
"Wow... Jumlah qi yang sangat banyak..."
"Berani-beraninya kau memprovokasiku!"
Tang Zihan mengamuk dengan aura tahap Grand Master yang membuat para penonton menjerit karena berarti pertandingan semakin panas.
Setelah Tang Zihan menunjukkan auranya, berulangkali dirinya menekan Su Lian bahkan sampai ke sudut arena.
"Spear of destiny!"
Tidak hanya itu Tang Zihan yang menemukan celah milik musuhnya, kemudian melancarkan serangan yang tidak main-man lagi, teknik Art of Destiny menggila di sana sampai meremukkan tangan kiri Su Lian.
Prang!
Bukan hanya itu, topeng yang menutupi Su Lian sampai muncul sebuah retakan.
"Berakhir sudah."
Tutup Tang Zihan yang tidak menyangka bahwa musuhnya menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.
"Sialan. Aku tidak ingin menunjukkan kekuatanku sebelum bertemu dengan orang itu, tapi apa boleh buat lagi!"
Aura dari tahap Elite mengaum sampai ke seluruh penjuru stadium dan meniadakan aura kecil milik Tang Zihan.
Mata Tang Zihan melebar karena tidak percaya, seseorang yang berasal dari generasi yang sama dengannya memiliki kekuatan yang jauh melampauinya?
__ADS_1
'Ada apa ini... Kenapa ada banyak sekali orang yang kuat di luar sana...'
Xiao Nuwa, Fu Ning, Su Lian, dan dari semua itu, orang yang paling menonjol menurutnya adalah Baek Tian.
'Ada berapa lagi orang kuat di luar sana?!'
Selama hidupnya, baru sekali ini, Tang Zihan berpikir ulang apakah dirinya memang benar-benar cukup kuat.
Su Lian menggempur pertahanan Tang Zihan dari segala arah. Meski begitu Tang Zihan masih belum menyerah di sana, sesekali dia membalas serangan Su Lian walaupun tidak ada dampaknya sama sekali.
Tang Zihan mengalami pendarahan hebat dari luka yang diberikan Su Lian, wasit yang melihatnya hendak bergerak untuk menghentikan pertandingan, namun entah kenapa tubuhnya tidak mau mendengarkan.
- Apa yang dilakukan wasit itu?
- Bukankah orang yang di sana sudah menerima luka yang parah?
Wasit yang mengawasi pertandingan ingin langsung melompat dan berteriak untuk berhenti, tetapi tubuhnya tidak mau mendengarkan seolah ada sesuatu yang menekannya.
"Guru Besar Yi Jin, anda pasti juga merasakannya sekarang."
"Yaa. Serahkan orang itu kepadaku."
"Tolong bantuan anda. Kalau begitu aku akan pergi sekarang untuk menghentikan pertandingan."
Han Seo, Guru Besar dari Sekte Gunung Hua tiba-tiba berdiri, setelah berbicara dengan Guru Besar Yi Jin, dia segera melompat ke dalam arena pertandingan.
__ADS_1
"Baiklah, sudah cukup. Apa yang terjadi padamu, Su Lian?"
Dia menghentikan serangan Su Lian disaat yang tepat, saat itu Su Lian hampir saja menusuk jantung Tang Zihan jika Guru Besar Han Seo terlambat sedikit saja.
"Ah... Hormat pada Guru Besar Han Seo!"
"Baiklah, sekarang katakan padaku. Apa yang merasukimu tiba-tiba sampai seperti ini?"
Sosok Su Lian yang telah dia rawat dan besarkan sampai seperti sekarang
"Itu... saya tidak tahu, karena wasit juga hanya berdiam diri, kupikir Tang Zihan masih belum kalah."
"Omong kosong, alasan apa itu?"
Guru Besar Han Seo kemudian melihat ke arah Guru Besar Yi Jin yang sekarang sedang berada di bangku penonton.
'Sial! Aku kehilangan orang itu.'
Untuk beberapa saat energi yang mengendalikan wasit berasal dari bangku penonton, Yi Jin menghampiri tempat yang dirasanya mencurigakan, tapi kehadiran orang itu bercampur dengan para penonton yang lain setelah ketahuan.
Melihat Han Seo yang menatapnya, Yi Jin hanya tersenyum pahit sembari menggelengkan kepala.
"Wasit tolong akhiri lagi pertandingan ini."
"Oh. Aku sudah bisa bergerak sekarang!"
__ADS_1
Setelah itu wasit pertandingan mengumumkan kemenangan Su Lian dan bersama dengan para Guru Besar yang lain, mereka membawa Tang Zihan ke tempat gawat darurat untuk diberikan penanganan pertama.