
"Seorang kepala Instruktur?!"
Semua orang menjerit melihat pria yang berdiri di depan Tang Zihan bukanlah orang biasa ataupun Instruktur biasa.
Instruktur Na, merupakan tiga dari kepala Instruktur di sekte.
Mereka bertiga adalah Instruktur Goh, Instruktur Na, dan yang terakhir dan yang paling kuat yaitu, Instruktur Oh.
Instruktur Na menatap dingin pada Tang Zihan di depannya.
Mereka berdua menarik senjatanya dan berlari menuju ke tempat masing-masing.
Tang!
'Ugh! Ini,'
Instruktur Na tidak menyangka akan menerima hantaman berat seperti itu.
'Apa dia hanya menahan diri saat membunuh Instruktur barusan?'
Perbedaan kekuatan yang dikeluarkan Tang Zihan sangat berbeda dari yang sebelumnya.
'Dia masih menahan diri bahkan saat melawan seorang Instruktur?'
Dengan kemampuan seperti itu, Tang Zihan jelas memiliki kemampuan untuk bertarung satu lawan satu melawan kepala Instruktur.
'Akan menjadi sebesar apa nanti dirinya sepuluh tahun kemudian?'
__ADS_1
Instruktur Na merapatkan giginya sembari tersenyum, dari lubuk hati yang paling dalam dia sungguh mengagumi kapasitas Tang Zihan.
Instruktur Na yang terpental mundur melakukan pendaratan dengan cantik di udara.
Setelah salah satu kakinya mendapatkan pijakan, dia menghentak di tanah sekuat tenaga dan meluncur seperti anak panah.
Tang Zihan yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba itu nyaris gagal untuk menghindar.
Instruktur Na tampak terkejut sesaat karena Tang Zihan yang berhasil mengelak. Namun tidak lama setelah itu, Instruktur Na kembali menyerangnya dan membuat Tang Zihan tersudut.
Tapi Tang Zihan masih memiliki beberapa trik di sana, dia menggagalkan serangan Instruktur Na yang nampak tidak memiliki ujung itu.
Tang Zihan mendobrak maju menggunakan tubuhnya untuk menciptakan celah diantara mereka, setelah itu Tang Zihan mengambil acang-ancang dan merubah kuda-kudanya.
"Seni Takdir,"
Tang Zihan mencengkeram dengan erat pedangnya dan memutarnya menjadi tombak.
Pedang di tangannya itu diselimuti dengan qi dalam jumlah besar dan seolah membentuk sebuah tombak.
Tang Zihan mengambil napas panjang sebelum mulai melemparnya.
Karena sudah terlambat untuk menghindar, Instruktur Na segera mengerahkan energi qi miliknya untuk menyelimuti dadanya membentuk sebuah pelindung.
Duoooooong!
Hasilnya Instruktur Na harus terseret sangat jauh sekali hingga mata mereka kesulitan melihatnya.
__ADS_1
Setelah Instruktur Na mencoba untuk berdiri, dia melihat sebuah tombak satu lagi sedang meluncur ke arahnya.
"Ini..."
Sebutir keringat mengalir keluar dari dahinya.
"Gila...?!"
Instruktur Na kemudian terus dibombardir tombak yang meluncur sangat cepat bagaikan cahaya ke arahnya.
Tombak itu sebenarnya adalah energi qi yang sangat halus, sampai halusnya energi qi tersebut maka semua yang dilaluinya akan terpotong menjadi dua.
Begitulah pemandangan di sekitar Instruktur Na yang semuanya serba terbelah menjadi dua seperti batu besar, tembok, tanah dan bangunan-bangunan di belakangnya.
Sudah berapa banyak tombak yang Instruktur Na hidari dan sudah berapa banyak juga dia membuat sebuah armor qi untuk melindungi tubuhnya. Semua itu tidak dapat terjawab bahkan untuk para penonton di sana.
Tang Zihan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka.
"Jika seperti ini terus maka Instruktur Na akan kalah kan?"
"Iu tidak mungkin, dia seorang Instruktur loh."
"Bodoh, apa kau melihat Instruktur Na pernah menyerang sekali?!"
Semua orang menahan napas saat melihat pertarungan tersebut sampai dua orang datang dan mengganggu pertarungan mereka, kedua orang itu adalah Yi Fan dan Fan Misa.
"Tidak akan kami biarkan, kau berbuat sesukamu!"
__ADS_1
"Menyerah saja Tang Zihan, karena ini akan menjadi lebih berat lagi."
Mereka memberikan tatapan dingin serta nafsu membunuh yang mencekam kepadanya, Fan Misa dan Yi Fan berhasil mengganggu dan merusak serangan yang tak terbendung dari Tang Zihan.