Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(6)


__ADS_3

"Tersisa satu lagi kesempatan."


Baek Tian yang menjadi bosan mulai menguap di sana. Serangan apa pun yang dikeluarkan Er Ling selama bukanlah serangan yang pertama, maka hal itu sama sekali bukan gangguan bagi Baek Tian.


Serangan Er Ling yang pertama, rupanya adalah serangan pamungkas sekaligus teknik yang akan menghabiskan setengah energi qi di dalam tubuh penggunanya.


Baek Tian melihat ke dalam tubuh Er Ling, di sana dia bisa merasakan aliran energi qi yang hanya ada sepertiga saja.


"Kenapa bingung begitu, bukannya kau masih memiliki energi kehidupan? Kenapa tidak menggunakannya saja?"


"Apa...? T-Tapi aku akan mati jika menggunakannya."


"Namanya juga itu energi kehidupan."


Energi Kehidupan merupakan sebuah energi yang tak kasat mata yang memberikan kita kemampuan untuk membuat sebuah gaya, aksi, atau tindakan.


Energi Kehidupan memiliki tingkat kemurnian yang lebih tinggi daripada energi qi yang diserap dari luar. Sehingga kekuatan yang diberikan jauh melampaui energi qi yang biasanya, kekuatan itu bisa mencapai empat kali lipat bahkan sampai sepuluh kali lipat.


Jika energi kehidupan memang sekuat itu kenapa energi ini sangat jarang digunakan para ahli bela diri?


Jawabannya sederhana, karena efek samping energi itu akan memotong umur penggunanya.


Seorang ahli bela diri hanya boleh menggunakan energi kehidupan itu jika dirinya benar-benar menginginkan pertarungan itu menjadi pertarungan yang terakhir dalam hidup mereka.

__ADS_1


Tangan Er Ling yang bergetar mulai merambah pada solar plexus dan menotoknya, Gerbang Bumi sekarang terlah diaktifkan.


Gerbang Bumi sebagai pembatas energi kehidupan telah dicabut, sementara itu tangannya masih terus merambah di sekitar dadanya sampai kemudian menemukan tempat yang dia tuju.


Pankreas adalah tempat terakhir untuk mengaktifkan Gerbang Neraka.


Guru Besar yang berasal dari Sekte Naga Kun Lun, Sama Yang berdiri dari tempat duduknya dan bersiap ingin menghentikan kebodohan Er Ling.


"Apa yang akan anda lakukan setelah berdiri, Guru Besar Sama Yang?"


"Lu Huo.... Kau ingin mencegahku?"


Guru Besar Lu Huo yang melihat pergerakan Guru Besar Sama Yang yang bermaksud ingin menginterupsi sebuah pertarungan ikut berdiri demi membela Baek Tian.


"Oho. Lucu sekai perkataanmu itu, Sama Yang."


Keduanya perlahan mulai mengeluarkan tatapan dinginnya. Melihat kedua Guru Besar itu sedang berselisih, Guru Besar Yi Jin dan Guru Besar Han Seo memutuskan berdiri karena tidak bisa lagi tinggal diam.


Sampai pertengkaran itu berhenti setelah mendengar pernyataan yang mencengangkan dari seorang di dalam arena.


"...Aku menyerah."


Er Ling menyerah bahkan sebelum menggunakan satu kesempatan yang dimilikinya.

__ADS_1


Wasit seketika muncul entah darimana dan mengatakan kemenangan Baek Tian.


Para penonton seketika tercengang dan langsung mencerca Er Ling dari segala arah.


- Menyerah?! Apa kau gila hah?!!


- Kembalikan uangku kembali, breangsk!


- Kami mempercayaimu stelah melihat portofolio dirimu! Kau telah mengkhianati kami kepart!


Orang-orang yang kalah berjudi dan mempertaruhkan uangnya pada Er Ling dengan buas mengamuk dan melemparkan barang apa pun yang mereka lihat pada Er Ling.


Sampai Baek Tian muncul dan menunjukkan auranya. Seluruh penonton di stadium akhirnya terdiam dan membeku, mereka semua tidak dapat bergerak walau seinci saja.


- Tahap Grand Master?! Ada orang dari Tahap Grand Master yang mengikuti ujian??!


- Jadi itu adalah alasannya kenapa memilih menyerah di pertarungan....


Setelah suasana kembali menjadi tenang dan lebih baik, Baek Tian perlahan melepaskan auranya dan meninggalkan arena pertarungan.


"Terima kasih!"


Dan juga dengan Er Ling yang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2