
Ini dia! Aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana pertarungan dua jagoan nomer satu dari masing-masing sekte legenda!
- Kaisar Yin Song mendadak sedang ada urusan yang penting, tetapi aku yakin dia pasti sangat kecewa karena anak-anaknya dikalahkan.
- Hoho, kau akan bertaruh untuk siapa pada pertarungan hari ini?
Sebelum pertandingan dimulai, para penonton bahkan sudah mengantri dari pagi di luar stadium dan membentuk barisan yang sangat panjang seperti seekor naga.
- Apa? Kenapa tempat duduk sudah habis saja, padahal kami sudah mengantri empat jam sedari pagi!
Para panitia dan petugas yang berjaga di sana kewalahan karena harus menangani kerumunan masa yang mengamuk tidak kebagian tempat duduk.
Sementara itu di dalam arena Baek Tian tengah melemaskan seluruh anggota tubuhnya dan bersiap melawan musuh yang ada di depannya.
"Fufu, kumohon santai saja saat melawanku. Tidak perlu sampai bersemangat seperti itu."
"Sebenarnya itu adalah kata-kataku, jadi aku mohon bantuannya padamu juga."
"Apa kau tahu, kau ini sangat menyebalkan. Aku ingin membunuhmu di sini sekarang juga dan membalaskan dendam adik-adik seperguruanku. Hal ini hanya akan dianggap sebuah kecelakaan jika itu terjadi."
"Uwah, mengerikan."
__ADS_1
Baek Tian dan Su Lian masing-masing sudah bersiap di atas arena dan wasit pertandingan untuk final juga telah naik ke atas panggung.
"Kau..."
Kedua mata Baek Tian melebar melihat sosok yang tidak disangka-sangka.
'Apa yang dlakukan sesepuh itu, jangan bilang jika dia adalah wasit pada pertandingan final ini?'
Di sana Sesepuh Wu Zong menyeringai pada Baek Tian.
"Ini adalah tawaran terakhirku, mati di sini atau menjadi salah satu muridku?"
"....." Baek Tian terdiam untuk beberapa saat sebelum dirinya menggelengkan kepalanya pada Wu Zong.
"Murid? Heh, kumohon jangan membuatku sampai tertawa sekarang."
Sesepuh Wu Zong mengangkat tangannya dan pertandingan final keduanya resmi di mulai.
''Haha, syukurlah kau tidak menerima ajakan itu!"
Su Lian adalah orang yang menyerang pertama. Dia berlari ke arah Baek Tian dengan melepaskan aura dari tahap Elite.
Dengan aura itu hanya dalam satu kedipan mata saja dirinya sudah sampai tepat di depan wajah Baek Tian.
"Rasakan ini!''
__ADS_1
Pukulan pertama dilancarkan di sana mengarah ke bagian dada Baek Tian, ajaibnya serangan yang sangat tajam itu dapat dihindarinya dengan sangat baik.
"Hah! Lalu bagaimana kalau yang ini, coba menghindarlah dari ini jika kau bisa!"
Sekali lagi Su Lian bertarung dengan menggunakan tangan kosong, serangan tersebut berhasil mengenai Baek Tian walaupun menyerempet.
Keduanya terus beradu tangan kosong di sana, Su Lian orang yang terlihat menekan di sana namun tidak ada satupun serangan darinya yang berhasil mengenai Baek Tian.
"Sialan, jangan bertahan dan menghindar saja seperti tikus!''
"Baiklah jika itu yang kau mau."
"Benar kemarilah dan lawan aku kepart!"
Su Lian terlihat emosional dan serangannya tidak terkontrol melihat hal itu Sesepuh Wu Zong mulai menaruh curiga.
'Ini aneh, aku tidak melihat Baek Tian tampak kesusahan. Justru muridkulah yang dibuat seolah tidak berdaya. Apa ini seseorang yang dapat dilakukan tahap Grand Master?'
"Bagus kemarilah!"
Su Lian tampak senang melihat provokasinya berhasil memancing Baek Tian, tetapi yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Para penonton yang melihatnya bersorak dan membuat seisi stadium gempar.
Wuuuuuungggg!
Baek Tian berhasil melempar Su Lian seperti sebuah bola dengan satu pukulan.
__ADS_1
Su Lian yang terlempar saat itu terus memantul dan tidak berhenti sampai membuat mata penonton pusing mengikutinya.
Baek Tian berdiri di sana dengan aura dari seorang tahap Elite.