
"Jadi apa kau melakukan semua hal itu demi tuan putri, Yin Yuehua?"
Yi Jihye, cucu sekaligus murid dari Guru Besar Yi Jin menghampiri Baek Tian.
"Darimana kau bisa tahu perlakuan buruk tuan muda kedua kepada adiknya?"
Baek TIan tidak menjawabnya. Semua itu akan terjawab nanti jauh saat di masa depan, saat perang perebutan ahli waris selesai dan Yin Yuehua naik menjadi ratu. Dia akan menikah dengan Tang Zihan yang merupakan pendekarnya, kemudian dua tahun setelahnya Tang Zihan naik menjadi Kaisar di negeri ini.
"Sepertinya kau mengabaikanku."
Yi Jihye menggembungkan pipinya melihat Baek Tian terus berjalan tanpa melihat ke arahnya.
"Hei, apakah kau di sana waktu ekspedisi kemarin?"
Baek Tian menghentikan langkahnya dengan topik yang tiba-tiba berubah.
"Darimana kau tahu?"
"Oh. Jadi aku benar?"
Yi Jihye tersenyum karena untuk pertama kalinnya, Baek Tian melihat langsung ke arah wajahnya setelah sekian lama mengabaikan.
Baek Tian menaikan salah satu alisnya disana, bagaimana bisa Yi Jihye mengetahui tentang itu. Mulut bocor Fu Hei seharusnya hanya didengar oleh orang-orang yang terlibat ekspedisi secara langsung, orang luar seperti Yi Jihye tidak mungkin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana, karena orang-orang mengetahui bahwa Fu Hei pahlawan pada ekspedisi itu.
"Jawab pertanyaanku darimana kau mendengarnya?"
Baek Tiian memegang ujung pedngnya, dia siap untuk kapan saja untuk menghunuskan pedangnya jika jawaban yang keluar tidak memuaskannya.
"Terima kasih!"
Yi Jiihye tiba-tiba menundukkan kepalanya membuat Baek Tian tambah bingung.
__ADS_1
"Kau telah menyelamatkan pamanku yang mengikuti ekspedisi pada saat itu. Aku sungguh berterima kasih padamu!"
Kata Yi Jihye setelah menceritakan kisah tentang paman yang sangat disayanginya itu.
"Paman menceritakan padaku tentangmu!"
Itulah alasan kenapa saat mereka bertemu meskipun baru pertama kali, Yi Jihye terlihat ramah dan langsung tersenyum kepadanya.
"Begitu ya... jadi bagaimana kabar pamanmu sekarang?"
"Iya. Dia baik saja, masih sama seperti dulu!"
Keduanya kemudian mengobrol cukup lama di sana sampai rapat Kaisar Yin Song dengan para Guru Besar selesai.
"Apa? Kau kemari hanya dengan berjalan kaki saja, Guru Besar Han Seo? Kasihan sekali...."
Terdengar suara tawa penuh kemenangan muncul dari mulut Pak tua Lu Huo.
"Aku? Kamu nanya? Hah! Biar kukasih tahu ya, aku datang dengan menggunakan kereta kuda semewah yang digunakan keluarga kerajaan dengan ditarik empat ekor kuda putih langka yang hanya ada di utara. Bagaimana?"
Mendengar itu para Guru Besar yang lain melihatnya dengan tatapan iri. Mereka memiliki possi yang sama tetapi kenapa lantas mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda?
"Sebagai tambahan saja, sekte kami sama sekali tidak meminjam uang seperserpun dari kerajaan. Semuanya murni menggunakan uang dari kami sendiri!"
"A-Apa?!"
"Bagaimana mungkin..."
"Itu mustahil!"
"Hahahahahaha!"
__ADS_1
Wajah Pak tua Lu Huo tampak sangat puas setelah tertawa pulas bahkan hingga membuat mereka menelan ludahnya masing-masing.
Bagaimana rasanya bisa mengendarai transportasi paling mahal di negeri ini?
Semua orang lalu membayangkan bagaimana jika dirinya berada diposisi yang sama dengan Pak tua Lu Huo.
"Jadi dimana anda memparkir kereta mewah itu sekarang?"
"Benar, kami ingin melihatnya juga Pak tua!"
"Tunjukkan pada kami, aku ingin mencoba duduk di kursi penumpang di sana!"
Keringat membasahi punggungGuru Besar Lu Huo.
"Itu sudah tidak ada," Kata Pak tua Lu Huo dengan tubuh yang gemetar
"Apaaa?!!!"
Seketika gambaran yang berada di kepala semua orang hancur. Mereka menatap wajah Pak tua Lu Huo
"Dasar gila. Sia-sia saja aku berharap..."
"Benar, kukira dia tidak bercanda pada awalnya."
"Aku tidak mengira Guru Besar Lu Huo akan membohongi kita seperti itu!"
"Tidak, tunggu, kumohon percaya padaku! Hanya saja kereta itu sudah pergi sekarang! Aku sungguh mengatakan yang sejujurnya!"
Sesampainya Baek Tian dan Guru Besar Lu Huo di sekte, keduanya langsung dipaksa untuk berlutut di tanah dan mengangkat kedua tangannya ke atas oleh sekertaris Chang Yi. Wajahnya terlihat sangat kacau pada saat itu dan kantung mata tebal sampai membuat wajah cantiknya susah dikenali.
Mereka berdua harus menjelaskan bagaimana bisa ada tagihan yang tiba-tiba muncul entah darimana dalam jumlah yang luar biasa banyak dtujukan untuk sektenya.
__ADS_1