Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Jebakan itu, semuanya sia-sia! Membuat jebakan sekali lagi!(3)


__ADS_3

-Cantik sekali... siapa nama perempuan itu?


-Aigo. Jantungku langsung berdetak setelah melihatnya...


-Hei, ayo kita berkenalan dengannya?


-Tidak, jangan. Sadarlah dengan wajahmu itu!


Seorang perempuan menerima berbagai pujian dari orang-orang di sekitarnya.


Tidak ada yang tahu dengan apa yang ada di dalam pikiran perempuan itu, pandangannya hanya lurus ke depan melihat pada sesuatu namun pada akhirnya apa yang dilihat perempuan itu sama sekali tidak jelas dan dirinya kemudian menghela napas.


"Aih. Apa yang dilakukan adik sepupuku di sini?"


Xiao Hongli tersenyum melihat sepupunya cemberut.


"Nuwa, wajah itu sama sekali tidak cocok denganmu."


Xiao Nuwa yang mendengar itu kemudian menghela napas panjang.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku tiba-tiba terpikirkan seseorang."


"Hoho. Apa dia seorang pria? Siapa, siapa namanya?"


Xiao Hongli terlihat bersemangat membuat adik sepupunya menjadi kebingungan.


"Yah... Tapi aku tidak tahu apakah dia memikirkan diriku atau tidak. Pria itu, dia selalu fokus dengan tujuan sendiri untuk menjadi kuat dan tidak pernah melihat ke arahku."


Melihat adik kecilnya yang bersedih, Xiao Hongli hanya bisa mengusap punggung rampingnya itu. Dia mengusapnya lembut sebelum tersadar akan sesuatu.


"Tunggu dulu, apakah itu alasanmu berlatih lebih awal? Kau berlatih agar menjadi lebih kuat lagi supaya bisa sebanding dengan laki-laki itu?"


Xiao Nuwa terdiam, dan hanya dengan itu Xiao Hongli sudah bisa memastikan bahwa asumsinya ternyata benar.

__ADS_1


"Aih. Aku belum pernah melihat adik sepupuku bisa sangat tergila-gila dengan seorang pria."


Xiao Hongli menggaruk rambutnya meskipun saat ini dia tidak sedang merasakan gatal.


"Baiklah, kurasa kau harus menemuinya sekarang dan jujur pada perasaanmu. Aku benarkan?"


"Aku tidak bisa."


Mendengar jawaban langsung dari Xiao Nuwa membuat Xiao Hongli akhirnya menaikan salah satu alisnya.


"Hah, kenapa tidak bisa?"


"Itu... itu..."


Xiao Nuwa memainkan jarinya seperti sedang memikirkan alasan yang bagus kepada kakak sepupunya.


"Gawat, Hongli! Ada serangan!"


Seseorang tiba-tiba masuk ke tengah pembicaraan mereka yang penting.


Xiao Hongli keluar bersama dengan adik sepupunya di belakang.


Namun mata Xiao Nuwa seketika melebar. Dia menjatuhkan rahangnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan orang itu di sini.


"Xiao Nuwa, kau tunggulah di sini, kakak sepupumu ini akan mengalahkan tiga berandalan itu dengan cepat."


"T-T, Tunggu!"


Namun suara Xiao Nuwa tidak menjangkau kakak sepupunya yang sekarang sudah menarik pedangnya.


Tang!


"Siapa kau?!"

__ADS_1


Xiao Hongli begitu saja menerjang orang yang menurutnya paling kuat di sana.


Hal itu kemudian terbukti setelah orang itu sangat mudah menepis serangannya.


"Aku?"


Pria itu menjawab dengan wajah bodohnya.


Karena merasa hal itu adalah provokasi untuknya, Xiao Hongli menjadi lebih marah. Dia mengayunkan pedangnya lebih cepat dan tajam lagi.


Xiao Hongli adalah perempuan dengan bakat yang luar biasa. Dia dapat membunuh seorang monster berukuran tiga kali dari ukuran tubuhnya.


'Menyesalah karena telah memilih lawan yang salah.'


Xiao Hongli telah dibutakan amarah.


Sampai dia tidak menyadari jika semua serangan dan tekniknya sama sekali tidak berguna di hadapan laki-laki di depannya.


Matanya kemudian terbelalak setelah menemukan bahwa setengah ki di dalam tubuhnya telah terbuang.


"Nuwa! Bantu kakakmu ini!"


Xiao Hongli melihat ke belakang mencari bantuan. Dia melihat Xiao Nuwa yang berdiri tidak jauh darinya.


Dia kemudian memanggil Xiao Nuwa. Dari semua orang Xiao Nuwa adalah orang paling kuat yang dia tahu.


Dengan menggabungkan kekuatan, mungkin saja mereka mampu menghadapi sosok pria di depannya.


"Nuwa?"


Namun mendengar nama itu pria di depannya tiba-tiba berhenti menyerang dan Xiao Nuwa sekarang telah berdiri di samping sepupunya.


"Bagus, Xiao Nuwa ayo serang pria itu bersama-sama. Nuwa?"

__ADS_1


Xiao Nuwa hanya berdiri di sampingnya terdiam sama seperti pria di depannya juga.


'Ada apa ini sebenarnya?'


__ADS_2