
Sekte Gereja Iblis adalah salah satu dari sekian banyak sekte beraliran hitam di kerajaan.
Tapi apa yang membedakan mereka dari sekte aliran hitam yang lain adalah karena semua orang di sana bersekongkol dengan ras iblis. Hal itu kemudian yang membuat mereka memilik jutaan prajurit ditahap Grand Master.
"Jika mereka saja sampai memiliki jutaan orang-orang ditahap Grand Master, maka bukankah mereka bisa juga memiliki ribuan orang-orang ditahap Elite?"
"Aku sudah memastikan dengan kepalaku sendiri, dan aku menemukan salah satu anggota elit mereka yang berada ditahap tingkatan yang jauh denganku..."
Seketika seisi ruangan itu menjadi sunyi dengan kata-kata terakhir dari pak tua, Lu Huo. Rapat itu kemudian ditutup dengan kabar yang tidak mengenakan.
"Nuwa!"
"..."
Secara kebetulan Baek Tian berpapasan dengan Xiao Nuwa. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya di sana tetapi tidak mendapat balasan apa pun tidak seperti yang biasanya.
"Nuwa?"
"..."
Xiao Nuwa seolah menjadi dingin kepadanya. dan Baek Tian bisa merasakan sebuah tembok tak terlihat yang memisahkan mereka.
Baek Tian sekilas mengetahui apa yang terjadi, hal ini pasti disebabkan kabar megenai pertunangan Fu Ning dan dirinya.
"Maaf."
Baek Tian kemudian melihat Xiao Nuwa pergi tanpa berbalik.
__ADS_1
"Ini yang terbaik. Ini sudah tepat."
Baek Tian terus mengulangi kalimat itu dari dalam kepalanya, agar membuat hatinya kuat.
Jika dirinya sungguh berniat untuk menjadi yang terkuat di semesta.
Pada akhirnya dia harus bisa membuang segalanya mengenai hasrat duniawi.
'Maafkan aku...'
Kata Baek Tian yang tidak bisa merasakan sesakit apa perasaan Xiao Nuwa sekarang.
***
"Apa itu keputusan yang tepat?"
"Kau membuat semua orang menjadi takut."
"U-uh?"
Guru Besar Lu Huo menarik napas melihat tumpukan kertas yang begitu tinggi di depannya. Semua itu adalah laporan yang perlu dirinya lihat dan periksa, terima kasih semua ini berkat kepergian dirinya ke dunia luar.
"Apa yang harus kukatakan, itu memang kebenarannya."
Pak tua Lu Huo merasa ingin menangis karena sepertinya, dirinya juga akan lembur malam hari ini.
'Maafkan aku, Nona Lang, sepertinya aku tidak bisa menemanimu lagi hari ini."
__ADS_1
Sebuah kertas dengan stempel dari kerajaan tiba-tiba menarik perhatiannya. Dia membaca kerta itu dengan hati-hati sembari mengelus dagunya.
"Apa ini sekertaris Chang Yi?"
"Ah, itu? Tampaknya anda diundang sebagai juri di turnamen bela diri yang diadakan untuk para generasi muda."
"Tapi di sini juga disebutkan sebuah jamuan?"
"Anda perlu datang bersama jagoan nomer satu di sekte kita."
"Bah. Tidak mungkin! Mana sudi, aku membawa bocah ingusan itu bersamaku?!"
"Tetapi anda harus membawanya karena ini adalah permintaan dari Ratu Yin sendiri."
"Baiklah, jika itu permintaan ratu, tidak ada pilihan lain. Sudah lama aku tidak mengetahui bagaimana kabar dari Ratu Yin sekarang. Bagaimana penampilannya sekarang ya?"
Hidung pak tua Lu Huo kembang kempis di sana, sedangkan sekertaris Chang Yi yang melihatnya tidak bisa menahan ekspresi jijik terhadapnya.
Satu minggu kemudian, Pak tua Lu Huo bersiap berangkat bersama Baek Tian melakukan perjalanan ke dunia luar.
Tempat yang mereka tuju adalah Istana Kerajaan dan itu terletak di pusat ibu kota.
"Kau sudah siap bocah?"
"Kita akan naik kereta itu?"
"Yang benar saja, apa kau kira kita akan jalan kaki ke sana huh, dasar bodoh. Bagaimana nanti bila Guru Besar dan para bangsawan yang lain melihatku sungguh ke sana dengan berjalan kaki? Bisa malu jadinya nanti aku."
__ADS_1
Baek Tian bergegas naik ke dalam kereta kuda mewah selevel kerajaan itu.