
"Kalau aku tidak salah, kau adalah anak buah dari Baek Tian. Siapa namamu?"
"Salam. Namaku adalah Luo Yan."
"Luo Yan... Aku akan mengingatmu."
JIka dirinya tidak salah, orang yang berdiri di depannya ini adalah orang yang secara ajaib bisa mengalahkan Mo Xian.
Mo Xian bukanlah orang yang dapat dikalahkan dengan mudah oleh sembarang orang. Tang Zihan sendiri sangat mengerti potensi dan kekuatan Mo Xian, dia tidak menyangka akan muncul sosok yang lebih kuat yang belum dirinya ketahui di dalam sekte.
Wasit pun mengangkat tangannya dan pertandingan akhirnya dimulai.
Tang Zihan orang yang terlebih dulu berlari di sana.
"Apa kau tidak ingin menyerah saja?"
"Tidak akan."
Luo Yan menangkis serangan pertama yang datang meski dirinya harus terseret ke belakang karena tenaga yang diberikan oleh Tang Zihan bukan main-main.
Pertarungan itu berlangsung sengit dan jual beli serangan terus saja terjadi, Tang Zihan sama sekali tidak menahan diri terhadap Luo Yan.
Luo Yan kemudian menggunakan gerakan pertama Sword Dancing di sana karena terus didesak mundur. Dirinya tidak menyangka harus menggunakan kartu as miliknya secepat ini padahal pertandingan baru saja dimulai.
Untuk sementara waktu dia mampu memperpanjang umurnya dengan menggagalkan setiap serangan Tang Zihan menggunakan gerakan pertama dari Sword Dancing.
Teknik ini adalah seni bertarung orang itu. Apakah dia telah menurunkan kemampuannya pada orang ini?'
Mengetahui serangan apa pun tidak bekerja untuk Luo Yan, Tang Zihan perlahan merubah kuda-kudanya. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum membuka matanya, bersamaan dengan itu aura yang sangat mengerikan keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Tepuk tangan dan sorak sorai yang terus terdengar dari bangku penonton perlahan sudah mulai tidak terdengar.
Para penonton seketika terdiam dan menahan napasnya. Ada seseorang lainnya yang mencapai tahap Grand Master selain Baek Tian.
- Apa? Seseorang dari Tahap Grand Master lainnya?!!
- Ini gila! Aku berharap mereka berdua secepatnya bertemu di babak final nanti!
Pertarungan Luo Yan melawan Tang Zihan kemudian berakhir dengan kemenangan mutlak dari Tang Zihan.
Luo Yan dibuat tidak berdaya setelah Tang Zihan menunjukan aura Grand Master miliknya.
Hanya dalam lima kali bertukar serangan Luo Yan berhasil dibuat bertekuk lutut seolah Sword Dancing tidak ada apa-apanya dengan aura miliknya.
"Itu tadi pertarungan yang seru, aku cukup terkesan."
Dengan itu Tang Zihan berbalik dan meninggalkan stadium.
Pertandingan 16 besar itu akhirnya berakhir dan pertandingan 8 besar telah diumumkan.
(Bagan Pertandingan 8 Besar)
Baek Tian melawan Yin Baram.
Fu Ning melawan Xiao Nuwa.
Su Lian melawan Tang Zihan.
Qian Hu melawan Yin Yuze.
__ADS_1
"Anu... Kakak?"
Baek Tian menoleh karena mendengar ada suara yang memanggilnya. Setelah dirinya berbalik, dia bisa menemukan Tuan putri ketiga, Yin Yuehua di belakangnya.
"Ada apa anda memanggil saya tuan putri?"
"I, Itu.. Anu..."
Pikiran Yin Yuehua menjadi kosong di sana. Melihat Baek Tian secara langsung ternyata sangat berbeda dengan latihannya berbicara menggunakan boneka.
"S, S, Semangat dengan pertarunganmu nanti Kakak!"
"Begitukah? Tapi aku akan melawan pangeran kedua..."
"I, Itu justru lebih bagus!"
"Oho. Apakah kau ingin aku untuk mencincang tuan muda kedua, tuan putri?"
"Eh? Apa?"
Di mata Yin Yuehua sekarang, Baek Tian sedang menjelma menjadi seorang iblis.
"Begitu, jadi begitu, aku paham. Nampaknya anda sangat marah atas perlakuan pangeran kedua pada anda dan ingin membalas dendam. Kalau begitu saya hanya bisa mengatakan bahwa saya akan melakukan yang terbaik. Fufu."
'Ehhhhh.....?'
Yin Yuehua mengerti jika Baek Tian telah salah paham terhadap maksudnya.
'Kenapa malah begini?'
__ADS_1
Dia hanya ingin memberikan semangat saja pada pria di depannya!