
Dua orang menganga melihat hasil yang di luar dari dugaan mereka.
"Sungguh tidak masuk akal."
"Ini... bukan mimpi kan?"
Guru Besar, Pak Tua Lu Huo kemudian tertawa.
"Kenapa kau tertawa?"
Sekretaris Chang Yi terheran dengan sikap Pak Tua Lu Huo.
"Ini adalah keajaiban Chang Yi, kita bisa menemukan satu lagi seseorang yang berbakat. Bukankah kau juga setuju?"
Chang Yi terdiam.
Bukannya dia tidak setuju dengan yang dikatakan Pak Tua Lu Huo, Chang Yi hanya kebingungan. Dalam hatinya, dia penasaran, bagaimana bisa ada seseorang lainnya lagi yang seperti Tang Zihan?
'Dan lagi tidak ada yang mengenal orang itu?'
Chang Yi menyakini bahwa setidaknya Baek Tian akan sangat populer jika kemampuannya saja bisa menyaingi Tang Zihan dan merebut posisi pertamanya.
Padahal Tang Zihan adalah orang yang difavoritkan oleh semua orang di sini.
"Anda benar. Saya menjadi penasaran sekarang, apa yang akan terjadi kepada sekte kita sepuluh tahun mendatang."
Mendengar Sekretaris Chang Yi mengatakan hal yang tidak biasa, Pak Tua Lu Huo lalu tertawa terbahak-bahak.
***
Xiao Nuwa adalah seseorang yang membenci kekerasan dan menghindari konflik. Singkatnya dirinya seseorang yang cinta damai juga pemaaf.
Itulah alasan yang melatarbelakangi Xiao Nuwa membunuh hanya sedikit Goblin. Dia menganggap jika Goblin itu termasuk makhluk hidup, dan merelakan Goblin yang ditemuinya kepada sahabatnya, Fu Ning.
__ADS_1
Xiao Nuwa berlatih dan memperkuat tubuhnya demi melindungi dirinya dan orang yang berharga. Hanya itu motif yang terus mendorongnya agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
"Nuwa, kau sungguh tidak kesal dengan pengumuman semalam?"
"Hm? Tidak juga. Aku malah ingin menemui orang yang bernama Baek Tian itu sekali lagi."
"Hmph. Dasar aneh."
Fu Ning mendengus melihat sahabatnya yang tidak normal itu.
"Jika begitu Goblin-Goblin ini adalah mangsaku!"
Fu Ning menarik pedangnya dan membunuh tiga Goblin di depannya sekaligus.
Matahari baru saja terbit dan satu malam baru saja berlalu.
"Andai saja itu sungguh terjadi... Tidak mungkin orang itu tiba-tiba turun dari langit kan?"
Fu Ning menggelengkan kepalanya dengan hal yang tidak masuk akal yang baru saja dikatakannya, namun beberapa detik setelahnya Boom! terjadi sebuah ledakan di sana dan seseorang sungguh turun dari langit.
Dan lagi, orang itu adalah Baek Tian.
***
Kemarin...
'Goblin?'
Baek Tian berpikir untuk sesaat.
Membunuh Goblin bukanlah hal yang sulit untuknya sekarang. Dengan pengalaman dan senjata di pinggangnya, dia bisa saja menumbangkan monster yang lebih kuat.
Baek Tian telah mengasah keterampilan berpedangnya selama puluhan tahun, kembali ke masa lalu saat dirinya masih belum tahu apa-apa tidak menghilangkan bagaimana dia memegang pedang dan jati dirinya.
__ADS_1
'Yang jadi masalah adalah bagaimana caraku menemukan para Goblin-Goblin kecil ini...'
Itulah yang terus mengganggunya sampai sesuatu kemudian membuatnya tersadar.
'Bukankah di sini kita ada seseorang yang berspesialis sebagai pemburu?'
Baek Tian tersenyum melihat ke arah Tang Zihan lalu Mo Xian.
Meski dirinya baru Calon pemburu tetapi dengan teknik keterampilan yang dimiliki keluarganya. Pasti sangat mudah untuk Mo Xian melacak sarang dari Goblin.
Baek Tian tersenyum dan tertawa dari dalam hatinya.
"Ini akan menjadi menarik."
***
"Apa ini tempatnya?"
Tang Zihan menatap Mo Xian dengan tatapan keraguan.
"Yup. Benar. Tidak salah lagi."
Tetapi yang ada di depan mereka adalah sebuah air terjun dengan aliran air yang deras.
'Bagaimana bisa ada Goblin di sini?'
Tang Zihan menaikan salah satu alisnya. Dia mengikuti saran dari Mo Xian karena dia berasal dari keluarga yang memiliki spesialisasi memburu monster-monster ataupun iblis.
Tetapi, sekarang hal itu tampaknya salah dan membuat Tang Zihan menyesali keputusannya.
"Hei, ayolah, kenapa dengan ekspresimu?"
Mo Xian kemudian melompat dan bergelantungan di bebatuan sebelum terjun ke sebuah pusaran air yang tenang.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian Mo Xian muncul dengan membawakan kepala Goblin di tangannya.
"?!"