Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Mimpi(4)


__ADS_3

Baek Tian sekali lagi melihat ke arah Fu Ning, apa dirinya sungguh-sungguh perlu melakukan hal ini?


Baek Tian kemudian menghela napas panjang.


"Ulangi sekali lagi, aku ingin melihat kau menggunakan gerakan seni berpedangmu sebelumnya."


"Huh? Apa yang ingin kau lakukan setelah melihatnya, sialan."


"Menirunya."


"Apa?!"


Baek Tian menunjuk ke tempat dimana Fu Ning bersembunyi. Fu Ning yang tiba-tiba ditunjuk itu akhirnya melompat keluar.


"Atas permintaannya yang menganggapmu lemah dan tidak berguna sama seperti sampah."


"Apa, Fu Ning yang mengatakan itu?"


'Baek Tian-!!!!" Fu Ning yang mendengarkan mengutuk Baek Tian dari dalam hatinya, dia sama sekali tidak mengatakan apa pun yang seperti itu!


"Fu Ning..."


"Tenang saja, aku akan dengan senang hati menunjukkan pemahamanmu yang sangat dangkal itu mengenai pedang."


Tang Zihan yang dikenal dengan baik Baek Tian seolah tidak ada, meskipun dirinya masih sangat kuat dan di luar nalar namun jelas Tang Zihan dari dunia ini lebih baik daripada dirinya di masa depan.


Tang Zihan tampak ragu sejenak saat akan menunjukkan seni bertarungnya namun dirinya melepaskan sifat arogansi di kepalanya itu dan berakhir menunjukkannya.


"Sekarang giliranku, akan kutunjukkan padamu bagaimana seni berpedang itu sempurna."


'Mustahil... kau tidak mungkin bisa menyempurnakannya, bahkan mencoba menirunya saja kau mungkin tidak pernah bisa.'

__ADS_1


Begitu kata-kata yang mengisi di kepala Tang Zihan dan Fu Ning saat mendengar Baek Tian mengatakannya.


Namun,


"Seni Takdir,"


Aura di sekitar Baek Tian berubah total.


"Takdir Sang Tombak!"


Baek Tian mengerahkan qi diujung pedangnya, dan merubah posisi menggenggam pedangnya seperti sebuah tombak.


"Pedang bisa menjadi apa pun, begitulah makna yang bisa aku tangkap setelah melihat seni itu."


Duaaaaaaar!


Setelah Baek Tian melepaskan qi di pedangnya. Suara ledakkan muncul sampai menembus keluar dari wilayah sekte.


"Ini... apakah ini kekuatan sebenarnya dari, Takdir Sang Tombak?"


"Itu... kupikir bisa menembus monster tingkat A, luar biasa."


Dimana mata memandang kita bisa melihat sebuah lingkaran, jika kita terus melihatnya kita akan penasaran sejauh mana jaraknya dan Tang Zihan serta Fu Ning merasakan hal yang sama.


"Hanya itu yang bisa kulakukan denganmu. Kurang lebih itu sudah membuatmu mendapatkan petunjuk, benarkan?"


Baek Tian kemudian meninggalkan Tang Zihan yang melamun. Dia juga menepuk pundak Fu Ning saat melewatinya.


[ Aku masih belum mengerti, kenapa kau membantunya? ]


"Entahlah."

__ADS_1


Raja Vampir Cecilion sekali lagi muncul dan mempertanyakan perbuatan Baek Tian yang berlawanan dengan tujuan awal mereka.


"Kupikir..."


[ Hm? ]


"Aku sudah tidak melihat Tang Zihan lagi."


[ Apa?! Intinya kau ingin mengatakan padaku bahwa kau sudah tidak memiliki niatan lagi untuk membunuh Tang Zihan? Omong kosong apa itu! ]


"Bukan, bukan begitu..."


Baek Tian melihat ke arah langit yang sebentar lagi akan kehilangan cahayanya.


Tangannya ingin menggenggam ke arah langit tetapi hal itu tidak bisa dirinya lakukan dan membuatnya menghela napas.


"Kupikir, tujuanku telah berubah sekarang."


[ Hah! Tujuan apa yang lebih baik lagi selain membunuh Tang Zihan, musuh besar kita berdua?! Katakan padaku! ]


"Itu..."


Mata Baek Tian kosong melihat sesuatu di langit.


Sesuatu tiba-tiba terjadi dan bintang-bintang bermunculan dari segala arah padahal hari itu masih belum saatnya mereka bintang-bintang muncul.


-Kenapa bisa ada bintang-bintang? Apakah langit mendengar percakapan kita. Baek Tian... dirinya diawasi oleh langit?!


Raja Vampir menelan ludahnya, ini melampaui apa yang dirinya harapkan.


"Hei, Raja Vampir, apakah kau ingin menjadi yang terkuat di semesta?"

__ADS_1


Seketika kesunyian terjadi dan Raja Vampir tidak memberikan jawabannya sampai pertandingan Baek Tian melawan Instruktur Oh dimulai.


__ADS_2