Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen


__ADS_3

Xiao Nuwa telah salah di sana. Daripada berbicara baik-baik langsung dengan Baek Tian, dia memilih mengambil kesimpulan sendiri mengingat Fu Ning memiliki pesonanya sendiri dalam memikat hati pria.


Ditambah wajah Fu Ning juga sangat rupawan, penampilannya itu tidak jauh berbeda dengan dirinya.


'Baek Tian...'


Xiao Nuwa lekas berlari di sana karena ingin secepatnya bertemu dengan Baek Tian. Dia ingin meminta maaf di sana, meskipun hal itu akan membuat perasaannya jadi diketahui.


'Bodo amat,' Bukankah perasaannya juga sudah diketahui oleh pria itu sejak sangat lama? Kenapa juga dia tidak memberikan jawaban langsung pada, Xiao Nuwa?


Tetapi saat itu, dirinya melihat seorang perempuan cantik sedang tersenyum dan berbicara padanya.


Yi Jihye sedang bersama dengan Baek Tian. Mereka mengobrol dan tersenyum satu sama lain.


Hal itu bahkan belum pernah Xiao Nuwa lakukan, setiap mereka berdua bertemu, keduanya jarang mengobrol dan banyak diamnya.


Jeger!


''Tidak mungkin."


Sekali lagi tubuhnya merasa seolah tiba-tiba tersambar petir.


***

__ADS_1


"Xiao... Nuwa?"


"Siapa dia?"


Baek Tian yang merasakan kehadiran seseorang muncul di belakangnya kemudian berbalik untuk mencari tahu.


Di sana dia menemukan Xiao Nuwa sedang melihat kearahnya dengan mulut terbuka lebar dan mata yang tidak percaya.


?


Kehadiran sosok perempuan yang sangat cantik itu membuat Yi Jihye, menerka-nerka ada hubungan apa perempuan itu dengan Baek Tian.


Yi Jihye yang melihat perempuan itu sedang terguncang dan berulang kali melihat ke arah dirinya dan Baek Tian lalu tersenyum.


Karena hubungan pertunangan Baek Tian dimasa lalu


Yi Jihye tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Fu Ning yang sebetulnya adalah Xiao Nuwa, "Saya adalah Yi Jihye, senang bisa bertemu dengan Nona!"


"......."


Baek Tian tidak dapat melihat ekspresi apa yang sedang dibuat Xiao Nuwa, karena pada saat itu wajahnya sedang tertutupi dengan rambutnya.


Tapi Baek Tian yakin jika perasaan Xiao Nuwa saat ini sedang tidak senang saat dipanggil seperti itu, terbukti berapa kali pundaknya terus bergetar untuk mencoba menahan dari sebisa mungkin.

__ADS_1


"S-S-S, Saya adalah... Xiao Nuwa, pasti kamu salah menyebutkan nama orang..."


"Eh. Benarkah?"


Yi Jihye menemukan dirinya sedang dalam keadaan yang tidak mengenakan, kecanggungan menghinggapi mereka berdua sangat lama bahkan Baek Tian hanya bisa melihat saja di sana.


Sampai suara keras dari kembang api yang meletus di langit bersamaan tepuk tangan dan teriakan sorak sorai para penonton yang menggelegar sampai keluar stadium.


Baek Tian, Yi Jihye, dan Xiao Nuwa bergegas keluar untuk melihatnya.


Di sana acara pembukaan turnamen bela diri untuk generasi baru sudah resmi dibuka. Kaisar Yin Song duduk bersama dengan Ratu Li Mei dan tuan putri ketiga, Yin Yuehua.


Di keempat penjuru, sosok yang sangat terkenal di kerajaan akan menjadi saksi sekaligus juri pada turnamen bela diri.


Mereka adalah Empat Guru Besar dari empat sekte legenda aliran putih.


Han Seo dari Sekte Gunung Hua.


Sama Yang dari Sekte Naga Kun Lun.


Yi Jin dari Sekte Lembah Pedang.


Lu Huo dari Sekte Pavilion Harta Karun.

__ADS_1


Turnamen seketika dimulai dengan babak eliminasi untuk menentukan tiga puluh dua besar.


__ADS_2