Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Kekuatan Yang Absolut!(4)


__ADS_3

"Ah."


Baek Tian mendongak ke arah langit yang cerah.


"Apa sudah berakhir?"


Kekuatan dari gerakkan kedua, Sword Dancing sudah tidak tersisa dan Baek Tian tidak mampu mengeluarkan energi tenaga dalamnya.


Di sana dia sekarang berada di dalam dasar lubang yang penuh dengan kegelapan bersama dengan mayat dari monster Bong Zuer.


Baek Tian melihat diantara sekelilingnya.


"Apa ini sebuah ruangan?"


Ada sebuah ruangan bawah tanah tersembunyi di bawah sekte.


Sebenarnya Sekte Paviliun Seribu Harta Karun sesuai namanya sekte ini sungguh menyimpan harta karun asli di dalamnya.


Baek Tian memutuskan untuk menjelajah lebih lanjut sebelum mulai tertawa.


Tertawaan Baek Tian sangat keras bahkan sampai menggema di dalam ruangan rahasia itu.


"Ini adalah batu yang ketiga!"


Batu hitam yang berukuran raksasa itu tertulis nama Seni berpedang Sword Dancing di atasnya.


Baek Tian tidak pernah menyangka akan menemukan satu lagi batu itu di sini.


"Siapa kau?"


Baek Tian melompat mundur saat meletakkan tangannya pada batu nisan hitam besar itu.

__ADS_1


"Suara apa yang barusan?"


"Kau tidak layak untuk menyentuhku, karena kau bukanlah orang yang ditakdirkan."


Kedua alis mata Baek Tian terangkat, sosok yang berbicara kepadanya barusan rupanya adalah batu nisa tersebut.


"Apanya yang tidak layak, huh."


Baek Tian memaksa untuk melihat apa yang ada di dalam batu nisan tersebut, tetapi sebuah petir keluar dengan menggelegar hingga mencapai ujung langit.


Saat Baek Tian menoleh kembali ke arah batu nisan tersebut batu itu sudah tidak ada lagi di sana.


"Gerakkan ketiga, Berjalan Dengan Petir!"


Baek Tian menyeringai.


Sangat disayangkan dirinya tidak dapat mempelajari gerakkan yang ketiga itu, karena batu tersebut tidak mengijinkannya.


Orang-orang mengatakan, bertemu dengan batu tersebut merupakan kesempatan sekali dalam seumur hidup seseorang.


***


"Ada yang perlu saya sampaikan pada anda."


"Ada apa?"


"Ini mengenai mata-mata, sepertinya orang itu sudah ketahuan."


Seorang pria misterius bertemu dengan sosok berkacamata di depannya.


"Siapa mata-mata itu?"

__ADS_1


Pria berkacamata itu menaikan kacamatanya tampak penasaran. Jika dilihat saat orang tersebut mengenakan kacamata, dia tampak pria yang tidak terlalu kuat dan bahkan lemah seperti seorang kutu buku pada umumnya.


Namun, saat dirinya membuka kacamata sosoknya yang kejam dan tidak kenal takut bisa terlihat.


"Dia adalah Bong Zuer, Ketua."


Pria misterius itu menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat langsung kedua mata pria tersebut.


"Bong Zuer?"


"Bong Zuer, salah satu divisi elit kita, dia ditugaskan pada salah satu sekte aliran putih."


"Oh."


Seketika pria itu mengingat siapa nama Bong Zuer.


"Orang itu, mengatakan bahwa sektenya sedang dalam masalah perpecahan dan mempercayakan segalanya kepadanya. Jadi apa yang malah diperbuat dia sebenarnya?"


Aura kegelapan menakutkan menelan pria yang berdiri di depannya.


"Mohon maafkan saya tuanku! Kesalahan seperti ini tidak akan saya ulangi sekali lagi. Aku berjanji!!"


Pria itu menundukkan kepalanya dengan serendah mungkin, tetapi yang ada di dalam hatinya sekarang adalah amarah dan kebencian. Pria itu lantas mengepalkan tangannya dengan sangat kuat kemudian mengutuk temannya.


'Bong Zuer, kepar*t!'


Dirinya harus bertanggung jawab dengan sesuatu yang sama sekali tidak dia sentuh, pria itu tentu sangat marah karena Bong Zuer yang tewas meninggalkan masalah padanya, selain juga membuat citranya menjadi buruk di depan ketua.


"Jika kau berjanji maka kau harus menepatinya, Su Lian."


"Dengan segala hormat, kejadian ini akan saya ingat sebagai yang terakhirnya. Saya berjanji demi organisasi kita!"

__ADS_1


"Fufu."


Pria itu kemudian tertawa.


__ADS_2