Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Akhir Turnamen(3)


__ADS_3

"Salam Sesepuh Wu Zong."


"Apa yang kau lakukan sebelumnya, kau terlalu lama bermain dengan musuhmu."


Di belakang stadium, di sebuah jalan yang gelap, Su Lian sedang bertemu dengan seorang pria tua renta yang seolah terlihat rapuh dan mudah dikalahkan.


"Maafkan murid ini guru, saya sama sekali tidak mengira jika orang itu ternyata memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan. Saya telah gagal."


"Hmph. Baguslah jika kau sudah merefleksikan diri, kau masih perlu banyak belajar lagi Su Lian."


"Saya mengerti, terima kasih atas nasihatnya guru."


Sesepuh Wu Zong kemudian membuka matanya yang sedari tadi tertutup, dia melihat ke arah sudut jalan sebelum kembali melihat Su Lian.


"Kau sungguh masih perlu banyak belajar lagi muridku."


"Maksudnya guru?"


"Kau tidak sadar jika sedari tadi dirimu telah diikuti, keluarlah dari sana sekarang kau bocah. Tidak usah berpura-pura lagi karena aku bisa melihatmu."


Sesepuh Wu Zong tampak sedang berbicara dengan udara, Su Lian yang melihatnya lalu mengernyitkan keningnya dengan sikap aneh gurunya, sampai seseorang benar-benar muncul dari sana.


"Halo, kita bertemu lagi ya."


"Kau..."


"Kau!! Bagaimana bisa?!"

__ADS_1


Su Lian terbelalak dengan kedatangan Baek Tian dari belakang.


"Sampai bisa mengelabui muridku... kau memang sesuatu bocah..."


"Terima kasih atas pujian anda."


Sesepuh Wu Zong memberikan pujian yang tulus dari dalam hatinya. Mesipun muridnya itu memiliki banyak kekurangan, namun Sesepuh Wu Zong tidak sembarangan memilih murid, Su Lian tidak mungkin seceroboh itu sampai tidak menyadari dirinya telah diikuti.


'Su Lian bahkan bisa mendeteksi assassin bayaran yang bersembunyi, skill seperti itu jelas jika dia ini bukan bocah biasa.'


?!


Baek Tian tiba-tiba mengangkat tangannya.


"Aku menyerah..."


Dari awal Baek Tian tidak berniat untuk bertarung, maka dari itu dirinya menyatakan menyerah sedari awal. Permusuhan diantara keduanya sangatlah besar, dan Baek Tian mengerti itu, memicu pertarungan yang tidak akan pernah dia menangkan bukan gayanya.


Sesepuh Wu Zong melihat Baek Tian dengan tatapan yang tajam, Baek Tian menelan ludah karena cemas.


'Untuk sekarang bertarung dengan sesepuh ini sama saja dengan kau cari mati.'


Dulu dirinya ditolong dengan aura Raja Vampir dari dalam perutnya. Tapi sekarang trik seperti itu tidak lagi akan bekerja, karena mereka sudah mencari tahu bagaimana kekuatan Baek Tian yang sebenarnya.


"Apa yang kau inginkan?"


"Aku hanya ingin bertanya apa yang kalian rencanakan di kota ini."

__ADS_1


"Itu rahasia kita, kau tidak boleh mengetahuinya."


"Jadi benar anda memiliki rencana di kota ini, aku benarkan orang-orang dari Gereja Iblis?"


"Gereja Iblis darimana kau mendengarnya?"


Sesepuh Wu Zong merasa tertantang setelah Baek Tian menatap dirinya balik menggunakan mata dingin.


"Entah kau mendengarnya dari siapa, tapi kami bukan bagian dari mereka."


"Omong kosong!"


"Oho, kau pemuda yang berani."


Sesepuh Wu Zong tertawa karena ini adalah pertama kali ada seseorang yang begitu berani melawannya, bahkan orang-orang kuat di benua ini saja berpikir dua kali jika ingin menyinggungnya.


"Kau, apa kau baru saja membentak guruku?"


Melihat gurunya dipandang rendah, Su Lian menjadi sangat geram dan bersiap menarik pedangnya. Tapi Sesepuh Wu Zong menghentikannya.


"Baiklah, sekarang adalah giliranku..."


Sesepuh Wu Zong kemudian melihat Baek Tian dengan memiringkan kepalanya.


"Apa yang harus kuminta?"


Sesepuh Wu Zong tiba-tiba menepuk tangannya dengan sangat yakin.

__ADS_1


"Aha, begini saja, bagaimana jika kau bergabung dengan kami dan menjadi muridku?"


__ADS_2