
"Duke!"
Ifrit menundukkan kepalanya pada iblis di depan Baek Tian.
Di belakang duke muncul satu persatu iblis lainnya yang tampaknya sangat kuat. Mereka berjumlah tiga orang dengan satu orang yang terlihat seperti sesepuh.
"Duke Su Lian, anda tidak perlu turun tangan seperti ini, biarkan saja masalah ini saya, Jenderal Ifrit yang akan menyelesaikannya."
"Tidak perlu lagi." Kata Su Lian sementara masih mengawasi dengan baik Baek Tian.
"Itu adalah kau kan, orang yang menghabisi Bong Zuuer."
Baek Tian tidak menjawab.
"Kuanggap diam mu itu sebagai jawaban."
Ifrit mengernyitkan keningnya, kalau dirinya tidak salah ingat Bong Zuuer merupakan orang yang tergabung dalam satuan mata-mata dan juga salah satu tim elit yang memiliki kekuatan sebanding dengannya.
"Jika itu memang benar, Bong Zuuer..."
Ifrit sekali lagi melihat ke arah Baek Tian dengan mata terbelalak.
__ADS_1
"Apa yang membuat kalian berpikir, kalau kalian dapat berbincang dengan santainya di depanku?"
Baek Tian tiba-tiba muncul dengan kecepatan yang luar biasa, dia kemudian menangkap salah satu dari mereka.
"Ugh!"
"Chou!"
Jerit Su Lian saat melihat temannya yang terlambat menghindar itu.
Chou memikirkan alasan kenapa dirinya harus menghindari serangan dari orang ini, dia bahkan hanya seseorang yang berada di tahap Grand Master saja?
Bukankah lebih mudah untuk mereka jika langsung menghabisi pria ini? Dia tidak tahu mengenai siapa itu Bong Zuuer, tetapi yang pasti kalau hanya satu orang dari tahap Grand Master saja, maka dirinya dapat dengan mudah menghabisinya.
"Aku akan membunuhmu!"
"Chou, tidak!"
Chou masih tidak mau mendengarkan di sana, dirinya maju dengan keberanian yang luar biasa dan menerjang ke arah Bek Tian.
"Keputusan yang bagus, daripada berlari seperti seorang pecundang, tentu saja menerima luka dan kalah akan lebih baik."
__ADS_1
"Sombong sekali, akan kutunjukkan perbedaan manusia dengan iblis!"
Namun bayangan Baek Tian menghilangkan apa pun yang hendak Chou lakukan di sana. Menggunakan Sword Dancing gerakan pertama, Chou pun dibuat tidak berdaya.
Serangannya berhasil diambil dan dirinya mati terbunuh hanya dengan satu gerakan dari Baek Tian menggunakan kekuatan dari Seni Takdir, Takdir Sang Tombak!
-Aku kalah?
Bayangan kematian terakhir kali yang dilihat oleh Chou adalah wajah dingin Baek Tian saat dirinya menusuknya.
Tidak berhenti di sana bayangan Baek Tiian yang masih menyimpan energi hebat dari Chou lalu melepaskan energi itu ke arah Ifrit dan hasilnya Sriiiiiiiiiiinngggg!
Ribuan pedang muncul di atas kepala Ifrit kemudian menghujani Ifrit layaknya sebuah hujan, pedang-pedang itu sebagian berhasil mengenai Ifrit tetapi jejak dari ratusan pedang masih tersisa di sekitar sana, Baek Tian kemudian menjentikkan jarinya lalu Boooooooo! sebuah kawah besar tercipaa pada saat itu juga.
"J, Jenderal Ifrit? Saudara Chou? Teman-teman?!"
Dua orang langsung lenyap seketika dengan aksi Baek Tian yang barusan, tetapi apa yang tidak pernah disangka Baek Tian adalah ada seseorang yang tidak boleh diganggu dari kelompok itu dan Baek Tian telah mengusiknya.
'Murd-muridku?'
Seseorang sesepuh yang memperhatikan sedari tadi akhirnya mulai mengepalkan tangannya dengan erat, matanya menunjukkan kebencian yang mendalam pada Baek Tian.
__ADS_1
"Kau harus menanggung apa yang telah kau mulai, bocah."
Mata sesepuh itu menatap Baek Tian dengan mata yang sangat haus akan darah.