Baek Tian sedikit tersinggung dengan kata-katanya. Dirinya cukup percaya diri dengan penampilannya, tidak mungkin dia seburuk itu sampai dikatai jelek setiap hari oleh Fu Ning.


"Kasar sekali. Dari sudut manapun kamu melihatku, tidak ada cela sedikitpun pada wajahku ini."


"Uwaaaa...."


Fu Ning tidak percaya dengan apa yang telah dirinya dengar.


"Patriak Fu perkenalkan aku adalah Tang Zihan."


Fu Hei menganalisis Tang Zihan dari kepala sampai kaki.


"Saya juga merupakan Tetua dari sekte yang sama dengan Baek Tian"


"Ah. Begitukah? Itu artinya ada banyak anak jenius di sekte pavilion harta karun."


Tang Zihan berhasil menarik sedikit hati dari kakek Fu Ning. Dia mengenalkan dirinya sebagai kekasih Fu Ning yang asli.


Fu Hei agak terkejut mendengarnya tetapi Fu Ning segera menganggukkan kepalanya dan mengakui semua itu.


Er Ling yang tidak mendapatkan jatah untuk berbicara sedari tadi mulai membuka mulutnya.

__ADS_1


"Ehem. Patriak Fu, aku--"


"Patriak Fu, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu."


Dialog Er Ling tiba-tiba dipotong di sana.


''Aku mendengarkan."


"Sejujurnya Patriak, saya tidak tertarik pada Fu Ning sekali pun."


Mendengar itu Fu Ning tersenyum puas sedangkan Fu Hei menarik napas panjang dengan wajah yang kesulitan.


Bagaimanapun Baek Tian adalah seseorang yang telah dirinya pilih untuk cucunya, dan Baek Tian adalah yang terbaik dari semua pemuda yang pernah dijumpainya.


"Saya juga sudah memiliki seseorang yang saya sukai sendiri Patriak."


"Haaa... Sekarang aku tidak memiliki pilihan lain."


Fu Hei melihat kepergian Baek Tian dan merelakan pria tersebut


"Dan sekarang ada kalian berdua, apa yang harus kulakukan pada kalian?"


Er Ling memilki latar belakang yang memuaskan dari keluarganya. Sedangkan Tang Zihan sendiri memiliki bakat dan potensi untuk melampaui dirinya di masa depan.


Keduanya sama-sama memberikan pilihan yang sulit untuk Fu Hei, sampai dirinya terpikirkan suatu renana.


"Oh. Aku ingat! Turnamen bela diri anak-anak muda akan diadakan sebentar lagi, bagaimana jika kalian bertarung untuk mendapatkan juara pertama?"

__ADS_1


Fu Hei berpikir hal ini sudah cukup adil untuk memberikan mereka kesempatan dan membuktikan dirinya.


Fu Hei ingin agar Fu Ning bisa mendapatkan pasangan yang terbaik. Jadi jawabannya di sini sudah jelas dapat kita lihat dari peringkat ranking.


Orang yang memenangkan juara pertama pastinya adalah orang terkuat.


"Di sana aku akan menyumbangkan sebuah hadiah utama, siapa pun yang menang dapat memilikinya."


***


Beberapa hari kemudian Guru Besar, Lu Huo kembali ke sekte bersama dengan sekretarisnya, Chang Yi.


Setelah misinya selesai, keduanya disambut oleh para murid dan instruktur.


Banyak yang telah terjadi selama tiga bulan kepergian mereka dan sekertaris Chang Yi bisa merasakan hal itu dengan melihat ekspresi semua orang.


Banyak yang telah terjadi seperti para naga yang telah turun dari takhta mereka dan digantikan oleh tiga murid baru.


Juga ekspedisi melawan jenderal iblis dan monster Kelas-A, yang dimana sekte mereka mendapatkan berbagai pujian karena telah menyumbang paling banyak jasa.


Setelah mendengar kabar terkini mengenai sekte, sekarang giliran Guru Besar, Lu Huo bersama dengan sekertaris, Chang Yi untuk memberikan laporan misi mereka.


"Apa ini?"


"Apa kau tidak tahu, selain mereka para tetua, siapa pun tidak boleh masuk ke dalam."


Baek Tian dicegat Chang Yi di depan gedung utama.

__ADS_1


__ADS_2