Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
7 Tahun Kemudian.


__ADS_3

"Kalian semua adalah kelas paling bawah dan kalian yang terlemah."


Instruktur Oh tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan semua orang.


Kelas di sini dibagi menjadi empat,


[ Biasa ]


[ Perunggu ]


[ Perak ]


[ Emas ]


"Kalian adalah Kelas Biasa."


Instruktur Oh kemudian melirik ke arah dua orang.


Duo itu adalah yang paling menonjol diantara yang lain. Dalam pengalamannya mengajar selama puluhan tahun, baru kali ini Instruktur Oh melihat duo yang sangat berbakat seperti mereka.


'Bakat mereka jelas di atas dari yang lainnya. Anak Tuhan dan satunya, Rookie Baru.'


Tatapan Instruktur Oh memberikan banyak pengharapan pada keduanya.


'Pantas saja generasi ini mendapatkan banyak perhatian dari dunia...'


Pandangan Instruktur Oh kemudian berganti pada Mo Xian, Calon Pemburu Iblis, Qian Hu, Gagak Pemangsa, Xiao Nuwa dan Fu Ning, Dua Burung dari Selatan.


"Ehem."


Instruktur Oh kemudian berdehem untuk membersihkan kerongkongannya.


"Kalian hanyalah batu mentah yang bisa ditemukan di jalanan manapun, kalian semua tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan belum bisa menggunakan tenaga dalam... sungguh menyedihkan!


-Tapi tenanglah, di tanganku, kalian akan kupoles menjadi berlian yang paling bercahaya di dunia ini!

__ADS_1


"Menyedihkan apa ini para jenius yang dibicarakan itu?"


Apa yang dikatakan dan pikirkan Instruktur Oh selalu berbanding terbalik, di luar dia jelas mengolok-mengolok dan merendahkan murid-murid di depannya.


Namun dibaliknya, Instruktur Oh sungguh mengagumi potensi mereka.


-Siapa yang percaya, jika mereka masih bocah?


Instruktur Oh sendiri diumur mereka bahkan tidak memiliki kepandaian, kekuatan, maupun keterampilan yang sudah seperti perwujudan dari orang dewasa.


-Ini akan menjadi menarik!


Instruktur Oh tidak bisa lagi menahan kegembiraan sekaligus kehormatan untuk mengajari mereka para berlian di masa depan.


Belum pernah Instruktur Oh menjadi sesemangat ini dalam hidupnya, dia tidak sabar melihat bagaimana perkembangan muridnya tujuh tahun di masa depan.


Brak!


Dia tiba-tiba menggebrak meja di depannya dan berkata, "Sampah-sampah seperti kalian sebenarnya tidak layak untuk hidup!"


Tujuh tahun kemudian...


Seseorang tiba-tiba membuka matanya.


Matanya yang ada di dalam kegelapan bersinar terang.


Bola mata yang berwarna merah darah itu memancarkan rasa haus darah yang luar biasa.


"Fyuuuuh..."


Orang itu menghembuskan napas panjang.


Orang itu berpikir bahwa persiapannya sudah cukup sekarang. Dia menyadari adanya sebuah tembok besar di dalam dirinya sehingga tidak dapat lagi melanjutkan latihannya untuk naik ke tingkatan selanjutnya.


Dia keluar dari ruangan tertutup itu, pemandangan di depannya sebuah matahari terbit membuatnya silau.

__ADS_1


"Haa..."


Sudah lama sekali dia tidak merasakan udara segar dan cahaya matahari hangat menyentuh kulitnya. Dia merindukan semua itu.


Rambutnya yang berkibar ke sana kemari membuatnya tersadar jika bertahun-tahun sungguh telah berlalu.


Nampaknya rambutnya sekarang sudah cukup panjang hingga menutupi telinganya sepenuhnya.


"Hahahaha!"


?!


Tiba-tiba suara tertawa dari seseorang menyadarkannya.


"Baek Tian-!!!"


Orang yang tertawa tadi berteriak memanggil namanya.


Baek Tian tersenyum melihat siapa orang tersebut.


"Kepar*t kecil! Kau menghilang begitu saja karena katanya mendapatkan pencerahan. Dasar Sialan!"


Orang itu terlihat sangat marah.


"Baek Tian!!! Aku ingin menuntut balas atas pertarungan kita yang sebelumnya. Kali ini akulah orang yang akan mendapatkan kemenangan itu!"


Baek Tian tersenyum kecil melihat kebodohan orang di depannya.


"Kenapa kau tersenyum dasar kepar*t!"


Orang itu merasa harga dirinya sekali lagi telah jatuh.


"Kau masih menyimpannya kan?"


"Tentu saja."

__ADS_1


Baek Tian menunjukkan lencana perak di tangannya.


"Ayo kita bertarung!"


__ADS_2