
'Kau menantangku?'
Tang Zihan berpikir jika perbuatan Mo Xian sungguh bodoh karena berani mencoba bersaing dengannya.
Tang Zihan sendiri meyakini jika dirinya memiliki kemampuan fisik murni bagaikan seekor gajah dan kecepatan diluar nalar seperti macan.
Hanya saja Mo Xian tidak tahu itu.
Dengan kesempatan ini Tang Zihan berniat akan mengajari Mo Xian perbedaan luar biasa diantara mereka.
'Kita bagaikan langit dan bumi, jadi jangan bermimpi untuk bersanding denganku.'
Awalnya Mo Xian berhasil mengimbangi Tang Zihan tetapi lama kelamaan Tang Zihan segera menunjukkan taringnya.
Keterampilan dan kekuatan yang dia keluarkan bukanlah semuanya namun dengan ini, Tang Zihan sangat yakin jika Mo Xian tidak mungkin dapat mengimbangi dirinya.
Dan benar saja, Tang Zihan mewujudkan apa yang baru saja diucapkannya.
Namun,
"Ada seseorang? Siapa kau?"
Tang Zihan berhenti di tempatnya.
Dia melihat pembantaian berdarah yang terjadi depannya.
Orang itu, dia sama seperti dirinya membantai para Goblin bagaikan semut di tangannya.
Korban yang berjatuhan sama banyaknya dengan dirinya.
"Siapa, kau...?"
Tang Zihan menunjukkan hawa permusuhan, begitu juga musuh di seberang yang menatap balik dirinya dan melakukan hal persis sepertinya.
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Orang itu berada di kegelapan dengan mata yang menyala dingin, dia perlahan berjalan dari balik kegelapan lalu mengungkapkan siapa sosoknya.
"Kau... siapa...?"
Tang Zihan belum pernah melihat wajah orang itu.
Dia sempat berpikir jika orang yang melakukan hal yang sama dengannya adalah seseorang yang jenius seperti dirinya.
"Aku... Baek Tian."
Baek Tian tersenyum dengan membawa pedangnya.
***
Misinya telah berhasil.
Baek Tian cukup bangga dengan dirinya sendiri karena bisa membuat Tang Zihan merasakan perasaan amarah seperti itu.
Membuat Tang Zihan terganggu dan menderita adalah hiburan untuknya.
'Baiklah. Jika sudah begini, apakah kita akan bertarung sekarang?'
Baek Tian berjalan mendekat jika hal itu sampai terjadi. Dia juga penasaran seberapa Tang Zihan di masa lalu.
Dan itu tepat.
"Kau, brengsk!"
__ADS_1
Tang Zihan merengsek berlari ke arah Baek Tian sekuat tenaga.
Tang
Perbenturan pun terjadi.
Keduanya membuat suara keras di sana.
'Sial. Ini tenaga apa?!'
Baek Tian terbelalak. Dia terkejut merasakan dampak kekutan murni dari Tang Zihan.
Sebaliknya Tang Zihan juga sama terkejut karena melihat serangannya berhasil ditangkis.
Tidak semua orang dapat melakukannya. Dan jika orang itu mampu melakukannya, maka orang itu jelas bukan orang biasa. Bisa dipastikan jika orang itu merupakan ahli pedang.
Itu menurut Tang Zihan karena begitulah pengalamannya saat bertarung satu lawan satu dengan seorang ahli pedang.
"Kau! Siapa kau!!"
"Sudah kukatakan padamu. Aku adalah, Baek Tian!"
Keduanya kemudian melakukan jual beli serangan di sana.
Tang Zihan cukup terkejut karena melihat kemampuan Baek Tian yang sudah bagaikan ahli saja karena dia terus mengincar area vital dan paling kritis.
Pertarungan keduanya sudah bagaikan ahli pedang. Setidaknya begitulah pendapat Mo Xian saat melihat keduanya.
'Apakah dua orang itu, sungguh masih anak-anak? Apa gerakan itu mungkin untuk dilakukan seorang bocah seperti kita?'
Baek Tian yang terus mengincar area paling bahaya bagi Tang Zihan, dia berniat seolah sungguh-sungguh ingin membunuhnya.
Dan lalu, Tang Zihan yang terus menerus menunjukkan kemampuan monster di dalam dirinya yang semakin lama semakin buas dan tak terkendali.
__ADS_1
Mo Xian yang melihat keduanya dari jarak yang tidak terlalu jauh tidak dapat berkedip.
Jika itu dirinya yang ada di sana, maka kemungkinan dirinya masih hidup adalah nol, dan dirinya pasti sudah mati sedari tadi. Hanya itu yang terus mengganggu di pikirannya.