Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Ujian(11)


__ADS_3

Itu adalah sebuah tas. Baek Tian memamerkan tas itu dengan mengayunkannya ke sana kemari.


"Kembalikan."


"Tidak. Tidak mau."


Baek Tian tersenyum dan menjulurkan lidahnya.


"Kau!"


Li Guanji mencoba merebutnya secara paksa namun Baek Tian kemudian mengancam akan menghancurkan apa pun yang ada di dalam tas tersebut jika Li Guanji berani melakukannya.


"Sialan..."


Li Guanji menjadi penurut. Tidak ada lagi sorot mata yang menyeramkan seperti sebelumnya yaitu, saat dirinya hendak setiap saat ingin memakan Baek Tian.


"Hehe."


Baek Tian tertawa karena situasi saat ini membuatnya terhibur.


Baek Tian berhasil mencuri tas yang sudah disembunyikan Li Guanji dengan hati-hati di balik punggungnya. Tas itu super kecil dan bahkan sangat sulit dilihat mata.


Hebatnya Baek Tian mengetahui itu dan mencurinya saat posisi keduanya saling berhadapan.


'Inilah kenapa kau harus kena asam garam dunia.'


Di kehidupannya yang lalu Baek Tian berkali-kali terus kehilangan harta barang berharga dan dompetnya.


Karena itu Baek Tian sampai mempelajari sebuah Seni Mencuri dari kelompok bandit dan menguasainya. Tujuannya saat itu hanya satu, dia melakukannya sebagai bentuk pencegahan.


Mengetahui bagaimana cara pencopet melakukannya membuatnya membentuk tembok keamanan bagi dirinya.


"Jadi, apa, keinginanmu, katakan padaku..."

__ADS_1


"Kalau begitu, apa kau ingin bertarung denganku?"


"Hah, apa?"


Li Guanji memiringkan kepalanya dan bertanya apakah dia tidak salah dengar. Lalu dia bermaksud bertanya mengenai itu sekali lagi namun Baek Tian menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Kau tidak salah dengar. Ayo kita bertarung, bukankah itu yang kau mau?"


"A, pa?"


Dia tidak salah dengar kan?


Benar, jika itu adalah keinginannya.


Dirinya yakin seratus persen akan menang melawan Baek Tian dan tidak mungkin kalah dalam kondisinya saat ini.


"Tapi masalahnya, aku mempunyai satu persyaratan."


Tiba-tiba Baek Tian mengatakan hal yang tidak masuk akal.


Rahang Li Guanji berasa ingin copot setelah mendengarnya.


Baek Tian kemudian memenangkan pertarungan yang tidak adil itu dengan kondisi fisiknya yang setengah sehat.


Dia bangga dengan kemenangan itu dan buru-buru pergi meninggalkan medan pertarungan.


Meninggalkan Li Guanji yang tertidur di tanah.


"Apa hanya segitu saja kemampuan dari salah satu jenius abad ini? Aigo. Kawan, aku menjadi kecewa sekarang."


Setelah dirasa dirinya berada cukup jauh dari Li Guanji, Baek Tian segera membuka tas yang berada di tangannya.


Tas itu berisikan puluhan pil berwarna biru cerah yang berukuran manik-manik. Pil-pil itu adalah pil yang membuat seseorang dapat meminjam kekuatan dari Demon Spirit.

__ADS_1


'Sekarang aku hanya perlu menemukan sebuah roh.'


[ Lihat ini, bukankah di tanganmu sekarang, ada sebuah benda yang menarik? ]


Seseorang tiba-tiba berbicara di dalam kepalanya.


Suara itu sedikit familiar dan pernah ditemuinya di suatu tempat tetapi Baek Tian kesulitan saat mencoba untuk mengingatnya.


[ Nak, ini adalah aku. Sang Raja Vampir yang menjadi mimpi buruk semua orang, Vladimier Cecilion. ]


?!


Tubuh Baek Tian seketika terguncang.


"Kau... bagaimana caramu bisa berada di dalam tubuhku?"


Raja Vampir Cecilion tertawa mendengar itu.


Perlahan suara tertawaan itu semakin keras sampai membuat kepala Baek Tian pusing.


[ Anak Anjg itu sedang kemari, bukankah kau harus memikirkan sesuatu tentangnya? ]


"Apa?!"


Baek Tian berteriak.


"Dia? Tapi bagaimana itu mungkin...?"


Baek Tian sendiri yang memastikan kemenangannya dan menurutnya, Li Guanji tidak akan sadar untuk waktu yang lama.


Jadi bagaimana bisa Li Guanji sadar secepat itu dan sekarang sedang menuju ke arahnya dengan kecepatan penuh?


'Apa yang harus kulakukan?'

__ADS_1


[ Kukuku. Terlambat. Dia sudah di sini. ]


Saat Baek Tian berbalik, dia menemukan Li Guanji yang menyeringai lebar ke arahnya dan mulai melolong.


__ADS_2