
"Aku sama sekali bukan tandingan bagi keduanya."
Luo Yan. Memberikan tatapan sedih ke arah Baek Tian dan Tang Zihan.
Antara sedih dan kecewa, semua itu bercampur menjadi satu ke dalam dirinya yang telah menyadari keberadaan dua monster di depannya.
Tangan masing-masing dari keduanya sama-sama masih stabil dan menancap lurus di lantai dengan ketenangan yang menakjubkan. Seolah keduanya sedang melakukan meditasi secara terbalik.
'Keduanya memiliki keseimbangan yang luar biasa...'
-Apa mereka masih manusia?
-Delapan jam telah terlewat dan mereka masih bisa melakukan itu?!
Sejujurnya siapa itu Baek Tian? Kenapa hanya sekarang dia baru mendengar namanya itu? Apa yang dilakukan Baek Tian selama ini? Kenapa dia baru muncul sekarang?
Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu Luo Yan untuk saat ini tetapi dia segera mengenyahkan pikiran-pikiran itu karena penasaran bagaimana dengan hasil pertandingan di depannya.
***
'Breng-Sek!'
Baek Tian mengumpat dari dalam hatinya.
'Monster! Monster! Monster Sialan!'
__ADS_1
Berulangkali dirinya ingin menyerah dan merelakan ginseng emas yang berumur puluhan tahun di tangan Instruktur Oh.
'Cih. Apa-apaan? Hanya ginseng emas berumur puluhan tahun aku sampai melakukan hal ini?! Sungguh membuang-buang waktuku pada sampah itu saja, kepar*t!'
Ginseng emas berumur puluhan tahun memiliki banyak sekali manfaat apalagi untuk mereka para pembudidaya cultivator.
Dengan ginseng emas berumur puluhan tahun saja, mereka mampu membuka sumbatan kotoran di dalam darahnya dan bahkan mendapatkan pencerahan untuk naik ke tingkatan selanjutnya.
Tetapi, jika itu untuk Baek Tian yang pernah menjadi ahli. Hal itu sama sekali tidak diperlukan karena tidak berguna untuknya.
'Baiklah, kupikir sudah waktunya aku untuk menyerah sekarang. Aku sudah tidak peduli lagi.'
Saat Baek Tian melompat dan memutuskan menyerah.
Bruk!
"Hah?"
Baek Tian terbelalak. Dia tidak menyangka hal itu akan terjadi.
-Woooaaaaa!!!
Dan semua orang bersorak sorai merayakan kemenangannya.
Di sisi lain, Tang Zihan memegangi tangannya seperti seorang ibu yang sedang memeluk anaknya. Dia merasakan kesemutan yang luar biasa dan beban yang berat yang membuatnya tidak mampu menggerakkan tangannya untuk sementara.
__ADS_1
Tang Zihan yang tidak dapat menggerakkan tangannya kemudian mencengkeramnya dengan sepenuh emosi.
'Aku tahu apa yang saat ini sedang dia pikirkan.'
Dari atas Baek Tian memandangnya dengan mata yang dingin dan raut wajah tanpa emosi seperti sebuah patung. Seolah di sana Baek Tian sedang mengatakan kepada Tang Zihan untuk menyadari batasannya sendiri.
'Dia pasti sangat cemburu dan membenciku, tetapi itulah yang kuinginkan padamu. Teruslah berusaha sebisamu dan akan kujatuhkan kau, wahai kaisar di masa depan nanti.'
Deg!
Baek Tian merasakan merinding. Dia berbalik dan menemukan wajah Tang Zihan
Sorot matanya, dia sedang melotot ke arah Baek Tian dan memancarkan nafsu membunuh pekat dengan muka yang sudah merah padam.
'Uwah. Menyeramkan.'
Pikir Baek Tian yang berjalan meninggalkan Tang Zihan seorang diri setelah mengambil hadiahnya.
Buk!
"Aww...!!"
Di sisi lain setelah melihat ke sekitar Baek Tian mulai melepaskan topengnya. Dia bersandar di suatu dinding dengan muka penuh kesakitan di tangannya, Baek Tian melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Tang Zihan.
Ekspresi keduanya juga sama persis.
__ADS_1
"Aku tahu itu."
Dan seseorang tiba-tiba muncul, membuat Baek Tian menjatuhkan mulutnya ketika melihatnya.