Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Menjadi murid Inti Sekte(2)


__ADS_3

Hari kedua berlalu singkat dengan dominasi dari Tang Zihan di papan peringkat dan Mo Xian, keduanya memaksa Baek Tian untuk turun ke peringkat ketiga.


Hasil yang lumayan jika mengingat dirinya yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Baek Tian masih belum memulihkan staminanya, dia terpaksa terus menempel bersama dengan dua perempuan yang tidak pernah lengah padanya.


-Nuwa, dia ingin bersandiwara, percaya padaku!


-Dari awal aku memang sudah tidak sudak dengannya.


-Nuwa! Kenapa kau malah menerimanya bergabung dengan kita?


Baek Tian harus tahan dengan kritikan kejam Fu Ning terhadapnya. Tidak bisa dipungkiri dirinya perlu seseorang untuk menjaganya di sisinya. Baek Tian perlu merendah agar bisa bertahan hidup di hutan yang berbahaya ini.


Tapi di sisi lain, Baek Tian merubah pandangannya terhadap Xiao Nuwa.


Dia selalu baik kepadanya dan perhatian.


Pernah terlintas dipikirannya, jika Xiao Nuwa memiliki perasaan istimewa terhadapnya.


'Yah. Itu tidak mungkin.'


Tetapi Baek Tian kemudian menepis pikiran tersebut.


[ Hei. Cukup omong kosongnya, kau tidak melupakan misimu kembali ke masa lalu kan? ]


Tiba-tiba suara Cecilion terdengar di dalam kepalanya.


Cecilion merasakan sedikit perubahan yang terjadi di dalam hati Baek Tian.


Cecilion menganggap jika ini terus saja berlanjut Baek Tian akan menjadi benar-benar berbeda dari yang sebelumnya, dia mungkin akan melupakan siapa identitasnya dan tujuannya kembali ke masa lalu.


[ Perasaan seperti cinta adalah nafsu. Kau hanya akan termakan dengannya, dan menjadi sama saja seperti orang-orang buta. Kau tidak akan ada bedanya dengan seseorang yang sudah mati. ]


'Aku tahu itu. Tanpa kau beritahu juga tujuanku tidak akan berubah sama sekali dan masih tetap sama.'


[ Begitulah yang seharusnya. ]

__ADS_1


'Sebelum aku meraihnya, tidak akan ada seseorang yang bisa menghalangiku.'


Cecilion tertawa mendengarnya.


Keesokannya, pagi-pagi sekali Baek Tian mengemasi barang-barangnya dan berjalan pergi meninggalkan Xiao Nuwa serta Fu Ning.


"Apa kau tidak ingin berpamitan dengan Nuwa?"


Tanpa berbalik Baek Tian sangat mengenali suara tersebut.


"Aku tidak ada waktu untuk melakukannya."


Fu Ning melihat ke arah punggung Baek Tian sebelum menghela napas.


"Xiao Nuwa pasti akan sedih jika mendengarnya. Dia adalah orang yang paling senang saat kau bergabung."


"...."


Baek Tian terdiam. Kesunyian tercipta diantara mereka berdua dan beberapa detik berlalu masih dengan tanpa jawaban.


Tanpa mengatakan apa pun Baek Tian kembali meneruskan perjalanan.


Mendengar itu Baek Tian berhenti berjalan dan tanpa berbalik dia mengatakan sesuatu.


"Xiao Nuwa adalah seseorang perempuan yang luar biasa. Dia kuat dan juga cerdas. Begitulah Xiao Nuwa, tidak lebih dan tidak kurang."


Baek Tian kembali berjalan dan kali ini dia telah benar-benar meninggalkan keduanya.


"Kau melihatnya kan?"


Fu Ning menatap dimana Xiao Nuwa yang tertidur membelakanginya.


"Tidak perlu berbohong, aku tahu kau sudah bangun. Dia menolakmu."


Baek Tian mengerti maksud pertanyaan Fu Ning dan menjawabnya dengan hati-hati, namun makna tersembunyi yang ingin disampaikannya sudah tepat seperti yang dikatakan Fu Ning.


Fu Ning hanya mendesah melihat sahabatnya sebelum kembali melanjutkan tidurnya dan Xiao Nuwa diam-diam mengepalkan tangannya dengan gemetaran.

__ADS_1


Hari ketiga telah berlalu, semua orang tercengang dengan melihat hasil ujian.


[ Hasil hari ketiga. Final. ]



Baek Tian. Skor : 42 Goblin


Tang Zihan. Skor : 41 Goblin


Mo Xian. Skor : 33 Goblin


Fu Ning. Skor : 30 Goblin


Qian Hu. Skor : 22 Goblin


Xiao Nuwa. Skor : 17 Goblin


.


.


.



Mereka tidak menyangka sebelumnya jika orang yang bukan siapa-siapa itu berhasil mendapatkan peringkat pertama.


Tang Zihan sangat frustasi saat melihat hasil yang keluar di hari ketiga.


Melihat di sekitar sepuluh besar, semua orang tidak dapat menemukan nama Li Guanji dimana pun. Kemudian sebuah berita besar keluar.


Li Guanji dinyatakan gugur karena telah meninggal. Tubuhnya yang tidak berdaya ditemukan diantara mayat-mayat monster serigala.


Melihat itu semua orang mulai berasumsi bahwa monster serigala adalah pelakunya. Mereka berpikir para monster tersebut sangatlah kuat sampai membuat Li Guanji tidak berdaya dan akhirnya meregang nyawa.


Semua orang menyayangkan hal itu terjadi kepada salah satu jenius abad ini dan turut berduka, meski begitu banyak juga korban yang berguguran tetapi hanya Li Guanji saja yang mereka sayangkan.

__ADS_1


Itu salah satu kenyataan mengenai dunia ini, siapa saja yang kuat mereka akan sangat dihargai dan mereka yang lemah hanya akan diabaikan seperti sampah.


__ADS_2